
"Ngapain."
Amel penasaran dengan kedatangan Indra.
"Dia hanya mengajak Alfa untuk bicara saja Kak."
"Soal apa."
Mama Ani juga penasaran dengan kedatangan Indra yang menemui Alfa secara pribadi.
Alfa membenarkan duduknya kemudian memandang ke arah Mama dan juga Kakaknya secara bergantian.
"Alfa mau tanya dulu sama Kak Amel."
"Tanya apa Fa."
"Kemarin Indra, pernah bicara apa sama Kakak."
Mama Ani langsung menatap ke arah Amel dan menelisiknya menunggu kejujuran dari putrinya itu.
Amel yang sadar akan mendapatkan tatapan dari Mamanya hanya menarik nafas dan membuangnya secara pelan.
"Bicara apa Mel."
Mama Ani memang terdengar agak serius.
"Mas Indra, mengungkapkan keinginannya untuk kembali rujuk Ma sama Amel."
"APA!!!... Kamu setuju."
Mama Ani terkejut pengen apa yang diucapkan oleh Amel karena putrinya itu sama sekali tidak pernah bicara dengan dirinya.
"Amel tidak menjawabnya Ma."
Amel merasakan aura tidak setuju dari Mamanya.
"Mama, tidak bisa menerima jika Indra menjadi anggota keluarga kita kembali. Apa belum cukup dia menyakiti kamu Amel meninggalkanmu begitu saja dengan Arsy yang masih bayi."
Mama Ani yang merasakan sakit mengingat kejadian waktu dulu hingga membuatnya meneteskan air mata.
__ADS_1
Anin yang duduk di antara Suami dan Mamanya melihat jelas Mama Ani meneteskan air mata.
"Sabar Ma, istighfar Ma."
Anin menenangkan Mama Ani dengan mengusap - usap punggung tangannya.
"AMEL..! MAMA TIDAK SETUJU JIKA KAMU KEMBALI LAGI DENGAN INDRA."
Kata - kata Mama Ani terdengar keras seperti sebuah perintah.
Lalu Mama Ani pun berdiri dan meninggalkan mereka bertiga menuju ke kamarnya.
Amel hanya diam, matanya juga nanar menahan air mata yang akhirnya jatuh juga membasahi pipi mulusnya.
"Ma, Anin temenin."
"Nggak usah Anin, Mama mau istirahat kamu juga istirahat ke kamar."
"Iya Ma."
Alfa meraih tangan Anin dan menggenggamnya.
Anin menentukan kepalanya namun dia memandang ke arah Amel.
"Mas..."
Dengan isyarat mata Anin melihat ke arah Amel untuk mengode suaminya.
"Kak."
Panggil Alfa dan Dia melihat Amel yang mengusap air matanya.
"Kakak, mau istirahat."
Amel pun berlalu juga dengan kursi rodanya menuju ke kamarnya.
"Mas, kasihan Kak Amel."
"Udah Sayang, kita istirahat dulu yuk kita tunggu Kak Amel sama Mama untuk bisa menenangkan diri dulu."
__ADS_1
Anin hanya menganggukkan kepalanya saja kemudian bersama dengan Alfa menuju ke kamarnya.
"Mas, apa Kak Amel masih mencintai Mas Indra."
Anin menyenderkan badannya di sandaran sofa diikuti Alfa di sampingnya.
"Nggak tau juga Sayang."
Alfa malah mengusap perut besar Anin.
"Biarkan Mereka yang memikirkan Sayang, kamu fokus aja sama anak kita."
"Sayangnya Papa lagi apa."
Alfa mengajak bicara anaknya sambil mengusap perut Anin.
"Aduh Mas."
Tiba - tiba terasa tendangan yang lumayan kencang diperut Anin.
"jangan keras - keras sayang, kasihan bunda."
Alfa mengusap - usap perut istrinya setelah mengajak bicara anaknya yang ada di dalam.
"Anak kita cewek apa cowok ya Sayang." Tanya Alfa yang penasaran dengan anaknya.
Anin memang belum mau untuk mengetahui jenis kelamin dari calon buah hatinya.
"Mas, udah nggak sabar ya mau mengetahui jenis kelamin anak kita."
Alfa tersenyum memandang Anin, karena Anin maunya nanti setelah 7 bulan baru mau mengetahui jenis kelamin anaknya setelah itu mencari keperluan untuk buah hatinya.
"Iya Sayang."
Nampak wajah Alfa yang memelas.
"Bulan depan ya Sayang."
Ucap Anin sambil mencubit pelan pipi suaminya 🤩🤩🤩🥰🥰🥰🥰
__ADS_1