KOPI CINTA

KOPI CINTA
44


__ADS_3

Alfa membukakan pintu untuk Anin dan Arsy.


"Arsy duduk sendiri ya di depan, Bunda belakang aja."


"Ndak mau, cama Bunda."


Arsy memeluk kaki Anin.


"Udah di depan semua."


Titah Alfa.


Anin duduk di jog samping kemudi dan Alfa menutup pintunya.


"Udah siap semua."


Alfa duduk di belakang kemudi dan mengenakan sabuk pengamannya.


"Udah Pa."


Anin tersenyum aja, Arsy yang jawab.


"Anin, seat belt nya."


Alfa melihat Anin belum mengenakan sabuk pengaman di badannya.


"Iya Mas."


"Oke kita jalan."


Alfa menjalankan mobilnya menuju ke arah rumahnya.


Arsy terlihat menguap dipangkuan Anin.


"Arsy ngantuk Mas."


"Biarin aja tidur, apa dipindah ke belakang aja kalau kamu keberatan memangku nya."


"Nggak papa Mas, di sini aja. kasihan masa di belakang sendiri."


"Makasih ya Anin."


Anin tersenyum dan Alfa menatapnya namun ada guratan di wajah Anin yang sedikit mengganggu Alfa.


"Kamu kenapa Anin."


"Hmmm... Kenapa."


Anin menatap Alfa.


"Kamu mikirin apa."


Anin mengalihkan pandangannya ke Arsy yang tertidur di pangkuannya sambil mengusap kepalanya.


"Kamu ragu mau ketemu Mama."


"Anin takut Mas, nanti kalau Mamanya Mas nggak suka sama Anin gimana."


Alfa malah tersenyum.


"Kamu tau nggak, saat Mas bilang mau bawa kamu ke rumah. Mama sangat antusias sekali sudah pengen kenal sama kamu."


"Masa Mas."


Anin menatap ke arah Alfa yang tersenyum. Sedikit ada rasa tenang dihatinya.


"Kamu tenang aja, Mama baik orangnya."


Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Tak lama Alfa berhenti di depan gerbang dan menekan klaksonnya.


"Ini rumah apa istana."


Dalam hati Anin melihat sebuah rumah yang memiliki pagar tinggi itu.


Pintu gerbang pun terbuka dan Alfa memasukkan mobilnya ke dalam ada seorang satpam yang menjaga tersenyum ke arah mobil.


"Kamu tunggu jangan turun dulu."


Setelah mobil Alfa berhenti dengan sempurna dia keluar dari mobil dan memutar membuka pintu samping.


"Aku ambil Arsy dulu."


Alfa mengangkat tubuh Arsy dari pangkuan Anin.


"Ayo, Anin kita masuk."


Anin turun dari mobil dan kemudian mengikuti Alfa.


"Anin, sini samping aku."

__ADS_1


Alfa mau menggandeng Anin tapi nggak bisa Dia menggendong Arsy yang tidur.


Anin mendekat dan berjalan di samping Alfa.


"Assalamualaikum."


Ucap Alfa dan diikuti oleh Anin.


"Waalaikumsalam."


Terdengar suara dua perempuan dari dalam rumah.


"Arsy tidur Fa."


"Ya Kak."


Kak Amel bersama dengan Mama Ani menyambut kedatangan mereka. Arsy kemudian dibawa oleh suster untuk ditidurkan di dalam.


"Anin, ini Mama."


Anin tersenyum kemudian mendekat ke Mama Ani dan meraih tangannya mencium punggung tangannya.


"Ma, ini Anindita."


Alfa mengenalkannya.


"Apa kabar Tante."


Mama Ani mengusap pundak Anin yang sedang mencium punggung tangannya.


"Baik Anindita. Panggil Mama aja deh jangan Tante, cantik ya Alfa calon mantu Mama."


Kata Mama Ani sambil melirik ke Alfa yang tersenyum, Anin pun nampak malu dipanggil calon mantu.


"Kak Amel apa kabar."


Anin juga meraih tangan Amel dan mencium punggung tangannya.


"Baik Anin, sampai juga disini ya."


Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Kita masuk Anin."


Mama membawa Anin ke dalam menuju ke ruang tamu diikuti oleh Alfa yang tersenyum senang.


"Bahagia banget."


"Iya dong Kak."


Mereka duduk di kursi ruang tamu kemudian datang bebek yang membawakan minuman serta camilan untuk mereka.


