
aku beranjak dari kursi,dan berlalu meninggalkan acara pernikahan itu
mungkin ini terlihat sangat lebay bagi orang lain, tapi bagi sebagian orang yang senasib dengan ku sungguh ini beban yang cukup berat.
setiap wanita pastinya ingin segera bertemu dengan pasangan hidup nya, saling berbagi suka duka dan hidup bersama selamanya
tapi bukan hidup namanya jika semua cerita setiap manusia itu sama,semua berbeda.
entahlah takdir manusia itu banyak ragam nya. apakah dia sukses dulu dalam karirnya, sukses dalam studinya, cepat menemukan pasangan nya atau pun didatangkan ajal nya dengan cepat
sungguh bukan suatu keinginan ku untuk hidup dalam bayangan yang tidak mampu aku lupakan, aku muak sangat muak dengan keadaan ini apa aku tak pantas untuk bahagia seperti orang lain dengan kisah cinta yang begitu manis ?
"bang, dimana?" aku menelfon Kaka ku setelah keluar dari acara itu
"Abang di dalem de,banyak sodara disini. kamu dimana?"
" aku diluar bang, aku pinjem kunci mobil lah sebentar"
"loh mau kemana,kan baru Dateng de"
"yaudah lah gak jadi banyak nanya"
__ADS_1
semakin kesal aku jadinya
aku berjalan ke arah taman,dengan hati yang masih kesal, berusaha mengatur nafas dengan teratur dan berusaha untuk tetap mengontrol emosi ku.
duduk dibangku taman,dengan suara gemercik air setidak nya ini lebih baik.
*tring
suara handphone ku berbunyi, ada satu notifikasi match
"hai" aku langsung membuka chat itu
Leo Prihandoko itulah nama nya,
seperti tidak ada yang aneh, hanya seorang lelaki bertubuh tinggi dengan pipi agak chubby, kulit yang hitam manis juga senyum dengan gigi yang rapih
"ya?" jawab ku singkat
"asli mana de?"
"Bandung"
__ADS_1
"Bandung nya dmna?" tanya dia lagi, sepertinya ini akan sangat membosankan fikirku
aku pun membiarkan chat itu tak berbalas, biarlah,aku hanya ingin sendiri menenangkan hati.
mencoba memejamkan mata,dan terus mengucap istighfar dalam hati memohon pada Allah agar meredamkan emosi ku
andai saja restu itu orang tua ku berikan, mungkin saja aku tidak akan se menyedihkan ini. aku terus saja menyesal kan perpisahan itu berharap semua ini tak pernah terjadi
memang tidak selalu indah saat aku bersama nya, aku pernah beberapa kali menemukan chat dia dengan wanita lain, foto wanita lain, atau pun historical dia dengan beberapa wanita. lalu mengapa aku begitu kuat bertahan dengan nya? apa mungkin karena dia cinta pertama ku?
aku ingin membuka lembaran baru agar hidupku lebih bahagia dari ini, namun pekerjaan ku nyatanya lebih menguras waktu ku daripada harus memikirkan masalah hati
"de?" dia masih berusaha untuk berbicara dengan ku, hingga tanpa sadar aku terus membalas chat darinya
aku berusaha untuk membalas semampu ku, ternyata dia pandai untuk membuat topik pembicaraan hingga aku mampu bertahan untuk membalas setiap pesan nya
"ada nomor telfon yang bisa aku hubungi?" aku memikirkan apa yang dia ucapkan, apa dia ingin lebih banyak berbicara dengan ku?
"chat disini aja ya mas" pinta ku dan semoga dia bisa mengerti dengan perkataan ku
"oh Yasudah, tapi aku takut kalo nanti gak bisa buka aplikasi ini maklum aku lagi hutan"
__ADS_1
hutan? memang pekerjaan dia apa? aku mulai sedikit penasaran dengan nya