MAWAR BERDURI

MAWAR BERDURI
Bab 10


__ADS_3

Setelah makan siang mendapat kunjungan dokter, dokter menjelaskan kondisi bunga saat ini, untuk cidera di kepalanya sudah membaik hanya saja butuh pemulihan untuk masalah pencernaan.


ternyata bunga juga mengidap magh kronis.??.


" istirahat yang cukup ya Bu, hindari stres karena itu sangat mempengaruhi kesehatan ibu..( pesan perawat yang menemani dokter visit).


" baik sus terima kasih,"


Setelah dokter meninggalkan ruangan, pak Yadi masuk menemui bunga,


" ndok,,,, bapak mau ke kedainya Bu zainap, bapak mau antar indah pulang, soalnya indah harus sekolah, kemarin cuma izin selama dua hari.


" Iya pak,,, gapapa bunga udah lebih baik kok,, bapak gak usah khawatir,, kasian indah nanti ketinggalan pelajaran.. "


" kamu nda apa- apa ndok bapak tingal,, ibumu baru bisa kesini nanti sore, soalnya bantu bantu dulu di kedai Bu zainap. Bu zainap sudah banyak bantu kita.


" iya pak,,, bapak hati hati ya bunga mau istirahat, tadi kata dokter kan bunga harus banyak istirahat. !


" maafin bunga ya pak,,, ?!" bunga terus merasa bersalah.


" udah ndok,,, nda usah minta maaf,,?! ya sudah bapak pulang ya,,,?! pak Yadi mencium kening bunga.


" iya pak.." bunga melambai kan tangan dengan sisa tenaga yang ada.


Setelah kepergian pak Yadi,,, bunga baru meluapkan kesedihan, tubuhnya yang lemah bergetar menandakan tangisan yang begitu menyayat hati, mengingat kejadian dua malam yang lalu,


Dia masih tak percaya, dengan apa yang menimpanya,


sahabat, saudara, dan kekasih , bunga di hianati 3 orang terdekatnya sekaligus.


hal itu menyisakan trauma yang mendalam,


setiap kali teringat saat dirinya di pukul, di ikat di tampar oleh sahabat nya sendri, dan juga penghianatan kekasih dan sepupunya,


seketika bunga merasakan sesak yang teramat di dadanya, hatinya bagai dirajam pisau belati.


Kenyataan yang tak pernah terlintas dibenaknya.


ketulusan bunga tak berarti bagi mereka, yang ada hanya kebencian iri dengki yang mereka bungkus dengan topeng persahabatan.


setelah lelah menangis bunga ahirnya tertidur, juga karena efek obat yang dia minum.


4 Hari berlalu bunga menjalani rawat inap dirumah sakit, karena kondisinya sudah membaik bunga di izinkan pulang.


Ditemani oleh ibu Maesaroh dan juga Bu zainap bunga meninggalkan rumah sakit

__ADS_1


Terbesit dipikiran nya kenapa Fendi bahkan tak menjenguk nya sedikit pun. apa Fendi benar- benar sudah melupakan nya.


Meskipun Fendi telah mengkhianati nya dalam hati kecil bunga masih mencintai Fendi, dan tak mudah bagi bunga untuk melupakan nya,


Fendi adalah cinta pertama sekaligus pacar pertama bunga.


Apakah sudah tak tersisa ruang dihati Fendi untuknya,


air mata kembali menetes tak memberi aba-aba, namun secepat kilat bunga menghapus nya, ia tak mau ibunya melihat air matanya, dia merasa sudah banyak menyusahkan orang tuanya.


Tanpa bunga sadari sepasang mata memperhatikan dari kejauhan,,,


Fendi sungguh pengecut dia tak berani muncul dihadapan bunga.


Sesungguhnya Fendi merasa sangat hancur karena kecerobohan nya masuk dalam perangkap Melani.


Fendi merasa tertekan karena terus saja di ancam Melani jika berani- berani mendekati bunga lagi, Melani mengancam akan menyebarkan foto-foto tak senonoh mereka dan juga akan menghancurkan bunga.


Dengan terpaksa fendi menuruti semua perkataan Melani,


fendi tak mau Melani menyakiti bunga lebih sadis lagi.


