KOPI CINTA

KOPI CINTA
83


__ADS_3

Alfa tersenyum senang dilayani Anin di meja makan, dia hanya duduk manis semua tersaji di depannya.


"Silahkan Mas."


"Makasih Sayang, yuk makan."


Mereka menikmati sarapan yang agak kesiangan itu karena aktivitas mereka.


Selesai sarapan Anin membereskan peralatan makan namun kali ini dia tidak mencucinya karena ingin pergi bersama suaminya.


"Ma berangkat dulu ya."


Alfa menemui Mamanya di ruang keluarga dan meraih tangannya kemudian mencium punggung tangannya.


"Hati - hati Alfa."


"Iya Ma."


Anin kemudian juga ikut pamit dengan Mama Ani.


"Anin juga pamit ya Ma."


"Anin mau kemana."


Anin meraih tangan Mama Ani dan mencium punggung tangannya.


"Anin ikut Alfa Ma ke showroom, setelah itu ke kantor." Kata Alfa.


"Anin ikut ke kantor."


"Iya Ma."


"Kalian hati - hati ya."


Alfa juga berpamitan dengan Amel begitu pula dengan Anin tanpa membahas masalah semalam yang belum ketemu titik temunya.


Alfa menggandeng tangan Anin mereka berjalan menuju ke pintu dan kemudian Alfa membukakan pintu mobil untuk istrinya.


"Silahkan Sayang."


"Makasih Mas."


Alfa menutup pintu mobil namun, sebelum dia masuk ke dalam mobil dia menemui satpam serta kedua anak buahnya yang berjaga di rumah untuk selalu waspada jika dirinya tidak di rumah.


Selesai berbicara dengan mereka Alfa pun masuk ke dalam mobil.


"Sudah siap Sayang."


"Sudah Mas."


Alfa mulai menjalankan mobil yang meninggalkan rumah, Dia rasanya hari ini senang sekali bisa ditemani sang istri beraktifitas.


"Mas."


"Hmmm.. Iya Sayang."


Alfa tersenyum sambil menoleh ke arah Anin dan kemudian fokus kembali menyetir.


"Memangnya nggak papa ya Mas Anin ikut ke kantor."


Alfa tersenyum, dia meraih tangan Anin dan menggenggamnya.


"Nggak papa Sayang, memangnya kenapa."


"Nanti Anin malah ganggu Mas kerja."


"Nggak Sayang, Mas hanya meeting saja sama kepala divisi membahas Projects baru nggak akan lama kok."


"Bener ya Mas nggak lama, Anin bisa bosan nanti nunggu."

__ADS_1


"Kamu nunggu di ruangan Mas nggak akan terasa bosan."


Kemudian mobil Alfa berbelok ke sebuah showroom karena dia sudah ditunggu oleh Riko.


Mobil Alfa berhenti dengan sempurna dia pun turun dari mobil dan kemudian diputar membukakan pintu untuk istrinya.


"Ayo Sayang."


"Makasih Mas."


Alfa menggenggam tangan Anin dan membawanya masuk ke dalam.


"Selamat pagi Pak."


Sapa karyawan yang bekerja di showroom itu karena Bos besarnya datang.


"Pagi, Pak Riko dimana."


"Di ruangannya Pak."


"Oke."


Alfa membawa Anin menuju ke ruangannya pasti Riko ada di sana. Dia sengaja ingin mengerjai Riko dia pun mengetuk pintu ruangannya.


"Iya masuk." terdengar suara Riko dari dalam.


"Maaf selamat pagi Pak."


Alfa berlagak seperti tamu karena Riko sama sekali tidak melihat ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.


"Pagi, du.. Sialan kamu Fa."


"Ha ha ha ha.."


Tawa Alfa berhasil mengerjai Riko, Anin pun ikutan tertawa melihat tingkah jahil suaminya.


"Jam berapa ini baru datang, Anin ikut."


"Katanya jam 9, ini masih kurang 15 menit."


Alfa duduk di sofa dan diikuti Anin yang duduk disampingnya.


"Iya bentar lagi Pak Eko pasti datang."


"Oke... Sayang minum." Kata Alfa dengan manisnya sambil merangkul pundak istrinya.


"Ehmmm.. Kalau mau bermesraan jangan disinilah, aku tahu Bro Kamu itu pengantin baru."


"Sirik aja kamu."


"Anin mau air putih aja Mas."


"Iya Sayang, Riko.."


Alfa memberi isyarat kepada Riko untuk meminta karyawannya mempersiapkan minum.


"Iya Bos."


Riko mengangkat gagang telepon kantor dan segera meminta karyawannya untuk membawakan minum.


