
Sofia benar-benar tidak akan pernah terpikir kalau Raditya adalah seorang pria yang benar-benar sangat menjijikkan, pria itu seperti seorang pria baik dan bijaksana. Namun nyatanya pria itu adalah seorang pria yang benar-benar sangat menjijikkan, bahkan dia adalah seorang pria munafik yang berkedok sebagai seorang dokter.
"Kamu harus berhati-hati, jika kau keluar jangan sampai pria itu mengetahui kalau kau dari sini." ucap Clara.
"Kalau begitu aku juga ditipu?" tanya Sofia.
"Saya tidak tahu Nyonya, Sofia tapi yang jelas anda di bawa kemari dalam kondisi sudah tidak ingat apapun." jawab pembantu wanita.
"Lalu, apakah aku ini istrinya atau tidak?" tanya Sofia.
"Saya tidak tahu, Nyonya. tapi saya tidak pernah melihat anda ataupun Tuan Raditya membawa Anda kemari sebelumnya." jawab pembantu wanita..
"Kalau memang benar seperti itu, berarti aku mempunyai keluarga. lalu sebenarnya siapa pria itu dan di mana keluargaku yang sebenarnya?" tanya Sofia.
"Saya tidak tahu, nyonya." jawab pembantu wanita.
"Hufff..," hembusan nafas ditunjukkan oleh Clara. "Aku yakin orang yang mencintaimu itu benar-benar kehilangan dirimu, tidak mungkin dia tidak kebingungan saat kehilanganmu." ucap Clara.
"Lalu, apakah sewaktu aku kemarin aku sudah hamil?" tanya Sofia kepada pembantu wanita.
"Benar Nyonya, saat Anda dibawa kemari anda sudah mengandung. kandungan anda sudah besar saat itu." jawab pembantu wanita kembali.
Jawaban yang diberikan oleh pembantu wanita itu benar-benar membuat Sofia sangat syok, jika hari ini dia tidak berada di gudang tersebut dia tidak akan tahu mengenai kebenaran siapa sebenarnya Raditya.
"Lalu, siapa sebenarnya pria itu?" tanya Sofia kepada Clara.
"Pria itu adalah pria yang sangat berbahaya, pria yang sangat menakutkan bahkan pria itu adalah monster." jawab Clara yang membuat Sofia benar-benar kebingungan.
"Lalu, apa yang akan terjadi dengan bayiku?" tanya Sofia kepada Clara.
"Kamu harus menjaga bayimu jangan sampai kau ataupun bayimu itu terluka. sebisa mungkin cobalah untuk membuat sebuah pergerakan di tempat umum, mungkin saja suamimu sudah kebingungan dan mencari keberadaanmu." ucap Clara yang membuat Sofia benar-benar tidak bisa berpikir. Jika memang seperti itu apa yang harus dia lakukan karena Raditya tidak pernah membiarkan Clara diekspos ataupun di foto oleh para wartawan.
__ADS_1
"Apakah kau tidak mengingat sesuatu sama sekali?" tanya Clara.
"Entahlah, aku tidak tahu. tapi aku terus-menerus memimpikan seorang pria yang selalu memelukku." jawab Sofia.
"Cobalah kamu untuk mengingat Siapa orang yang sudah memberikanmu sebuah cinta, cobalah kamu untuk mengingat kemungkinan besar pria yang ada di mimpimu." ucap Clara.
"Entahlah, tapi aku benar-benar tidak mengingat siapa diriku dan dimana keluargaku." jawab Sofia.
Sofia benar-benar mulai kebingungan dengan semua kebohongan yang dikatakan oleh Raditya, namun di tempat lain terlihat Patricio sudah mulai mendapatkan informasi mengenai keberadaan Sofia saat ini.
"Jadi wanita itu berada di wilayah Amsterdam?" tanya Gerald kepada Patricio.
"Kemungkinan besar seperti itu, karena informasi yang aku dapat dari beberapa anggota kami kalau mereka sudah menemukan jejak dari Raditya." jawab Patricio.
"Jika memang benar Raditya berada di sana, Aku akan mengarahkan seluruh anak buahku untuk menyisir tempat itu." ucap Gerald.
