
" o iya dek,,, Emng kamu pernah ketemu sama keluarga Bima,,?
" Pernah donk..! beberapa kali main kerumahnya, Bima cuma tingal sama mamahnya, ayahnya meningal 2 tahun lalu". indah mulai bersemangat lagi.
" Bima anak tunggal.?"
" Sebenarnya sih dia punya Kaka laki-laki, cuma setalah beberapa tahun yang lalu gagal berumah tangga, kakaknya memutuskan buat kerja dan tingal di luar negri.
" Oh,,, ya udah dek,,!! kamu terima aja lamaran Bima, kalian kan saling mencintai.
" iya,,,, sih tapi apa bisa mba hadir di acara pertunangan aku,,?
" Mba,, usahain,,," masih ada keraguan di hati bunga.
" Tapi mba gak usah dipaksain, kalau memang belum siap, dan lagi acarnya juga masih lama, kurang lebih sebulanan lagi lah.
" ayo ndok pada makan, ibu sudah masak ini, !! ibu berteriak dari dapur hingga memutus obrolan bunga dan indah.
" iya Bu,,," bunga dan indah menyaut bersamaan.
" o'ya ndok,,, besok ibu mau kembali ke kampung ya ndok,,,!! kasian bapakmu gak ada yang ngurusin.
" hm,,, Cepet amat buk,,,!?
" iya,, dan lagi sebentar lagi musim panen ibu harus bantu bapakmu,!!
" iya,,, kasian bapak kalau ibu kelamaan disini.
indah Gimana masih mau di sini atau ikut ibu pulang..?
" pulang.... hehehe " indah tak lagi murung ia sudah mulai cengengesan lagi.
" hm,,, pasti gak sabar mau ketemu Bima sakti" hahaha" bunga meledek indah.
" iih mba mah,,, sama calon adik ipar kaya gitu,!"
indah merajuk manja.
" hahahah,,,, kamu makin lucu kalau cemberut,,, iihh.." bunga mencubit pipi indah yang tengah makan,,
" Auh,,, Auh,,, Auh,, mba iih".. ibuu mba tuuh,,,"
indah mengadu pada ibunya,
ibu Maesaroh hanya tersenyum menggeleng kepala melihat tingkah kedua putrinya.
Selesai makan mereka, menghabiskan waktu nonton TV bersama, karena ini wekend jadi bunga tidur lebih malam dari hari biasanya.
Pagi hari ibu Maesaroh dan indah sudah berkemas untuk kembali ke kampung halaman,
" Bu,,, ibu kenapa gak naik pesawat aja sih,, ?! kan lebih Cepat sampai dari pada naik kereta.
" Tau nih,, ibu naik pesawat aja yuuk,!!" indah nampak keberatan naik kereta.
" ibu lagi pengen naik kereta ndok,,!! ibu Suka agak takut kalau naik pesawat, dan lagi kan lebih ekonomis.
" Tar ibu cape,,,!?
__ADS_1
" gak,,, ibu masih sehat ndok,,,!! ya sudah ayo ke stasiun, nanti ketinggalan kan repot.
" Masih 2 jam lagi Bu jadwal keberangkatan nya.
" belum dijalan kalau macet gimana!? lebih baik kita yang nunggu, ayoo,,,!!
" iya,, Bu,,!? Bunga mengantar kan indah dan ibunya ke stasiun.
masih ada waktu satu jam lebih, mereka memilih menunggu di food court,
kali ini bunga tampil casual dengan mengenakan atasan vintage dipadu dengan celana jeans dia juga mengenakan topi putih, memberikan kesan santai namun tetap fashionable.
Tak lupa mereka mengambil beberapa foto bersama, indah beberapa kali memotret bunga yang tengah asik menikmati minuman nya.
Setelah indah dan ibu Maesaroh masuk kedalam kereta, bunga menunggu kereta berangkat, ia beberapa kali melambaikan tangan mata nya berkaca- kaca menahan tangis, bunga harus sendri lagi, berteman dengan rasa sepi.
Dalam hatinya sebenarnya bunga juga ingin ikut pulang ke kampung halaman, namun kenapa dia masih merasa takut.
" Aku gak boleh kaya gini terus,,, aku harus belajar berdamai dengan masa lalu,,
" Demi bapak, ibu dan juga indah, indah pasti akan sangat sedih jika aku tak bisa hadir di hari pertunangan nya, walaupun mungkin dia akan bilang tak masalah tapi aku tau hatinya pasti sedih, bunga come on jangan jadi penghalang senyum indah, Mereka adalah asalan mu bisa bertahan sejauh ini. " bunga terus saja menasehati dirinya sendiri.
