
Meeting telah selesai, beberapa ide cemerlang telah di cetuskan dan tim teknis siap menanganinya.
Tim Bu Rita mendapat kepercayaan untuk menciptakan tampilan yang semenarik mungkin.
"Anin, saatnya kamu tunjukan kemampuan Mu."
Ucap Miss Salsa saat Mereka akan ke kantin.
"Tim kita Miss bukan aku aja."
"Ya tapi sekarang beda ada kamu, he he he.."
Mereka bercanda saja sambil berjalan menuju ke kantin.
Sesampainya di kantin Anin dan Miss Salsa segera memesan menu sesuai selera Mereka.
Menikmati semangkuk Bakso dan air jeruk hangat membuat Anin kembali bersemangat untuk melanjutkan kerja. Bersama Miss Salsa dia kembali ke ruang kerjanya.
Tak terasa hari sudah sore dan waktunya untuk pulang, Anin mengambil ponselnya untuk menghubungi Papanya.
"Maaf ya Anin kamu pulang sendiri naik taksi ya, ini mobilnya masih di bengkel dan Papa mendadak ada tugas di luar kota." Ucap Papanya di telepon.
"Oke Pa, Anin bisa kok sendiri."
Kemudian sambungan telepon terputus dan Anin membereskan mejanya segera ingin pulang ke rumah.
"Anin pulang naik apa."
Tanya Miss Salsa.
"Naik taksi Miss, Papa tiba - tiba harus berangkat ke luar kota karena ada tugas dari kantor."
"Maaf ya Nin, aku nggak bisa nganter kamu juga karena suami juga keluar kota, ini juga naik ojol he he he.. Tawa Miss Salsa.
"Kita beda arah sayangnya ya Miss kalau satu arah kita bisa pulang bareng."
"Iya ya, ya udah nggak papa nanti lain kali kita bisa main bareng. Kamu ajak pacar kamu."
"Pacarnya siapa Miss he he he..."
"Ya pacar Kamu masa pacar orang kamu ajak."
"Miss Salsa ada - ada aja."
Mereka berdua keluar dari ruangan dan menuju ke lobby kantor untuk memesan kendaraan sesuai yang mereka inginkan untuk mengantar mereka pulang ke rumah.
Sesampainya di lobby, Anin memesan taksi online sedangkan Miss Salsa memesan ojek online.
Tak butuh waktu lama ojek pesanan Miss Salsa sudah datang, sedangkan taksi pesanan Anin juga belum datang. Beda ya karena mobil apalagi keadaan jalanan sedang macet pasti agak lama sampainya.
"Anin, aku duluan ya. Maaf soalnya anakku di rumah juga sudah menunggu."
"Santai aja Miss, duluan aja. Sebentar lagi juga datang taksi pesanan ku."
"Oke, hati - hati ya Anin."
__ADS_1
"Iya Miss."
Miss Salsa meninggalkan Anin yang masih menunggu taksi onlinenya di depan lobby kantor seorang diri.
Kemudian datang sebuah mobil yang berhenti di depan lobby, turunlah seorang satpam dari dalam mobil itu.
"Ini kan mobil Pak Alfa."
Dalam hati Anin yang sangat mengenali mobil Alfa.
"Mbak Anin belum pulang."
Ternyata Pak Agus yang tadi mempersiapkan mobil Alfa berati yang punya sebentar lagi akan pulang.
"Pak Agus, nunggu taksi Pak belum datang."
"Duduk di pos dulu Mbak, capek berdiri di situ."
Pak Agus menuju ke arah ke satpam yang terdapat bangku kosong untuk menunggu.
"Iya Pak, makasih."
Karena Anin juga merasa sudah capek menunggu sambil berdiri dia mengikuti Pak Agus dan duduk di bangku dekat pos satpam itu.
"Makasih ya Pak, maaf saya numpang di sini.".
" Nggak papa Mbak, ini tempat duduk umum siapa saja boleh duduk disini."
Anin tersenyum dan sesekali mengecek ponselnya sampai mana posisi taksi pesanannya itu.
"Sebentar ya Mbak, saya tinggal."
Mobil itu berjalan melewati pos satpam begitu saja dan Anin pun hanya diam memandangi mobil itu pergi.
Di dalam mobil Alfa melihat ke arah spion yang nampak bayangan Anin yang duduk sambil memandangi ponselnya di bangku sebelah pos satpam seorang diri.
"Anindita, ngapain di sana."
Ucapnya sendiri.
"Apa nunggu Papanya, kok belum datang sampai jam segini sebentar lagi juga maghrib."
Alfa kemudian memundurkan kembali mobilnya sebelum ia menyebrang.
Pak Agus yang melihat mobil busnya itu mundur lagi jadi kaget.
"Maaf Pak, ada yang ketinggalan."
Pak Agus mendekati Alfa yang membuka kaca jendelanya.
"Nggak ada Pak, Saya perlu sebentar."
Alfa turun dari mobil kemudian mendekati Anin.
Anin sendiri masih melihat ponselnya dengan gelisah kenapa tak sayang dipesannya tak jalan juga.
__ADS_1
"Anindita."
Sapa Alfa.
"Iya Pak Alfa, maaf ada apa."
Anin kaget dan langsung berdiri.
"Kamu nunggu siapa."
Pak Agus yang melihat Bosnya itu mengajak bicara Anin hanya diam saja dan menunggu di dalam pos.
"Nunggu taksi Pak, tapi belum juga datang dari tadi."
"Pulang bareng saya, Saya antar sampai rumah."
Tawar Alfa membuat Anin merasa tak enak.
"Makasih Pak, nggak usah repot-repot ini taksinya juga sudah berjalan ke arah sini."
Kata Anin bohong.
Pak Agus pun mendengar percakapan mereka berdua karena pintu pos satpam itu juga terbuka.
"Di sana macet Anin, nggak mungkin tapi yang kamu pesan itu segera datang. Saya antar pulang saja ini sudah malam nanti orang tua kamu khawatir."
"Makasih Pak, tapi saya tidak mau merepotkan Pak Alfa."
"Ini sudah mau malam Anin, nggak baik perempuan menunggu sendiri disini. Ayo saya antar pulang."
"Tapi Pak, saya nggak enak pulang di antar Bapak."
"Kamu tenang aja, kantor sudah sepi nggak ada yang tahu kecuali Pak Agus."
Pak Agus hanya tersenyum saja dan menundukkan kepalanya.
" Bener Apa kata Pak Alfa Mbak, mending Mbak Anin pulang aja sama Pak Alfa ini sudah malam saya juga sebentar lagi pulang."
Kata Pak Agus.
Anin masih nampak bingung mau mengiyakan atau menolaknya.
"Ayo Anin, silahkan masuk."
Alfa membukakan pintu mobilnya untuk Anin.
Anin masih diam mematung dia masih ragu.
"Anindita, pulang sama saya nanti saya yang bilang kepada kedua orang tua kamu, mereka pasti mengerti kenapa kamu pulang dengan saya."
"Makasih Pak."
Anin dengan jalan pelan - pelan akhirnya mau naik ke mobil Alfa dan pintu segera ditutup oleh Alfa.
Pak Agus melihat mobil itu berjalan meninggalkan kantor dan di dalam hati merasa ada perhatian dan diberikan oleh Alfa kepada Anin.
__ADS_1
"Yang satu cakep yang satu cantik, semoga diberi yang terbaik Pak Alfa itu orangnya baik sekali cocok sekali jika sama Mbak Anindita."
😌😌😌😌