MAWAR BERDURI

MAWAR BERDURI
Catherine


__ADS_3

* Satu bulan kemudian **


"Gerald, kamu harus mau bersamaku." pinta Catherine. Wanita itu terus berusaha untuk meyakinkan Gerald kalau dia adalah wanita terbaik dan juga wanita yang pantas untuk dicintai daripada Naura.


"Dengarkan aku baik-baik, Aku tidak pernah mencintaimu dan aku tidak akan pernah mau bersamamu!" bentak Gerald yang tidak suka dengan perlakuan Catherine yang selalu berusaha mengganggunya.


"Apa kurangnya aku? aku cantik kaya dan bahkan lebih sempurna daripada istrimu." ucap Catherine.


Gerald tidak mengatakan apapun, pria itu hanya tersenyum sembari menunjukkan tatapan mata yang benar-benar begitu menghina.


"Katakan apa kekuranganku?" tanya Catherine.


"Satu aku tidak mencintaimu dan 2 Aku Mencintai Wanita itu." jawab yang kemudian meminta salah satu petugas keamanan perusahaan untuk segera menyeret Catherine keluar dari perusahaannya.


"Aku sangat mencintaimu, Gerald!" seru Catherine yang terus-menerus berusaha untuk meyakinkan Gerald kalau dirinya sangat mencintai pria itu.


"Keluarkan wanita ini dari perusahaanku, jika sampai kalian membiarkan wanita ini masuk ke mari Maka jangan salahkan aku jika aku membuat kalian kehilangan pekerjaan kalian!!" seru Gerald yang kemudian meminta mereka untuk membawa Catherine pergi. Catherine benar-benar begitu gila wanita itu seperti orang bodoh yang terus-menerus mencoba untuk mendekati Gerald.


"Aku tidak akan membiarkanmu lepas dari tanganku, Gerald!" seru Catherine.


"Hei, kamu adalah wanita yang tidak tahu diri." jawab anak buah Gerald.


Setelah mengatakan hal itu akhirnya Naura pergi dari perusahaan Itu dengan semua rasa sakit hati dan kekesalan karena dia tidak menerima dirinya.


Catherine adalah wanita yang tidak tahu diri, dia terus-menerus mengganggu Gerald hingga membuatku pria itu benar-benar merasa risi dengan kehadiran dirinya yang ada di perusahaan.


** Keesokan hari **


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Gerald saat melihat Catherine berada di perusahaannya.


"Aku kesini karena kita harus memperbaiki kontrak kerjasama kita." jawab Catherine yang membuat alasan kerja sama perusahaan.


"Aku tidak berniat untuk menjalin kerja sama dengan mu atau ayahmu." jawab Gerald.

__ADS_1


"Apakah ini karena istrimu itu? wanita yang sok cantik itu..," ucap Catherine yang membuat Gerald langsung mengambil telepon yang ada di mejanya.


"Panggil keamanan kemari." pinta Gerald yang terlihat sedikit tenang, tak berselang lama seorang petugas keamanan sudah ada di dalam ruangan Gerald.


"Ada apa, Tuan?" tanya petugas keamanan kepada Gerald.


"Bawa wanita ini pergi dari kantorku." pinta Gerald yang membuat 2 pria itu langsung menganggukkan kepalanya.


"Apa yang kau lakukan, berani sekali kau melakukan hal ini padaku!" seru Catherine.


"Memangnya kenapa?" tanya Gerald yang kemudian menghentikan seluruh aktivitas nya. pria itu menatap Catherine yang sedang berusaha melawan para petugas keamanan.


"Kau tidak boleh memperlakukan aku seperti in!!" teriak Catherine kembali.


"Memangnya kenapa? kenapa aku tidak boleh melakukan hal itu di kantorku sendiri, lagi pula aku tidak akan pernah tertarik padamu ataupun menyukaimu jadi jangan pernah berfikir untuk selalu mencoba untuk merayu ku!" seru Gerald yang membuat Catherine terhenti.


"Kau tidak tahu betapa pentingnya aku bagimu!" teriak Catherine.


