
Akhirnya Sofia dan Gerald pergi ke suatu tempat untuk mencari keberadaan seorang pria yang ternyata masih hidup. Siapa lagi kalau bukan Xander, entah bagaimana caranya Sander bisa lolos dari hukuman tersebut. pasti pria itu mempunyai koneksi luar biasa atau pria itu mempunyai kekuatan yang sangat hebat hingga mampu membuat dia lepas dari tahanan dengan sangat mudah.
"Apakah kau sudah menemukan keberadaan pria itu?" tanya Sofia yang sudah berada di rumah bersama dengan sang suami.
"Tentu saja aku sudah menemukannya sekarang, dia berada di sebuah diskotik yang ada di kota ini." jawab anak buah Sofia.
"Lalu, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Patricio.
"Aku dan suamiku akan menyamar menjadi wanita malam, sedangkan kau tetaplah berjaga-jaga di tempat yang telah aku katakan. nanti suamiku yang akan mengatur semuanya." ucap Sofia yang membuat Patricio menganggukkan kepalanya.
Pria itu benar-benar sangat dendam, dendam pada orang-orang yang telah menghancurkan kebahagiaan seorang anak.
"Apakah kau sudah memberitahukan kepada kekasihmu?" tanya Gerald kepada Patricio.
"Sudah, aku sudah memberitahukannya Kalau hari ini aku tidak bisa diganggu." jawab Patricio.
"Baiklah kalau begitu, kita akan mencari keberadaan pria itu." jawab Gerald.
Akhirnya pria itu mengeluarkan mobilnya dan menuju sebuah tempat yang telah dikatakan oleh Patricio. saat berada di dalam mobil terlihat Gerald sudah mempersiapkan segala sesuatunya, bahkan Gerald terlihat mengganti pakaian dan memakai make up.
"Kau benar-benar sangat cantik, Sayang." ucap Sofia yang membuat Gerald memukul dahi isterinya.
"Kita tidak akan membiarkan mereka lepas begitu saja, karena mereka telah menghancurkan kebahagiaan kita." jawab Gerald yang membuat Sofia tersenyum.
"Ganti plat mobilnya, Patricio!" seru Gerald yang membuat Patricio menganguk. mobil modern dan sangat canggih tentu saja dengan sekali tekan plat nomor mobil itu langsung berganti.
__ADS_1
"Apa yang akan kita lakukan setelah ini?" tanya Gerald.
"Kita harus berpencar agar orang-orang yang ada di dalam tidak mencurigai kita." jawab Sofia.
Sesaat kemudian sebuah notifikasi sudah masuk di ponsel Sofia.
"Ada apa Sayang?" tanya Gerald kepada sang istri.
"Kakek tua itu sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk berada tempat ini setelah kita melakukan pembalasan." jawab Sofia.
Terlihat Gerald menganggukkan kepalanya, sedangkan Patricio terlihat pria itu mencari tempat yang paling aman untuk menyembunyikan mobilnya.
Suara riuh yang ada di diskotik itu benar-benar membuat Naysila sangat tidak menyukai tempat itu. Namun karena dia harus mencari keberadaan pria itu, mau tidak mau Sofia memasuki tempat yang tidak pernah sekalipun dia masuki.
Sebuah microphone mini diletakkan Naysila di telinganya. Wanita itu sudah bersiap-siap untuk mencari keberadaan pria itu, Gerald dan Sofia nampak mereka berpencar untuk mencari pria yang sudah digambarkan oleh Sofia. ruangan demi ruangan telah dimasuki oleh Gerald, beberapa pria yang melihat Gerald dengan penampilan yang begitu cantik hingga membuat mereka terpesona.
"Hai cantik, sini dong kita bersenang-senang!" seru seorang pria yang terlihat mencoba untuk menarik tangan Sofia.
Saat melihat hal itu seketika Sofia menghempaskan tubuh Sang pria.
Sedikit cerita...
Sebuah pistol mini diletakkan Naysila di pahanya, wanita itu akan menggunakan senjata itu bila musuh-musuhnya menyerang.
"Cantik sini ayo bersenang-senang!" seru beberapa pria.
__ADS_1
Terlihat langkah kaki Sofia langsung terhenti ketika melihat seorang pria yang berada di ruangan itu, 3 pria bersama 4 wanita. tatapan tajam mata Sofia mengunci seorang pria, seorang pria yang telah mengikatnya di dalam mobil.
"Hai cantik ayo kita bersenang-senang!" seru si Pria. seorang pria yang berteriak kepada Sofia dan menghampirinya, senyum terukir indah di bibir Sofia ketika melihat wajah pria itu. wajah yang beberapa bulan lalu telah membuatnya mengukir kenangan buruk.
Tidak ada jawaban dari Sofia, namun ketika wanita itu melihat para pria itu, seorang pria terlihat menatap Sofia benar-benar sangat beruntung sekali karena pria itu yang memanggilnya.
"Ayolah..., kita bersenang-senang." ucap si pria sembari menarik tangan Sofia.
"Maafkan aku Tuan, aku tidak suka berada di tempat ramai seperti itu." jawab Sofia.
"Jadi kau mau main gelap-gelapan ya...," canda si pria sambil menyentuh dagu Sofia.
Naysila nampak tidak melakukan pemberontakan.
"Hai cowok, ayo kita main bareng-bareng yuk." ucap Gerald yang sudah berdandan seperti seorang wanita.
"Oke siapa takut, kita akan main bertiga." jawab si pria. karena tidak ingin menjadi target akhirnya Sofia dan Gerald mengajak seorang wanita lagi untuk berada di tempat itu. namun saat berada di sana tiba-tiba sebuah senyum terukir indah di bibir Sofia,
"Ini sudah waktunya." ucap Sofia yang berada di belakang punggung Gerald.
"Ok," jawab Gerald.
DOOR...
DOR...
__ADS_1
** bersambung **