
"Apakah kau yakin, istriku?" tanya Gerald.
"Tentu saja aku sangat yakin, suamiku. karena yang aku tahu pria itu adalah pria yang sangat menakutkan, dia sudah membunuh seorang gadis kecil saksi dari pembunuhan keluarganya. Gadis Kecil Itu mempertahankan Semua yang dia miliki dia harus mencari sesuatu untuk melindungi dirinya, namun Sayangnya aku tidak bisa menolongnya, di saat aku kembali aku sudah kehilangan dia." ucap Sofia yang terlihat mulai mengingat gadis kecil yang sudah menganggapnya sebagai ibu.
"Kalau begitu pria itu adalah pria yang berbahaya, kita tidak boleh membiarkannya hidup seperti ini, kita akan membuat pria itu merasakan penderitaan atas semua yang dia lakukan." jawab Gerald yang kemudian meminta seluruh anak buahnya untuk memblokade beberapa tempat yang mungkin menjadi tempat persembunyian dari Xander..
"Aku harus mencari informasi mengenai beberapa anak buah dari ayahku, yang aku dengar mereka mempunyai pemimpin setelah ayah." ucap Gerald.
"Apakah Tuan Gerald tua tidak pernah mengatakan mengenai siapa penggantinya?" tanya Sofia yang mulai menyelidiki. ternyata selama ini Gerald tidak mengetahui kalau Ayahnya sudah menyerahkan seluruh kekuasaannya kepada Sofia, dia telah menyerahkan kekuasaan itu penuh atas semua anak buahnya untuk menangkap para penjahat yang sudah menjadi target sasaran pemerintah.
"Tidak." jawab Gerald.
"Ya sudah kalau begitu, lebih baik kita mencari informasi mengenai orang-orang itu. kita akan membuat strategi jika salah satu diantara mereka pandai menggunakan teknologi maka kita akan menyerang mereka dengan seseorang yang kita pandai menggunakan teknologi juga." ucap Sofia.
"Apakah kau mengenal salah satu orang itu?" tanya Gerald.
"Tentu saja aku tahu suamiku, karena waktu Paman memintaku untuk menyerang salah satu musuhnya Aku bekerja sama dengan pria itu." jawab Sofia yang kemudian meminta menelpon salah satu orang yang pernah bekerja sama dengannya untuk menangkap seorang penjahat sekaligus bangsawan yang sangat kaya raya.
Sekitar 2-3 jam kemudian seorang pria muncul, pria muda yang ternyata selalu bekerja sama dengan Sofia.
"Halo Patricio." sapa Sofia kepada teman seangkatannya.
"Halo Sayang, bagaimana kabarmu?" tanya Patricio yang hendak memeluk Sofia namun Gerald langsung mendorongnya.
__ADS_1
Tatapan mata Patricio yang menatap pria yang tidak lain adalah putra dari bos besar mereka atau Tuan Gerald tua.
"Sayang, Bukankah dia adalah putra dari tuan Gerald?" tanya Patricio kepada Sofia.
"Tentu saja, dia adalah Gerald Junior. dia suamiku." jawab Sofia.
Patricio membelalakkan matanya, pria itu tidak akan pernah mengira kalau ada seorang pria yang mampu menundukkan singa betina seperti Sofia.
"Wow.., kau benar-benar sangat luar biasa, Tuan. karena di antara kami tidak ada yang mampu menundukkan singa betina ini." ucap Patricio yang terlihat tersenyum kepada Gerald.
Tentu saja senyum Patricio disambut senyum sinis oleh Gerald, karena dia tidak akan membiarkan orang lain berusaha menyentuh istrinya.
"Jangan seperti itu sayang, dia adalah kakak angkatku dialah yang selalu membantuku untuk melancarkan semua tugas-tugas ku." ucap Sofia yang berusaha untuk menenangkan suaminya. namun tatapan mata yang ditunjukkan olehGerald tidak akan bisa beralih dari Patricio, karena pria itu terus menerus berusaha untuk memeluk Sofia.
"Santai saja Tuan, Aku tidak akan melakukan apapun kepada saudariku ini. lagi pula aku sudah mempunyai istri dan aku juga mempunyai seorang Putra." ucap Patricio yang tetap saja tidak bisa membuat Gerald sedikit bersantai.
