
Di sebelah rumah sederhana namun kehidupan Sofia dan Gerald benar-benar sangat sempurna. Setelah dari tempat bazar lelang akhirnya Sofia lebih memilih untuk mengajak sang suami kembali ke rumah mereka, walaupun rumah mereka tidak semegah rumah mereka yang dahulu namun Sofia dan Gerald memiliki rumah berlantai 2.
"Apakah kau ingin aku masakan sesuatu, sayang?" tanya Gerald.
"Tidak usah sayang, aku tadi sudah memasak tinggal dipanaskan saja. Setelah itu kita akan membuat spaghetti dengan saos kesukaanmu!!" seru Sofia yang terlihat berjalan ke tangga menuju kamar mereka.
Di tempat itu hanya ada dua pembantu dan 3 penjaga saja, semua pengawal dan anak buah Gerald diminta untuk kembali ke tempat mereka dengan semua jabatan mereka. perusahaan Sofia dan Gerald dikelola oleh anak buah mereka, sedangkan sepasang suami istri itu mereka lebih memilih untuk menjalankan bisnis di Los Angeles.
"Sayang, apakah kau tahu kalau tadi di tempat lelang ada seorang wanita yang dari tadi Memandangmu terus?!" Sofia sudah keluar dan melihat sang suami sudah melipat lengan bajunya.
"Benarkah sayang?" jawab Gerald sembari tersenyum.
"Tentu saja, kelihatannya wanita itu adalah salah satu Putrii pengusaha yang ada di negara ini." ucap Sofia kembali.
"Memangnya Apa hubungannya denganku?" tanya Gerald yang masih menunjukkan senyumnya dan mengambil pisau untuk memulai memasak.
"Entahlah, mungkin saja kau tertarik dengan wanita itu." canda Sofia sambil tersenyum.
"Aku masih menyayangi hidupku, sayang. jadi aku tidak akan berbuat macam-macam." jawab Gerald yang kemudian mulai memotong sayuran.
Memang Sofia adalah untuk wanita yang suka dengan sayur-sayuran dan hidup sehat, karena hal itu Sofia lebih memilih menanam sayuran sendiri di belakang rumah mereka. Tuan Panggil salah satu pembantu.
"Ada apa?" tanya Gerald.
"Tuan, ada seorang pria yang mencari Tuan." ucap salah satu pembantu kembali.
"SIapa sayang?" tanya Sofia.
"Aku tidak tahu Sayang." jawab Gerald yang kemudian meletakkan pisau dan membersihkan tangannya. langkah kaki Sofia mengikuti sang suami yang berjalan ke ruang tamu, tatapan mata mereka menatap seorang pria yang berada di tempat itu.
__ADS_1
"Selamat sore!!" seru Sofia.
seorang pria nampak berdiri sembari tersenyum kepada Gerald.
"Halo Tuan gerald." Panggil seorang pria kepada Gerald.
"Anda siapa ya, Kenapa Anda ke rumah saya??" tanya Gerald yang sedikit bingung dengan kedatangan pria itu.
"Perkenalkan Tuan, Nama saya adalah Alfonso. Saya adalah putra dari tuan Hose." jawab Alfonso yang kemudian mengulurkan tangannya cara menjabat Alfonso.
Sesaat kemudian pria itu meminta alfonsor untuk duduk. "Apa yang membuat Anda kemari, Tuan?" Tanya Gerald kepada Alfonso.
"Saya diminta oleh ayah saya untuk melakukan pembicaraan mengenai bisnis dengan anda." jawab Alfonso.
"Tuan Hose?" tanya Gerald.
Tatapan mata Alfonso nampak menatap Sofia yang berbicara dengan suaminya, tatapan mata yang penuh dengan kekaguman itu membuat Alfonso hanya bisa terdiam sendiri. Sofia membaca berkas-berkas yang diberikan oleh Alfonso, dia tidak tahu kalau dirinya dari tadi di pandang oleh Alfonso dengan tatapan mata yang begitu mempesona.
"Sayang, Bukankah ini adalah kontrak kerjasama yang beberapa minggu lalu belum kamu sepakati?" tanya Sofia.
Gerald nampak menganggukkan kepalanya, pria itu kemudian meletakkan berkas-berkas yang dibawa Alfonso.
