MAWAR BERDURI

MAWAR BERDURI
Bab 22


__ADS_3

Bunga menghentikan kendaraan di pinggir jalan setalah menjauh dari Rumah sakit, ia menetralkan kembali hati dan pikirannya,


Namun detak jantungnya masih berdebar kencang.


"Huuh..!! Bunga menarik nafas dalam-dalam setelah tenang ia baru melajukan lagi kendaraan nya.


Sedangkan Nicho memilih menemui Noah,


" Cantik juga Kaka ipar gue...!!"


" heh... jaga pandangan lu..!!"


" weeh...!! protek nya keluar deh,,,!!"


" Gimana ada kabar lagi gak dari dr. Zudit.!!"


" Belum lah gue aja belum ketemu dr. Zudit, Tapi inget ya bro.. gue cuma memberi info jadwal visit nya bukan tentang permasalahan, karena itu privaci pasien."


" Iya gue paham, ya udah gue balik dulu ya..!!


" Oke..!!"


" Kalau ada info kabarin ya,,!!"


" Siap tuan Nicho..!!"


Nicho pergi meninggalkan Rumah sakit, Nicho ingin mendatangi apartemen Bunga untuk minta Maaf, namun Nicho mengurungkan niat nya ia tau Bunga masih marah, dan mungkin masih butuh waktu sendiri. ahirnya Nicho kembali ke apartemen nya sendiri.


sementara Bunga masih tidak mengerti kenapa ia terus terbayang kejadian di beasment rumah sakit, Dimana ia berada begitu dekat dengan Nicho, ia bisa merasakan hembusan nafas Nicho.


" iiih kenapa sih otak gue,,,!!" kenapa terbayang si penguntit itu terus..!!" Bunga menutup mukanya dengan bantal.


" Terus kalau ketemu besok gimana,?! ah males banget sih..!"


" Oh, besok kan gue cuti jadi gak usah ke kantor, surat cuti gue biar titip ke prita aja.!"


"Btw pak Nicho marah gak ya,,?" salah sendri jadi penguntit.!! ah gak tau, gak tau,, mending tidur.!!". Bunga kembali menutup mukanya dengan bantal ia mencoba tidur, tiba - tiba terdengar dering di ponselnya.


" Hah jangan-jangan "


Bunga mengambil handphone nya pelan-pelan ia menutup mata lalu membukanya dengan pelan- pelan.


" Huuh indah, kirain siapa,,?!


" Hallo dek,,,!!" panggilan video dari indah


" hallo mba,,,!! mba baju aku udah jadi nih, liat bagus gak,,,!!" indah berlenggak lenggok memperlihatkan baju untuk hari tunangan nya.


" Wah,, bagus banget dek,,!! Pas banget buat kamu..!!"


" Bagus kan,,,!!"


"Bagus banget...!!" warnanya juga cantik,, lebih cantik lagi karena kamu yang pakai,!!"


" iiih mba,,,!!" hm.. aku juga bikin buat mba hee..


walaupun mba gak datang, tapi nanti kita bisa pake foto bersama,!"


" O, ya...!"( kali ini mba pasti datang dek, mba gak mau melewatkan momen bahagia kamu lagi).


" Ini bajunya, bagus kan,,!! indah memperlihatkan baju seragam keluarga untuk bunga.


" Cantik banget dek bajunya,,!!"


" Ini pilihan mama Siska loh, dari warna, model pokok nya semua pilihan mama Siska..!!"


" Tante Siska baik banget,,!!" sampaikan ucapan terimakasih mba ya,,!!"


" Oke,,,!! ya udah mba nanti lagi ya, aku mau liat Bima dia juga lagi cobain bajunya, di ruang sebelah,!!"


" iya dek,,!! bye bye,,,


Setelah mematikan panggilan bunga kembali termenung, ia bertekad kali ini tak mau melewatkan hari bahagia indah.


" Duuh,,, laper"


bunga keluar dari kamar menuju dapur, ia tak sengaja menengok arah balkon, ia melihat Nicho tangah berada di balkon dan menatap ke arahnya, bunga langsung berlari ke dapur.

__ADS_1


" huh,,! eh tapi kenapa gue lari ya,,,!! kan gue di dalam, dia gak bakal liat gue lah,,!" Bunga memukul kepalanya merutuki kekonyolan nya.


Bunga melihat isi kulkas, tapi sepertinya ia sedang tak berselera dengan masakan nya sendiri.


"keluar kali ya,, !! sekalian menyegarkan otak gue,,!!".


