
Arsy sudah di bawa pulang, dan kini keadaannya semakin membaik.
Hubungan kedua orang tuanya juga semakin membaik, dan sekarang Indra pun juga bisa mengambil hati Mama Ani sedikit demi sedikit yang kini sudah mau berbicara dengannya.
Saat Arsy pulang dari rumah sakit Indra pun ikut serta sampai ke rumah, walaupun setelah itu dia pun pulang ke rumahnya sendiri saat Arsy sudah tidur terlelap.
Kini sudah tiga hari semenjak Arsy dibawa pulang dari rumah sakit, Dia kadang menanyakan dimana Papa Indra karena Dia merasa senang saat ada Papa Indra ada yang menggambarkannya bagus.
"Ma, Papa Indra kerja dimana kok nggak ke sini."
Amel memang memberi tahu kepada Arsy jika Papanya itu bekerja jadi beberapa hari ini nggak datang menjenguknya.
"Papa Indra kerjanya jauh Sayang jadi jarang pulang."
Anin dan Mama Ani yang bersama dengan mereka hanya diam saja.
"Kapan Papa Indra pulang Ma."
"Nanti kalau Papa Indra pulang pasti ke sini ya, menemui Arsy lagi."
"Kapan Ma."
Amel tersenyum saja kepada Arsy dan mengusap kepalanya.
"Mel, apa coba telepon saja Indra siapa tahu bisa ke sini." Ucap Mama Ani yang membuat Amel kaget Mamanya sudah terbuka ternyata hatinya.
"Mama memperbolehkan Mas Indra ke sini."
"Semua demi Arsy tapi, jangan terlalu sering juga satu minggu sekali saja." Kata Mama Ani.
Amel pun sudah bersyukur Mamanya sudah terbuka pikirannya.
"Iya Ma, makasih Ma."
__ADS_1
Setelah mendapatkan persetujuan dari Mamanya, Amel akan memberitahu kepada Indra jika dia boleh mengunjungi Arsy walaupun hanya seminggu 1 kali.
Hari makin sore dan terdengar suara mobil yang memasuki halaman rumah.
Anin segera keluar untuk menyambut kedatangan suaminya yang baru pulang dari kantor.
"Assalamualaikum." Ucap Alfa dengan kita senyum kepada istrinya yang telah menunggunya di depan teras.
" Waalaikumsalam Mas."
Anin meraih tangan Alfa dan mencium punggung tangannya tak lupa Alfa pun juga memberikan kecupan di kening Anin yang selalu ia lakukan setiap berangkat dan pulang dari kerja.
"Ayo masuk Sayang."
Anin memeluk pinggang Anin dan membawanya masuk ke dalam rumah. Mereka menghampiri Mama dan juga Kakaknya yang ada di ruang keluarga baru kemudian naik ke atas.
"Mas."
Anin sedang membantu suaminya melepaskan dasi dan Dia sudah tak sabar ingin bercerita.
"Tadi Mama bilang sama Kak Amel kalau Mas indra boleh ke sini untuk menemui Aray tapi hanya satu minggu sekali."
"Mama bilang begitu sayang."
"Iya Mas, sepertinya Mama sudah bisa menerima kehadiran Mas Indra kembali."
Anin sudah melepaskan dasinya Alfa.
"Mandi Mas sudah sore."
"Syukurlah Mama sudah bisa menerima kehadiran Indra lagi." Ucap Alfa.
"Iya Mas, Alhamdulillah dan sekarang Arsy terlihat lebih membaik lagi."
__ADS_1
"Iya Sayang, Mas mandi dulu ya."
Anin tersenyum dan menggelengkan kepalanya kemudian berlalu ke ruang ganti untuk mengambilkan baju ganti suaminya.
Selesai mandi Alfa langsung berganti baju yang sudah disiapkan oleh Anin.
"Sayang, besok setelah bertemu dengan Dokter ikut ke kantor ya Mas ada meeting."
Kata Alfa sambil menyisir rambutnya didepan cermin dan Anin menatapnya.
"Lama nggak Mas meeting nya."
Alfa mendekat ke Anin yang duduk di sofa sambil tersenyum.
"Bentar aja kok Sayang."
Dia duduk di samping Anin dan mengusap perutnya.
"Anin boleh ketemu temen Anin di divisi Anin dulu."
Alfa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Tapi.."
"Tapi apa Mas."
"Tapi harus sama Mas kalau ketemu. Nanti di buat janji aja di cafetaria."
"Makasih ya Mas."
Anin memeluk suaminya karena merasa sangat senang sekali bisa bertemu dengan teman-temannya dulu.
🥳🥳🥳🥳
__ADS_1