"Mengenai kerjasama ini tolong kau bilang kepada ayahmu untuk kita bicarakan di perusahaan. Aku tidak suka jika urusan perusahaan dibawa ke rumah, di rumah adalah tempatku untuk beristirahat dan menenangkan diri. jadi aku minta maaf jika aku harus mengusirmu sekarang." ucap Gerald yang membuat Alfonso tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, Tuan Gerald. besok Aku dan ayahku akan ke perusahaan anda, jadi saya minta maaf atas kelancangan saya mampir ke tempat anda." jawab Alfonso yang kemudian menjabat tangan Gerald dan pergi dari rumah tersebut.
Sesaat kemudian pria itu hendak menjabat tangan Sofia namun secara langsung Gerald menarik tangan istrinya, karena dia tidak suka ada pria lain yang mencoba menyentuh istrinya.
"Aku tidak pernah menyukai mereka datang ke tempat iini, Aku sangat benci jika mereka menggangguku." ucap Gerald.
__ADS_1
"Tentu saja mereka akan mengganggumu, sayang. karena kau tahu sendiri kan mereka itu adalah orang-orang yang selalu membuat keributan." jawab Sofia yang kemudian mengajak sang suami untuk kembali ke dapur.
Terlihat sepasang suami istri itu sudah mulai memasak untuk makan malam mereka, tatapan mata yang penuh dengan cinta dan suara canda yang membuat siapapun yang melihatnya pasti akan cemburu. setelah selesai memasak akhirnya terpasang suami istri itu makan dengan begitu lahapnya. Gerald selalu menyukai semua masakan yang dibuat oleh istrin, namun Sofia adalah seorang wanita yang akan selalu manja kepada suaminya. Terkadang wanita itu selalu meminta Gerald untuk memasak untukmu.
Sedikit informasi kalau Sofia sekarang memang belum hamil, karena Sofia tahu suaminya mempunyai sebuah penyakit yang membuat dia akan sulit mempunyai seorang anak. karena itu Sofia selalu bersabar untuk memberi semangat kepada suaminya, agar dia tidak pantang menyerah.
Sofia yakin kalau mereka akan mendapatkan keturunan suatu saat nanti, terkadang Gerald benar-benar sangat bingung dia takut jika suatu saat nanti akan ada seorang pria yang tiba-tiba membawa istrinya karena dia tidak mampu memberi keturunan kepada Sofia..
Karena hal itulah Gerald tidak mampu menerima cinta Sofia waktu itu, dia takut karena kekurangannya itu akan membuat wanita yang dia cintai sedih dengan keadaan mereka. keturunan adalah satu-satunya harta yang paling berharga pada hubungan suami istri atau keluarga.
"Kamu tahu sayang, aku sudah menemukan seorang dokter yang sangat luar biasa." ucap Sofia.
"Benarkah?" tanya Gerald.
"Tentu, kata dokter itu dia minta kepadamu untuk selalu fokus dan tenang, agar depresi atau pemikiran yang berlebihan yang selalu menganggumu itu tidak membuat keadaannya semakin terganggu." ucap Sofia.
Gerald benar-benar sangat bersyukur karena pria itu mendapatkan seorang istri yang selalu mencintainya, Sofia selalu memberi dia semangat luar biasa untuk selalu berusaha.
Terkadang tatapan mata seorang wanita selalu menatap Gerald dengan penuh pesona yang sangat luar biasa, mereka terkadang begitu menginginkan Gerald, Siapa yang tidak akan tertarik dengan kekayaan itu. berlimpah harta dan dengan semua fasilitas yang begitu mewah.
Malam itu terlihat sepasang suami istri itu duduk di taman belakang rumah mereka, menatap indahnya bintang-bintang yang bergemerlapan malam i.
"Aku selalu bersyukur kepada Tuhan karena memberikan Istri terbaik seperti dirimu" ucap Gerald.
"Aku juga sangat bersyukur karena Tuhan memberikan aku suami sepertimu." jawab Sofia. keheningan malam itu benar-benar membuat suasana yang begitu romantis, suasana yang begitu indah hingga membuat sepasang suami istri itu terlelap pada kemesraan mereka. sebuah ciuman mulai mendarat di bibir Sofia, ciiuman yang begitu berhastra dan begitu membara.
** BERSAMBUNG **
mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊
__ADS_1