KOPI CINTA

KOPI CINTA
37


__ADS_3

Mereka berdua masih saling pandang, Alfa menatap Anin dalam berharap wanita di depannya itu mengatakan iya.


"Mas.."


Anin mulai bersuara dan mengalihkan pandangannya.


"Hmmm...." jawab Alfa.


"Anin boleh bertanya."


Sambil melirik Alfa yang menatapnya sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Boleh, mau tanya apa."


"Anin bo..."


Belum selesai Anin berbicara terdengar nada panggilan di ponselnya.


"Sebentar ya Mas."


Alfa menganggukkan kepalanya.


" Assalamualaikum Ma."


" Waalaikumsalam, Sayang di mana kok belum pulang sore begini."


suara Mama Rani terdengar sangat mengkhawatirkan kondisi Anin yang belum kunjung pulang.


"Anin lagi di.."


Anin melihat Alfa meminta ponselnya karena dia tahu yang menelepon itu Mama Rani.


"Biar Mas yang bicara."


Anin memberikan ponselnya kepada Alfa dan membiarkan Alfa yang berbicara dengan Mamanya.


" Assalamualaikum Ma."


" Waalaikumsalam Alfa ya."


Mama sudah bisa menebak suara Alfa.


"Iya Ma, Anin lagi sama Alfa nanti Alfa anterin pulang Ma. Maaf ya Ma nggak ijin dulu sama Mama tadi."


"Mama cuma khawatir sama Anin, jam segini kok belum pulang tadi pagi juga berangkat sendiri."


"Anin aman Ma sama Alfa. Alfa akan antar pulang Anin."


"Ya Alfa, makasih ya Alfa."


"Iya Ma."


Sambungan telepon terputus dan Alfa mengembalikan ponsel milik Anin.


"Tadi mau tanya apa."

__ADS_1


Alfa yang masih penasaran.


Anin memandang ke arah Alfa.


"Hmmm... Anin boleh tau kenapa Mas Alfa suka sama Anin."


Alfa yang tadinya serius menatap ke arah Anin, kemudian Dia terkekeh sendiri dan membuat Anin bingung.


" Kok Mas Alfa malah ketawa sih." Anin menyebikan bibirnya.


Alfa menegakkan badannya sambil menatap Anin.


" Yang membuat Mas suka sama kamu itu, ya diri kamu sendiri Anin."


Ucapan Alfa membuat Anin semakin bingung dan dia mengerutkan dahinya.


"Kok bisa Mas, Anin nggak paham."


Alfa mengambil kopi yang masih tersisa didalam cangkirnya dan menyeruputnya kembali.


"Kamu sengaja menggoda Mas lewat kopi kamu kan."


"Menggoda Mas lewat kopi.? Maksudnya gimana sih Mas Anin tambah bingung."


"Kamu ingat nggak pernah membuat kopi di pantry kemudian diantar oleh pegawai pantry itu keruangan Mas."


Anin mengingat-ingat apakah dia pernah membuatkan kopi untuk Alfa.


"Seingat Anin, aku nggak pernah buatin kopi untuk Mas Alfa di pantry."


"Mas itu sampai marah-marah sama pegawai pantry, Mas meminta untuk mencari orang yang membuatkan kopi yang sama persis rasanya dengan kemarin yang dia antar."


Anin mendengarkan penjelasan Alfa, membuatnya tak percaya.


"Mas nggak lagi bohong kan."


"Apa muka Mas, terlihat membohongi kamu."


Anin diam saja, jujur saja dia tidak mendapatkan kebohongan dari sorot mata Alfa.


"Tapi Mas sebelumnya kan enggak kenalan sama aku."


"Ya, Mas baru tahu kamu itu ketika kamu jatuh ditabrak sama Siska. Ya seharusnya Mas harus mengucapkan terima kasih sama Siska yang sudah mempertemukannya dengan kamu."


Kata Alfa sambil menatap Anin dan tersenyum manis.


" Jadi Mas suka nih, kaki Anin jadi kayak gini."


"Ya nggak lah, tapi inilah jalan yang diberikan sama Allah supaya Mas ketemu sama kamu."


"Jadi intinya apa Mas."


Anin masih ingin penjelasan yang jelas dari Alfa kenapa Alfa suka dengan dirinya.


"Jadi, Mas itu suka sama kamu karena kamu itu calon istri idaman Mas. " Alfa sambil menatap Anin dan tersenyum.

__ADS_1


"Kenapa jantungku berdegup lebih kencang begini."


Batin Anin saat ditatap oleh Alfa sangat dalam.


"Mas ingin punya istri pintar melayani suami salah satunya pintar buatin kopi seperti kamu."


Tambah Alfa semakin membuat jantung Anin serasa mau copot.


Anin tak berani menatap Alfa dia mengalihkan pandangannya namun di dalam hatinya juga merasa senang.


"Anin.. Please, Love Me."


Dalam banget rasanya Alfa mengucapkan itu, membuat Anin menatap Alfa dan tersenyum balik.


"Yakin kan Anin Mas. Jika Mas Alfa benar - benar sayang sama Anin."


"Pasti Anin, apapun yang terjadi hati Mas tidak akan pernah berubah hanya untuk kamu."


Anin jadi salah tingkah sendiri terus ditatap oleh Alfa.


"Mas, kita pulang yuk."


"Pulang kemana."


"Ke rumah Ku."


"Mas tidur di rumah kamu."


Sengaja Alfa menggoda Anin.


"Ya enggak lah Mas, maksudnya antar Anin pulang."


"Nanti aja, di sini dulu Mas mau berduaan sama kamu."


Alfa senyum - senyum menggoda Anin.


"Dosa Mas, ya udah Anin pulang sendiri aja."


Anin akan beranjak berdiri dan langsung di raih tangannya oleh Alfa.


"Eh.. gitu aja marah sih, tambah cantik kalau cemberut gitu."


Alfa semakin menjadi membuat Anin makin salah tingkah.


"Lepasin Mas."


Anin menggerakkan tangannya yang digenggam Alfa.


"He he he.. Jadi pulang nggak."


Alfa masih menggenggam tangan Anin.


"Jadi lah, ayo pulang."


"Ayo..."

__ADS_1


Alfa berdiri dan masih menggenggam tangan Anin semakin erat membawanya keluar dari ruangannya.


🤭🤭🤭🤭🤭🤭🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2