"Tentu saja Anda harus melakukan hal itu, Tuan Gerald. karena cepat atau lambat pria itu akan mengetahui Di mana keberadaan kita." jawab Patricio.
Dengan segera Gerald meminta anak buahnya ke sebuah tempat yang sudah dikatakan oleh Patricio, pria itu yakin kalau di tempat itu istrinya saat ini berada.
"Kita juga harus ke sana, Tuan Gerald. jika tidak aku takut Sofia akan mengalami sesuatu." ucap Patricio.
"Baiklah kalau begitu, kita akan segera ke sana." jawab Gerald.
Akhirnya setelah mengetahui Di mana keberadaan Sofia, Gerald dan anak buahnya langsung pergi ke tempat yang sudah dikatakan oleh Patricio. Gerald tidak akan membuang waktu hingga dia akan kehilangan anak dan istrinya. memang hari ini Raditya tidak ada di tempatnya, pria itu terus mencari informasi mengenai salah satu anak buahnya yang sudah menghianatinya.
"Beraninya kamu mengatakan kepada sekutu mertuaku mengenai keberadaan ku!!" seru Raditya yang sudah memegang pistol untuk menghabisi salah satu anak buahnya.
"Saya tidak akan pernah menyesal, Tuan Raditya. karena anda adalah seorang penghianat juga sama seperti aku." jawab anak buah Raditya.
"Dasar brengsek!!" seru Raditya.
__ADS_1
DOR...
DOR..
suara tuat tembakan sudah menggema, itu artinya pria yang bersama Raditya itu sudah kehilangan nyawa. tak ada suara dari ruangan itu, Raditya nampak terdiam pria itu menatap anak buahnya yang sudah berkhianat itu mati.
"Kamu pantas mendapatkan hal ini." ucap Raditya yang kemudian meminta anak buahnya untuk segera membawa tubuh penghianat yang sudah menyebarkan keberadaannya kepada musuh-musuhnya.
"Apakah tidak sebaiknya kita kembali, Tuan?" tanya anak buah Raditya.
"Tidak dulu, Aku ingin menenangkan pikiranku. aku tidak mau saat aku kembali wanita yang aku cintai itu tahu kalau aku sudah melakukan sesuatu yang begitu kejam." jawab Raditya.
Anak buah Raditya tidak bisa mengatakan apapun, pria itu hanya menatap bosnya yang benar-benar begitu jatuh cinta dan tergila-gila kepada isteri temannya sendiri.
Tangan yang penuh dengan darah, Raditya nampak menatap tangannya yang sudah berwarna merah. bau amis sudah mulai menyeruak, pria itu harus memikirkan cara untuk membuat musuh-musuhnya tidak dapat menemukan keberadaannya. Raditya ingin hidup tenang bersama Sofia, namun pria itu belum mengetahui kalau Gerald sekarang sudah berada dekat dengan dirinya.
Waktu benar-benar berjalan dengan semua kehendaknya, Gerald sudah menemukan keberadaan istrinya. dia harus mengatur rencana untuk segera membawa istrinya pergi dari Gerald, karena hal itu saat Gerald tahu kalau Raditya tidak ada di tempatnya seketika Gerald memerintahkan anak buahnya untuk langsung mengepung tempat Raditya. dengan begitu dia akan dengan sangat cepat membawa Sofia pergi dari tempat itu.
"Kita harus berhati-hati, Tuan Gerald. karena aku yakin pria itu memiliki sistem keamanan yang sangat hebat." ucap Patricio.
"Maksudmu?" tanya Gerald.
"Aku menemukan beberapa titik berbahaya di tempat itu, kemungkinan besar ada sesuatu di sana." jawab Patricio.
"kalau begitu Itu adalah pekerjaanmu, kamu harus bisa menghancurkan sistem keamanan pria itu." ucap Gerald.
"Tentu saja, Tapi aku membutuhkan waktu untuk melacak sistem keamanan yang ada di rumah itu. dengan begitu aku bisa memasukinya dengan cepat." jawab Patricio.
"Baiklah kalau begitu, kita akan berada di tempat ini untuk sementara waktu. Dengan begitu kita bisa memantau pergerakan pria itu." ucap Gerald yang diakui oleh Patricio.
** BERSAMBUNG **
__ADS_1
mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