
Amel sudah menuju ke kamar Arsy, dengan meninggalkan handphone yang begitu saja tergeletak di atas meja.
"Sayang, badan kamu panas banget."
Amel menempelkan punggung tangannya di dahi Arsy.
"Mbak, tolong panggil Alfa di kamarnya." pinta Amel kepada pengasuh Arsy.
"Baik Non."
Pengasuh Arsy langsung lari menuju ke kamar Alfa yang sedang berusaha di kamar bersama Anin.
Tak lama Alfa datang menemui Kakaknya di kamar Arsy.
"Arsy kenapa Kak." Alfa juga terlihat panik mendengar jika Arsy badannya panas.
"Panas Fa, ayo kita baru ke rumah sakit."
"Ayo Kak, Mbak tolong segera siapkan mobil." Perintah Alfa kepada pengasuh Arsy untuk segera memberitahu sopir untuk mempersiapkan mobil.
"Baik Tuan."
Pengasuh Arsy segera keluar mencari supir dan memintanya untuk segera mempersiapkan mobil.
"Arsy kenapa."
Mama Ani yang baru keluar dari kamar setelah diberitahu oleh Anin jika Arsy sakit.
"Arsy panas Ma, Alfa mau bawa ke rumah sakit."
Alfa membopong tubuh Arsy dan membawanya keluar menuju ke mobil.
"Mama ikut Fa."
Mama Ani mendorong kursi roda Amel menuju ke depan mengikuti Alfa, begitu pula Anin yang berjalan pelan mengikuti mereka ke arah teras.
__ADS_1
"Sayang, di rumah ya. Mas antar Arsy dulu." kata Alfa kepada Anin sambil mengusap kepala istrinya itu.
"Iya Mas, hati - hati ya. Anin nunggu di rumah."
"Iya Sayang."
Alfa membuka pintu mobil di bagian pengemudi dan bersamaan dengan itu datanglah sebuah mobil yang berhenti di depan gerbang rumah mereka.
"Amel... "
teriak Indra yang turun dari mobilnya dan tergesa-gesa mendekati mobil Alfa.
"Alfa, tunggu Alfa. Mana Arsy."
Alfa yang memang membuka jendela mobilnya menatap ke arah Indra.
"Cepat Fa jalan." Titah Mama Ani dari dalam mobil.
"Kamu ikuti saja pakai mobil kamu Dra, kita ke rumah sakit."
Setelah mobil Alfa keluar dari gerbang rumah Indra langsung menuju ke mobilnya kembali dan segera mengikuti mobil apa yang melaju di depannya.
Di dalam mobil Indra merasa gelisah khawatir dengan keadaan putri semata wayangnya. Dia terus mengikuti mobil apa yang melaju di depannya menuju ke arah rumah sakit.
Sesampainya di UGD Alfa turun dari mobil dan langsung membopong tubuh Arsy yang tadi berada di pangkuan Mama Ani masuk ke dalam UGD.
Suster langsung cekatan dengan menghampiri Alfa yang membawa pasien dan langsung melakukan tindakan.
Amel nampak cemas dan khawatir dengan keadaan Arsy yang sedang dilakukan pemeriksaan, Indra yang juga ikut menunggu di luar UGD menampakkan wajah gelisahnya.
Mama Ani yang berada di dalam menemani cucunya yang sedang dilakukan pemeriksaan oleh dokter menanti dengan cemas.
Alfa melihat dua insan yang hanya saling diam tetapi di dalam hatinya sama-sama gemuruh menanti keadaan anak mereka.
Amel tadinya mau ikut masuk ke dalam UGD namun dicegah oleh Mama Ani dia menunggu di luar saja biar Mamanya yang menunggu ke dalam.
__ADS_1
"Kak."
Alfa mendekati Kakaknya.
"Iya Fa."
"Arsy nggak papa, mungkin dia hanya kecapean saja."
"Semoga Fa."
Suara Amel terdengar lirih membuat Indra rasanya ingin memeluknya menenangkan dirinya.
Tak lama Mama keluar dari ruang pemeriksaan setelah tadi berbicara dengan Dokter.
"Gimana Arsy Ma."
Amel sudah tidak sabar lagi untuk tidak bertanya kepada Mamanya.
"Dia kena tifus."
Mama Ani terlihat lemas setelah mendengar penjelasan dari dokter tadi.
Indra yang rasanya ingin sekali segera melihat Arsy namun dia tahan, untuk tidak bertindak tidak gegabah agar semuanya baik-baik saja.
"Kita temui Arsy Ma."
Mama Ani menganggukkan kepalanya lalu mendorong kursi roda Amel menuju ruang perawatan Arsy yang sudah dipindahkan.
"Dra, ayo. kamu mau melihat keadaan anak kamu kan." ajak Alfa.
"Iya Fa."
Indra mengikuti Alfa berjalan di belakang Mama Ani dan juga Amel menuju ruang di mana Arsy di rawat.
😉😉😉😉😉
__ADS_1