KOPI CINTA

KOPI CINTA
07


__ADS_3

~Alfa PoV~


"Silvi... Kamu tega aku nggak pernah menyangka semua berakhir begini."


Bayangan Silvi kadang masih menghantui Ku, Dia wanita yang sangat baik tetapi kenapa kamu tega melakukannya kepada Ku.


Tepat dua tahun yang lalu kita merencanakan pernikahan kita tapi kamu pergi saat kita harusnya bertunangan.


"Huffftttt..."


Aku berharap dalam melupakan Mu selamanya, menghapus bayang Mu yang kini telah menjadi milik orang lain.


Sesak dada ini, kamu lebih memilih dia daripada aku, apa artinya dua tahun kebersamaan kita kamu selalu menguatkan Ku saat keluarga ku terpuruk.


Semoga kamu bahagia Silvi dengan keluarga kecil Mu.


🌹🌹🌹🌹🌹


Alfa duduk sendiri di balkon kamarnya menikmati malam yang sunyi dengan memandang bintang-bintang yang bertaburan bebas di langit.


Sebuah kisah yang telah terjadi 2 tahun yang lalu di mana harusnya itu merupakan hari yang membahagiakan untuk dirinya dan juga Sang kekasih namun takdir berkata lain, keluarga besar Silvi dan juga Silvi sendiri tak hadir di acara pertunangan mereka. Hanya sepucuk surat yang datang berisi permintaan maaf dari Silvi dan keluarga besarnya.


Alfa sangat terpuruk saat itu, kekasih yang sangat dicintainya pergi meninggalkan dirinya di saat mereka merencanakan untuk hidup bersama.


Keadaan yang semakin menyulitkan keluarga Alfa, belum ada satu tahun kakaknya mengalami kecelakaan dan harus menerima kenyataan jika dirinya tidak bisa berjalan kembali ditambah lagi ditinggalkan sang suami.


Orang tua Alfa jatuh sakit apa lagi sama Papanya yang memang sudah punya sakit bawaan jadi lebih sering keluar masuk rumah sakit karena terlalu banyak beban pikiran memikirkan nasib kedua anaknya.


Mama Ana menguatkan suaminya, begitu pula dengan Alfa dan juga Amel. Mereka semua saling menguatkan satu sama lain aku tak bisa bangkit dari keterpurukan.


Semenjak itu Alfa menjadi lebih suka diam yang menyibukkan dirinya dengan bekerja serta merawat kakak kandungnya beserta anaknya Arsy.


Alfa menjadi lebih protektif dengan seluruh anggota keluarganya dia merasa harus menjaga mereka semua apalagi Papanya yang sudah sakit-sakitan.


Masalah hati Alfa sudah mencoba membuka hatinya dengan wanita lain namun lagi-lagi rasa itu datang yang membuatnya belum bisa melupakan kejadian itu.


Malam semakin larut Dia masuk ke dalam kamar pribadinya untuk beristirahat.


Adzan subuh berkumandang memanggil setiap Insan untuk bangun dan menyembah kepada Rabb-Nya.


Alfa bergegas membersihkan dirinya untuk segera berangkat ke masjid dan melaksanakan salat subuh berjamaah.


"Berangkat ya Ma, Assalamualaikum."


Alfa berpamitan dengan Sang Mama.


" Waalaikumsalam hati-hati ya Nak."


"Iya Ma."


Angga keluar dari rumah dan menuju ke masjid dengan berjalan kaki karena jaraknya tak jauh dari rumahnya.


Selesai berjamaah seperti biasa Alfa berolahraga ringan dengan joging keliling kompleks perumahannya.

__ADS_1


Jika matahari sudah menampakan dirinya dia akan pulang ke rumah untuk bersiap berangkat kerja.


"Ma, Alfa nanti janji dengan klien sekalian makan malam jadi nggak usah nungguin Alfa makan malam sama Kak Amel dan Arsy."


Kata Alfa saat mereka sarapan bersama.


"Iya Nak, kamu hati - hati kalau kerja jangan lupa ibadahnya."


"Iya Ma, Alfa ingat pesan Mama."