Tak lama karyawannya datang dan membawakan minuman untuk Bos Mereka.


"Maaf Pak, tamunya sudah datang." Kata Karyawan itu.


"Oke, siapkan minum juga ya untuk tamu."


"Baik Pak."


Alfa dan Riko keluar dari ruangan itu untuk menemui klien mereka sedangkan Anin diminta untuk menunggu saja di dalam.

__ADS_1


Anin yang merasakan bosan hanya diam saja di dalam ruangan dia pun beranjak dan melihat foto-foto yang terpasang di dalam ruangan suaminya itu.


"Ternyata sudah lama juga showroom ini berdiri, banyak hal yang belum aku ketahui dari Mas Alfa tapi Mas Alfa juga tidak pernah bercerita tentang bisnisnya." Ucapnya sendiri sambil memandang foto suaminya mendapatkan penghargaan.


"Sayang."


Alfa masuk ke dalam ruangan dan mendapati istrinya berdiri menghadap ke dinding yang terpajang foto dirinya.


"Mas, udah selesai."


"Sudah Sayang, lagi ngapain."


Alfa memeluknya dari belakang.


"Showroom, ini sudah lama ya Mas, Anin baru tau kalau Mas punya Showroom."


"Lumayan Sayang, Mas dulu merintisnya bersama Papa kemudian setelah itu karena kesibukan Mas di kantor akhirnya Mas bekerjasama dengan Riko sebagai penanggung jawab showroom ini. Enggak mungkin juga Mas bisa fokus jika mengurus showroom ini sendiri karena kesibukan Mas di kantor."


"Maaf ya Sayang, Mas memang belum bercerita dengan kamu kalau punya bisnis sendiri selain di kantor karena Mas ingin terlihat apa adanya di depan kamu Sayang."


Anin menganggukkan kepalanya dan Alfa mengeratkan pelukannya hingga mereka pun tak sadar kalau Riko sudah masuk ke dalam.


"Suami kamu itu Anin, mau cari istri yang bisa menerima dia apa adanya ya hanya sebatas karyawan di kantor padahal aslinya dia itu udah tajir dari lahir." Ucapan Riko membuat mereka berdua menoleh ke belakang dan mendapati Riko yang sudah duduk di kursi.


"Jangan bocorin rahasia dong Bro."


Alfa menggandeng Anin untuk duduk di sofa.


"Kamu itu mendapatkan istri seperti Anin, terlalu beruntung tau nggak." Ledek Riko.


"Kok bisa."


Alfa mengerutkan dahinya seakan dia terlihat jelek banget di depan Anin.


"Mana ada cewek deket sama kamu kalau tidak karena melihat uang mu doang, kecuali Anin ini yang jadi istri kamu."


Anin menatap Alfa, karena Alfa memang belum pernah bercerita tentang masa lalunya.


"Banyak rahasia dari Mas Alfa." Dalam hati Anin.


"Kamu itu beruntung Bos, banyak bersyukur dapat istri Anin. Dia aja baru tau bisnis kamu yang sudah berkembang seperti ini hari ini setelah menjadi istri Kamu 1 minggu."


Alfa membawa Anin ke dalam pelukannya.


"Anin.." Panggil Riko.


"Iya Mas Riko."


"Kenapa kamu tidak mencari tahu tentang Alfa ini, suami kamu."


"Bro, kenapa tanya kayak gitu."


Anin tersenyum.


"Anin percaya sama Mas Alfa, Dia suami yang bertanggung jawab."


"Makasih Sayang." Alfa mengecup kening Anin.


"Kamu sekarang tau kekayaan Alfa seperti apa, Kamu nggak pingin meminta bulan madu keluar negeri kan kalian belum berangkat kemarin, malah udah kerja aja ini orang yang gak punya uang aja."


"Ha ha ha..." Tawa Alfa.


"Di rumah juga bulan madu Mas." Begitu simpel jawaban Anin.


Alfa mengeratkan pelukannya pada Riko pun melompat ke arah Alfa.


"Kamu kasih ajian apa sama istri kamu, ada orang nurut kayak gitu, punya suami tajir melintir nggak diajak bulan madu aja kok biasa aja." Ledek Riko ke Alfa malah membuatnya terkekeh.


"Nggak usah sirik Bro, yuk Sayang kita pergi aja lama-lama di sini pikiran kamu nanti diracuni sama Riko." Ledek Alfa sambil tertawa menggandeng tangan Anin keluar dari ruangan.

__ADS_1


"Alfa .. Alfa... Bahagia terus Bro."


Ucap Riko memandangi mereka berdua pergi.


__ADS_2