Setelah itu akhirnya Sofia meminta Patricio untuk beristirahat dahulu, nanti malam atau besok pagi mereka akan membuat suatu rencana dengan semua kemungkinan yang akan terjadi. Gerald terus menatap pria yang baru datang itu, tatapan mata yang benar-benar tidak suka juga dapat dilihat oleh Raditya.
"Pria ini benar-benar sangat gila, Bahkan dia tidak membiarkan saudara angkat Sofia menyentuhnya sama sekali. Jika aku sampai melakukan sesuatu yang salah bisa-bisa dia langsung akan membunuhku." guman Raditya dalam hati yang kemudian kembali ke kamar mereka.
Pagi itu menjadi Pagi yang benar-benar melelahkan Sofia, berusaha untuk menenangkan suaminya.
"Dia adalah orang yang selalu membantuku, yang selalu berada di sisiku setelah ayahmu. dia selalu melindungiku di penjara di tempat rahasia kami dia lah yang selalu menolongku, menjagaku dari orang-orang yang berusaha melakukan sesuatu padaku." ucap Sofia yang terlihat duduk bersama sang suami di taman. wanita itu menyandarkan kepalanya di pundak sang suami.
__ADS_1
"Apakah kau hanya menganggapnya sebagai seorang kakak?" tanya Gerald.
Sofia menoleh kemudian tersenyum, wanita itu nampak mencubit dada sang suami dengan begitu keras.
"Tentu saja aku hanya menganggapnya Kakak, dia sudah mempunyai istri Dia mempunyai Putra yang mungkin dia berusia 7 tahun. usianya bahkan sudah melebihi usiamu jadi jangan pernah memikirkan mengenai kalau dia berusaha untuk mendekatiku." Sofia yang mulai mengancam sang suami dan hendak pergi darinya.
Seketika Gerald langsung menghentikan langkah kaki sang isteri dan memeluknya. "Maaf aku tidak tahu, aku hanya takut kau akan meninggalkanku." ucap Gerald.
Sofia memberikan senyum yang begitu tulus, memandang suaminya yang memang mempunyai sikap yang benar-benar begitu dingin.
"Alangkah baiknya jika sikap dinginmu itu sedikit berubah, jika tidak sikap dinginmu itu akan membekukan ku." ucap Sofia yang membuat Gerald langsung memberikan ciuman yang begitu romantis kepada Sofia.
Raditya yang tidak sengaja berjalan di taman nampak dia menata pemandangan yang membuat jantungnya benar-benar berdebar. ingin hati Raditya melakukan sesuatu, namun dia tidak akan berdaya dengan semua kondisinya saat ini. di tempat lain Xander terlihat sudah mulai merencanakan sesuatu agar dia bisa mendapatkan keberadaan pria yang selalu dia cari selama ini.
Xander juga belum mengetahui kalau Sofia berada bersama dengan Gerald, wanita yang sudah dia hadiahi dia dua timah panas.
"Bagaimana mungkin pria itu bisa langsung menghilang, aku yakin dia berada di suatu tempat!!" seru Sander.
"Tenanglah, aku pasti mendapatkan keberadaan pria itu. kau jangan khawatir Tenang saja, sepandai-pandainya pria itu tersembunyi pasti dia akan keluar untuk mencari keberadaan kita." jawab Tiger yang terlihat mulai bersenang-senang di sebuah klub malam.
Suara berisik dan teriakan para wanita membuat tiger dan Sander begitu terlelap, mereka berdua bersenang-senang dengan para wanita penghibur. dua pria bersama dengan anak buahnya itu sekarang Sudah berani berjalan di depan umum, mereka akan memastikan kalau mereka bisa membunuh Gerald maka mereka juga bisa menguasai penjara dan kota sekitar tempat itu.
"Apakah kau mau tidur bersamaku, Sayang?" tanya seorang wanita yang tanpa basa-basi langsung membawa Tiger masuk ke dalam kamar. tentu saja mereka berdua langsung melakukan senam jasmani rohani dan senam gerak lentur untuk mendapatkan kenikmatan duniawi.
__ADS_1
** BERSAMBUNG **
mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