"Ayo Anin dicoba ini kue Mama sendiri lho yang buat."


"Iya Ma."


Anin mengambil 1 potong kue yang ada di piring di hadapannya.


"Enak Anin."


"Enak Ma." Kata Anin sambil tersenyum.


"Ini kesukaan Alfa."


Anin menatap ke arah Alfa yang tersenyum kepadanya.


"Anin sudah lama kenal sama Alfa."


"Baru sekitar satu bulan ini Ma."


Nampak Mama menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"Alfa kapan Mama diajak ke rumah Anin untuk melamarnya."


Mama memeluk pundak Anin sambil tersenyum senang ke arah Alfa yang memandangnya balik kemudian menatap Anin yang menunduk malu.


"Nanti Ma, kalau Anin sudah siap menjadi istri Alfa." Ucapnya sambil memandang Anin.


"Anin.."


Mama meraih kedua tangan Anin.


"Iya Ma."


Anin pun memandang ke arah Mama Ani.


"Kamu sayang sama Alfa."


Anin bingung harus jawab apa, dia balik menatap ke arah Alfa.


"Ma, kenapa Mama tanya begitu." Alfa mengerti maksud Anin memandangnya.

__ADS_1


"Alfa, udah mau melihat kamu menikah. Berapa coba usia kamu sekarang."


Anin hanya diam saja mendengarkan.


"Anin.. Mau kan jadi menantu Mama. Alfa itu jika sudah membawa seorang perempuan untuk pulang dan diperkenalkan dengan Mama itu artinya dia serius. Apa kamu masih ragu Anin dengan Alfa."


Mama Ani memandang ke arah Anin sambil tersenyum.


"Ma, jangan begitu kita masih tahap saling mengenal. Alfa sudah bilang ke Anin untuk serius tapi kita memutuskan untuk saling mengenal terlebih dahulu."


Alfa yang menjelaskan ke Mamanya karena dia tidak mau Anin merasa tertekan dengan pertanyaan Mamanya.


"Anin, mau kan jadi menantu Mama."


Anin menunduk malu sambil menggigit bibir bawahnya.


"Ma... "


Alfa nggak mau Anin ini merasa dibebani.


"Diam Alfa, Mama mau Anin jadi menantu Mama. Mau kan Sayang."


Anin mengangkat kepalanya kemudian tersenyum.


"Tergantung Mas Alfa Ma."


"Maksudnya."


"Tergantung Mas Alfa bisa membuktikan keseriusannya atau tidak kepada Anin, Ma."


"Itu dengerin."


Kak Amel menyenggol Alfa.


"Aku serius sama kamu Anin."


Alfa mendekat dan berjongkok di depan Anin.


Mama Ani tersenyum melihat tingkah Alfa.


"Berdiri Mas, jangan kayak gitu." Pinta Anin.


"Nggak mau, Mas mau buktiin keseriusan Mas ke kamu."


"Mas kasih Anin waktu untuk sholat istikharah."


"Oke, Mas akan tunggu."


"Sekarang duduk sana Mas."


"Iya Sayang."


Alfa membuat Anin salah tingkah, pipinya merona.


"Anin, Mama siap kapanpun untuk melamar kamu menjadi menantu Mama."


"Anin minta waktu ya Ma."


"Iya Sayang "


Mama Ani mengusap pipi Anin.


"Mama..."


Suara Arsy memecah keheningan dia terbangun dari tidurnya.


"Halo Sayang."


Arsy melihat setiap orang yang ada di depannya.


"Bunda.."


Arsy langsung meminta ke Anin.


"Halo Arsy, udah bangun ya."


Arsy memintamu di pangkuan Anin dan masih mengucek matanya.


Mama Ani yang melihatnya tersenyum senang, selain cantik Anin juga sayang sama anak kecil.


Kemudian datang Bibi yang memberitahu jika makan siang sudah siap.


"Ayo Anin kita makan siang dulu."


Anin mengikuti Mama Ani sambil menggendong Arsy begitu pula dengan Alfa yang mendorong kursi roda Kakaknya menuju ruang makan untuk menyantap makan siang bersama.


🤗🤗🤗🤗🤗


Mana dukungannya ini..


Jangan lupa tinggalin jejaknya readers...

__ADS_1


Libur - libur dikasih double UP ini 🤣🤣🤣🤣


__ADS_2