"Siapa kau, mengapa kau harus penting didalam kehidupanku. Kau bukanlah siapa-siapa. karena itu cepat pergi dari sini sebelum aku berbuat kasar padamu!" seru Gerald yang membuat Catherine langsung terdiam. wanita itu benar-benar tidak mempunyai rasa malu sama sekali.


"Kau benar-benar seperti seorang wanita hina yang menjajakan dirimu kepada orang-orang disekitarmu. kau tidak ada tidak ada bedanya dengan para wanita malam!" seru Gerald.


Kata-kata yang diucapkan oleh Gerald seolah menampar Catherine. Bagaimana tidak, wanita itu mengatakan dia mau menjadi kekasih gelap Gerald asalkan pria itu mau tetap bersamanya.


"Aku baru tahu kalau kau adalah seorang wanita murahan yang mencoba untuk terus mengganggu suamiku, dimana moralmu itu dan dimana letak pemikiranmu." ucap Sofia yang sudah berada di pintu kantor sang suami.


"Sayang, kau baru datang?" ucap Sofia yang kemudian menghampiri sang istri dan memberikan ciuman di keningnya.


"Aku tadi tidak sengaja mendengar pembicaraan seorang wanita murahan yang mengatakan kalau dia mau menjadi simpananmu." ucap Sofia yang membuat Catherine memberontak dari pegangan kedua petugas keamanan perusahaan Gerald.


"Mengapa kau harus memilih wanita itu, bahkan wanita itu wanita yang tidak berguna!" seru Catherine yang benar-benar membuat Sofia menatap wajah Catherine.


Wanita itu mendekati Catherine sembari tersenyum kepadanya.

__ADS_1


"Lidahmu benar-benar sangat tajam, Bagaimana kalau lidahmu itu sedikit di tumpulkan agar tidak terlalu tajam dan melukai orang lain." ucap Sofia yang membuat Catherine memberikan pelototan kepada Sofia.


"Kau mau apa! Memangnya kau mau apa!" teriak Catherine.


"Tentu saja aku akan memberikanmu sedikit hadiah atas kelancangan yang kau ucapkan tadi." jawab Sofia yang membuat Catherine benar-benar ingin melukai wanita yang ada di depannya itu.


"Sudahlah sayang, kita tidak usah mengurus wanita gila ini. dia dan ayahnya benar-benar sangat gila." jawab Gerald yang kemudian mengajak istrinya untuk segera duduk di kursi kebesaran mereka. sedangkan dua pihak petugas keamanan langsung menyeret Catherine untuk segera meninggalkan perusahaan Gerald, wanita itu benar-benar dipermainkan dan diperlakukan.


"Lepaskan, dasar kalian orang-orang hina!" teriak Catherine.


"Apakah tidak salah, Nona. Kau adalah wanita hina yang selalu berusaha untuk menggoda atasan kami!" seru dua petugas keamanan. Hal itu membuat Catherine benar-benar merandang saat dihina oleh dua orang itu seperti dirinya tidak pernah ada gunanya sama sekali.


"Lihat saja, aku akan membalas kalian!" teriak Catherine.


"Tenang saja, Nona. kau tidak akan kami biarkan untuk masuk ke perusahaan ini lagi." jawab 2 petugas keamanan.


** Di tempat lain.


Terlihat Gerald dan Sofia membicarakan sesuatu yang begitu penting.


"Ada apa Sayang?" tanya Gerald kepada sang istri.


"Aku akan keluar untuk melakukan sesuatu nanti malam." jawab Sofia.


"Apakah ada sesuatu itu yang sangat penting?" tanya Gerald.


"Tentu saja sangat penting, aku akan mencari salah satu orang yang telah membuatku kehilangan anakku(Ayla)." jawab Sofia.


"Kamu tidak boleh pergi sendiri, aku akan menemanimu." ucap Gerald yang membuat Sofia menganggukkan kepalanya.


Target sasaran mereka kali ini adalah salah seorang pria yang menjebak Ayla di dalam mobil. seorang pria yang benar-benar brengsek, satu target telah kehilangan nyawa Sofia mencoba mengingat orang-orang yang berada di dalam rumah Xander.


** BERSAMBUNG **

__ADS_1


mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊


__ADS_2