KOPI CINTA

KOPI CINTA
165


__ADS_3

Beberapa menit setelah menutup telepon dari Alfa, Anin merasakan perutnya terasa kencang kembali.


Mama Ani dan Mama Rani segera membawa Anin untuk ke rumah sakit dengan diantar sopir karena tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya.


Sesampainya di rumah pengecekan mobilnya dan langsung turun dengan tergesa-gesa untuk mencari istrinya.


"Assalamualaikum, Sayang."


"Sayang dimana Sayang."


Alfa masuk ke dalam rumah tetapi tidak ada yang menjawab rasanya semakin tidak enak lalu muncullah Bibi dari dalam.


"Den Alfa."


"Bi, mana Anin sama Mama."


Alfa sudah terlihat sangat khawatir.


"Dimana Mereka Bi."


"Non Anin sudah dibawa ke rumah sakit Den, Sama Nyonya dan Mama Rani di antar Pak Tono tadi."


"Rumah sakit mana Bi, kok nggak nunggu saya."


"Ke rumah sakit Harapan Anak Den, tadi pesan ke Bibi Den Alfa diminta langsung menyusul aja."


Alfa langsung balik kanan dan menyalakan remote mobilnya segera menangkap gas untuk menyusul istrinya.


Alfa mencoba menghubungi Mamanya sambil menyetir namun tak ada jawaban juga yang membuatnya semakin khawatir.


"Sayang, kamu pasti kuat."

__ADS_1


Alfa meletakkan ponselnya begitu saja di dasbor mobil dan berkonsentrasi untuk bisa segera sampai ke rumah sakit.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu lama karena lalu lintas juga sedang lancar, Alfa memarkirkan mobilnya dan langsung menuju ke UGD.


Dengan berlari Dia dari jauh melihat Mamanya berdiri di depan UGD.


"Mama, dimana Anin Ma, gimana keadaannya istri dan anak Alfa."


Sambil ngos-ngosan Alfa mencecar Mamanya dengan pertanyaan.


"Tenang Alfa, istri kamu sedang di dalam saya ditangani dokter."


Mama Ani menunggu di luar untuk menghubungi Alfa karena Mama Rani sudah di dalam menemaninya.


"Alfa boleh masuk Ma."


"Tunggu sebentar sudah ada Mama Rani di dalam menemani Anin."


Kemudian keluar Mama Rani dan Alfa langsung mendekatinya.


"Ma, gimana keadaan Anin. Alfa masuk ya Ma."


"Anin baik-baik saja Alfa dia masih pembukaan dua."


Mama Rani memang sengaja keluar untuk melihat apakah Alfa sudah datang karena Anin menanyakannya.


"Masuklah, Anin menanyakan Kamu."


Alfa langsung masuk ke dalam dan masih ada Dokter yang sedang memeriksa.


"Sayang, kamu baik - baik aja kan."

__ADS_1


Alfa mengecup kening istrinya tak peduli ada Dokter dan Suster.


Anin tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Dok, gimana keadaan istri dan anak saya."


"Semua baik-baik saja Pak, ini memang proses sebelum melahirkan ibu Anin akan mengalami pembukaan yang semakin lama akan semakin melebar dan nantinya akan mempermudah persalinan." terang Dokter.


Alfa sayu menatap istrinya yang masih bisa tersenyum sekuat itu padahal harus menahan sakit yang akan sering timbul.


"Sayang, sakit ya."


"Ini hilang lagi Mas, tapi kadang nanti juga akan terasa sakit lagi."


"Sabar ya Sayang, kamu pasti bisa."


"Kami akan segera memindahkan Bu Anin ke ruangan agar bisa beristirahat dan mempersiapkan diri menjelang persalinan."


"Baik Dok, terima kasih."


"Selalu temani istrinya dan diberi semangat Pak." Kata Dokter sambil menepuk pundak Alfa lalu meninggalkan mereka berdua.


"Mari Pak, administrasinya bisa diselesaikan dulu." Kata Suster.


"Sayang, Mas keluar dulu ya untuk mengurus administrasi dan Mas akan panggilkan Mama untuk menemani kamu dulu."


"Iya Mas."


Alfa mengecup kening Anin lalu mengikuti suster untuk mengurus administrasi lalu Mama Ani dan Mama Rani menemani Anin di pindahkan ke ruang perawatan.


🙂🙂🙂🙂🙂

__ADS_1


Doakan Anin ya readers 🤲🤲🤲


__ADS_2