Setelah menghabiskan sarapannya Alfa berpamitan dengan Mamanya untuk berangkat ke kantor.


Arsy setiap Alfa akan berangkat ke kantor dia selalu mengantarnya sampai ke teras dan melambaikan tangannya hingga mobil Alfa tak terlihat lagi baru masuk ke dalam rumah.


Alfa telah sampai di kantor seperti biasa dia menghentikan mobilnya dan akan diparkirkan oleh satpam.


Alfa memasuki ruangannya dan sudah di sambut oleh sekretarisnya yang sudah mempersiapkan segala agenda yang akan dilaksanakan olehnya.


Alfa menjadi sosok yang dingin sehingga para karyawan segan dengan dirinya. Namun karena perawakannya yang mumpuni banyak para karyawan wanita yang diam-diam mencuri perhatiannya.


"Pagi Pak Alfa."


Rina sekretaris yang sudah dua tahun ini mendampingi kerjanya.


"Pagi, Rina laporan yang saya minya kita kemarin sudah selesai."


"Sudah Pak, sudah saya letakkan di meja bapak."


"Oke."


Dia duduk di kursi kebanggaannya kemudian membuka laporan yang diberikan oleh Rina.


Alfa mengambil gagang telepon dan menghubungi Rina.


"Rina pesankan saya kopi."


Rina sudah paham kalau Alfa sudah minta kopi pikirannya pasti sedang berat.


Setelah Alfa meminta kopi Rina segera menghubungi bagian pantry untuk mengirimkan satu gelas kopi keruangan Alfa.


Di ruang pantry dua karyawan bagian itu nampak bingung saling menyalahkan satu sama lain.


"Yos, kamu aja yang buat."


Kata saya satu karyawan pantry yang bernama Andi.


"Kamu aja Di, aku tidak terbiasa membuatkan kopi Pak Alfa, kamu tahu sendiri kan orangnya bagaimana."


Kata Yosi yang juga tidak ingin membuatkan kopi untuk Alfa.


"Ini gara - gara Lukman nggak masuk dia biasanya yang membuatkan kopi khusus untuk Pak Alfa." Kata Andi.


Mereka berdua sama-sama bingung bukannya tak mau membuatkan kopi untuk Alfa tetapi Alfa itu cuma cocok dengan kopi buatan Lukman yang hari ini izin.

__ADS_1


Anin merasakan entah kenapa hari ini matanya lengket padahal tadi malam juga tidur seperti biasanya.


"Kemana Anin."


Tanya Miss Salsa yang melihat Anin berdiri dari kursinya.


"Mau buat kopi Miss, mau Miss."


"Boleh deh, gulanya jangan banyak - banyak ya."


"Oke."


Anin menuju ke Pantry karena dia ingin membuat kopi untuk dirinya dan juga Miss Salsa.


Saat masuk ke pantry Anin melihat kedua karyawan itu sedang berdebat soal siapa yang akan membuatkan kopi Alfa.


"Cepat Yos, coba aja atau kita bisa di pecat nih."


Ucapan Andi terdengar oleh Anin yang merasa merinding jika ada kata-kata pecat.


Anin mengambil dua gelas dan ingin menuangkan kopi ke dalamnya tapi ada di hadapan dua karyawan itu.


"Maaf Mas, minta kopinya."


Yosi dan Andi menatap keadaan ini masih merasa asing karena baru 5 hari ini bekerja di sana.


"Mbak baru ya."


Tanya Yosi.


"Iya Mas, baru 5 hari ini."


"Mau buat kopi Mbak."


Gantian Andi.


"Iya Mas. Masnya ngapain dari tadi kok belum membuat kopi."


"Mbak bisa sekalian buatkan kopi biasanya kan perempuan lebih enak."


pinta Yosi yang sebenarnya ingin memanfaatkan Anin.


"Buat Mas nya."


Yosi dan Andi berkedip memberi kode.


"Iya Mbak he he .. Teman saya juga mau."


Kata Yosi.


"Oke.."


Anin tanpa berfikir yang macam - macam Dia membuat empat gelas kopi.

__ADS_1


😉😉😉😉


__ADS_2