Bunga melajukan kendaraannya dengan pergolakan batinnya,
" euh,,, laper lagi" tadi di stasiun bunga hanya minum saja.
" bunga lalu memarkirkan kendaraan di salah satu tempat makan. Bunga memang jarang makan diluar, tapi saat ini pikiran nya sedang butuh suasana baru.
setelah menerima sambutan dari waiters , bunga mencari tempat yang kosong, setelah mendapatkannya, bunga langsung duduk tanpa melihat- lihat.
hal itu membuat waiters menatap heran.
" Duuh,,, kenapa mesti ketemu dia disini sih,,?!
" mau pesan apa ka..?!
" ini...." menunjuk salah satu makanan tanpa melihat apa yang dia pesan,
" Ok,, minumnya bu,,,!?
" ini,,, bunga asal menunjuk lagi, membuat waiters sedikit heran, tapi dia tetap profesional.
" saya ulang ya Bu... 1 steak porsi super jumbo, dan ekspreso coffe. ada lagi Bu.
" udah itu aja,, bunga sibuk menyembunyikan wajahnya sehingga ia tak memperhatikan ucapan pelayan.
" maaf Bu,,, buku menunya boleh saya bawa.
" euh,,, "( duuh kenapa harus di bawa sih).bunga memberikan buku menu pada pelayan.
"Nicho yang tengah menikmati ice lemon yang menyegarkan, tak sengaja melihat bunga yang juga berada di Resto tersebut.
" bunga,,?! " sempit sekali dunia ini" senyumnya berkembang, seperti nya pagi ini akan berwarna, jika bisa menjaili bunga.
__ADS_1
Nicho beranjak dari tempat duduknya, lalu mendekati bunga,
bunga terkejut saat tiba- tiba Nicho duduk di depannya.
" hii bunga,,,!! kebetulan sekali ya kita bertemu di sini".
" hii,, pak,,, Nicho," bunga menyapa dengan berat.
" apa kamu sengaja mengikuti ku.,?! Nicho sengaja menggoda bunga, agar bunga jengkel.
" a, apa,,, ?! "bunga mulai tampak kesal.
" Tentu saja tidak,,, hehehehe " Nicho malah terkekeh.
" he,,,, bunga tersenyum malas." (ngpain kesini sih,,).
" permisi Kaka,, ini pesanan nya." pelayan datang membawa makanan yang bunga pesan.
seketika membuat mata bunga melotot, dengan porsi makan yang dia pesan,
" whattt apa ini",,?! bunga kaget ternyata dia memesan steak porsi jumbo untuk lima orang sedangkan dia hanya datang sendiri.
" ehm hephep, " Nicho menutup mulutnya dengan tangan, menakan tawan nya melihat makanan yang dipesan bunga.
" kamu punya selera makan yang bagus,,!?!
Wajah bunga memerah, kemudian dia punya ide untuk membuat Nicho ilfil, mungkin dengan begitu Nicho tak lagi mengganggu nya,
" iya,,, aku memang punya selera makan yang bagus, dan aku sedang kelaparan". bunga mulai memakan daging steak dengan lahap,!
" Wow,, kamu begitu menikmati,! bukanya ilfil Nicho malah semakin tertarik pada bunga, menurutnya bunga menarik dan unik. beda dengan gadis - gadis lain yang ia temui selama ini.
bunga terus melahap makanannya tanpa mempedulikan Nicho yang terus tersenyum melihat nya, perut bunga sudah terasa sangat penuh tapi dia memaksa diri untuk menghabiskan makanya.
" eumpub,, bunga menutup mulutnya dengan tangan, bunga sudah tak kuat lagi dan ingin muntah, bunga berlari ketolilet, untuk memuntahkan makananya".
Aduh perutku terasa penuh, gara- gara pak Nicho nih, kenapa harus ketemu disini sih?"
" Masih mau melanjutkan makan,?!"
Nicho menghampiri bunga yang baru keluar dari toilet,
Bunga menggeleng sambil memegangi perutnya yang begitu begah dan tak nyaman.
bunga kembali ke bangkunya, lalu memanggil pelayan meminta bil,
" Bil nya mba,,,!!
" Maaf ka sudah di bayar."
" ouh ok,,! Bunga melirik Nicho,
" Saya tau anda atasan saya uang anda lebih banyak dari saya, tapi saya tidak terbiasa di bayarin.
" hm,,,, ok kalau gitu, anggap ini hutang, kamu harus mentraktir saya lain waktu.! " hm,, mau saya antar pulang,,??
__ADS_1
" Terimakasih, tapi saya mobil sendiri,!
"Ok,,! Nicho tak mau memaksakan kehendaknya.