Sementara Setelah tiba di kedai, bunga langsung pergi ke kamar nya, walpun Bu zainap menawarkan tingal di rumah Bu zainap, selama masa pemulihan tapi bunga menolak, dia merasa kebaikan Bu zainap sudah lebih dari cukup.


dia memilih tetap tinggal di kamar kecil saksi bisu penderita nya selama ini, tak terhitung ribuan tetes air mata bunga tertumpah kan di kamar ini.


Bu Maesaroh datang membawa semangkuk bubur hangat dan segelas air putih,


" iya Bu,,, terimakasih ya bu...?!!


Bunga yang tengah termenung segera bangkit,


" ndok,,!! boleh cerita sama ibu apa yang terjadi sama kamu, ibu dengar selain Masalah pencernaan, kamu itu ada luka di kepala.??!


(Bu maesaroh mencoba mencari tahu).


" Gapapa Bu,,,, bunga jatuh di kamar mandi.!"


bunga berbohong agar orang tuanya tak khawatir.


" Tapi ndok...Hm...


" Bu,,, !!! buburnya enak siapa yang bikin,??" bunga memotong dan mengalihkan pembicaraan.


" Bu zainap yang bikin,,, Bu zainap baik banget ya ndok,,, banyak membantu kita,,, muda-mudahan suatu saat kalau kamu sudah sukses kamu bisa membalas kebaikan Bu zainap.. ?!

__ADS_1


Bunga yang tengah makan, melambatkan gerakan nya, mendengar ucapan ibu Maesaroh, otaknya mencerna setiap kata-kata,


Ada banyak hal yang harus dia lakukan, orang tua yang harus ia bahagia kan, membalas kebaikan orang yang telah membantunya, seharusnya dia terpuruk, banyak tanggung jawab yang harus dia lakukan, biarlah ia simpan rasa sakitnya sendiri,


Orang-orang toxic yang menyakitinya tak boleh membunuh mimpi-mimpinya.


bukankah dia harus tetap melanjutkan hidup dengan baik.


sudah tiga hari bunga istirahat pemulihan, kini dia sudah sehat dan mulai kembali beraktivitas.


Bu maesaroh pun telah kembali ke desa,


Seperti biasa di pagi hari ia membantu Bu zainap membuka kedai, menyiapkan peralatan dan membersihkan ruangan.


Kemudian bersiap pergi kuliah, dia harus fokus mempersiapkan skripsi nya.


Bunga ingin secepatnya menyelesaikan kuliahnya, dia ingin segera meninggalkan kota yang penuh kenangan pahit, dan memulai kehidupan yang baru,


Bunga menyibukkan diri dengan belajar dan bekerja, dia tak peduli pada siapapun, dia menghindari orang-orang menyakitinya termasuk Fendi,


Bunga menutup akses komunikasi baik dengan Sisil, Melani maupun Fendi.


Bunga bahkan mengganti nomer telfonya.


Meski beberapa kali Fendi berusaha menemui bunga, Fendi ingin meminta maaf, atas kesalahannya.


Akan tetapi sedikitpun bunga tak menghiraukan,


Jangankan untuk bertemu dan berbicara


hanya mendengar namanya saja dada bunga akan terasa sesak, keringat dingin, dan cemas yang berlebih, sehingga bunga memilih menjauh, demi kesehatan psikisnya.


Bunga telah menjadi orang yang berbeda seakan mati rasa,dingin, cuek, dan tak mau membangun relationship teman apalagi pacar. dia hanya fokus dengan tujuannya.


Butuh waktu 2 bulan ahirnya bunga bisa menyelesaikan skripsi tepat waktu sebelum jadwal sidang skripsi ujian.


perjuangan bunga tak sia- sia, ahirnya bunga lulus dengan mendapatkan predikat cumlaude dengan IPK 3,69.


Ahirnya dengan penuh perjuangan, keringat dan air mata, bunga bisa menyelesaikan pendidikannya untuk bekal meraih masa depan yang lebih cerah.


Dan harapan terbesar nya adalah meninggalkan kota ini dan memulai kehidupan barunya, meniti karir di ibukota, untuk mewujudkan impian, mengangkat derajat orang tua, dan membahagiakan adik satu-satunya.


Pepatah mengatakan *anak perempuan pertama bahunya harus sekuat baja, hatinya harus setegar karang*


* Menyelesaikan sebuah tangung jawab itu bagaikan sebuah petualangan, ketika kau bisa melakukan nya, kau tau siapa pemenangnya*.

__ADS_1


"flashback done"


__ADS_2