Bunga mengganti pakaian mengenakan dres hijau tanpa lengan, membiarkan rambutnya tergerai dan riasan natural ala Bunga sakila.



Bunga pergi menuju salah satu resto yang ada didalam mall tak jauh dari apartemen nya, ia sengaja sekalian ingin berjalan- jalan.


Bunga langsung menuju tempat makan Japanese food, bunga segera mencari tempat yang kosong, setelah itu dia memesan makanan yang ia inginkan.


"Tliing "


Nicho mendapatkan pesan dari Noah kali ini Noah mengirimkan foto bunga yang tengah berada di salah satu resto di dalam mall,


ternyata Noah juga tengah makan disana bersama seorang wanita.


" where are yau..?!


" Mall xxx


" on the way,,"!


" Ok,!!


Nicho segera menuju mall xxx. Noah masih memantau Bunga yang tengah menikmati makan sendirian, hal itu membuat wanita di sebelahnya merasa tak nyaman.


" kamu liatin siapa sih?"


" tzzzt,,,!!" siapa yang liatin,,?!


" dari tadi kamu liatnya kesana terus,,!!" menunjuk kearah bunga.


" tzzzt.."!jangan kencang- kencang, oke dia tuh cruch nya temen gue, nih bentar lagi temen gue datang.


" Beneran,,!!"


" Iya,, tuh Orangnya datang,,," Noah melambai kan tangan pada Nicho , lalu ia menunjukan bunga dengan gerakan alis dan matanya, lalu Noah pun pamit pergi lebih dulu, karena ia sudah selesai makan.


" eHm,,!!"


Bunga yang tengah memasukan makanannya ke mulut, menghentikan aksi mengunyahnya, karena terkejut melihat Nicho, hanya matanya yang berkedip.


" Kunyah dulu makannya"!! Nicho langsung duduk di depan Bunga tanpa permisi.


Bunga masih tak bersuara ia mengunyah makanannya dengan cepat dan segera minum.


" huuh,,!!" sebelum bicara Bunga menarik nafas dalam untuk mengontrol nada suaranya.


" Pak Nicho ,, kenapa anda terus mengikuti saya,,!! ( padahal gue keluar kan biar bisa lupain dia kenapa malah nongol sih).


Bukannya menjawab Nicho malah memanggil pelayan ia memesan makanan yang sama dengan Bunga.


Nicho kembali menatap Bunga dengan tatapan mautnya.


" ( huh... gimana mau lanjut makan coba kalau diliatin begini).


Nicho tersenyum melihat Bunga tampak gugup.


Tak butuh waktu lama pelayan resto datang membawa makanan Nicho.


" silahkan pak,,!!


" Terimakasih..!!"


" Aaa...."!! nicho ingin menyuapkan makanan pada Bunga.


" Pak Nicho...!!" Bunga melihat sekelilingnya, ia Malu namun ahirnya membuka mulutnya.


Nicho tersenyum ia yakin berlahan Bunga akan luluh padanya, sedangkan Bunga mengunyah terpaksa dengan wajah cemberut.


" Pak Nicho anda belum menjawab saya, kenapa anda mengikuti saya,,,?


" Saya lapar, saya keluar mencari makan, dan kita ketemu disini, begitulah semesta bekerja".

__ADS_1


" jadi maksud anda ini suatu kebetulan.?!


" ehm"! Nicho mengangguk dan dengan tetap santai menikmati makanannya.


" Tidak mungkin pasti anda menguntit saya lagi kan..?!


" Hm.. Bukanya waktu itu kita juga bertemu di salah satu resto juga kan,,? " Apa itu artinya kamu juga menguntit saya,,?!


" hah,,, Ya kalau waktu itu emang kebetulan tapi kali ini ..!!"


" Hm..kali ini juga kebetulan..!!


" huuh... ( kayanya gue gak pernah menang argumen sama dia, ngeselin banget).


" Saya sudah selesai makan..!!"


" Saya juga sudah selesai".


" Setelah ini kamu mau kemana..??


"Terserah saya lah mau kemana,,!!"


" Oke...!" kalau begitu kamu ikut dengan saya..!!"


" Kenapa saya harus ikut dengan anda..!"


Nicho menggandeng tangan bunga tanpa permisi.


" Pak Nicho lepasin,,!!"


Nicho memberi isyarat lewat tatapan mata nya agar Bunga mengikuti nya.


Nicho mengajak Bunga ke wahana permainan, tanpa menunggu persetujuan Bunga, Nicho mengajak Bunga naik rollercoaster, awalnya Bunga menolak tapi ahirnya ia mau mencobanya.


Bunga berteriak, menjerit bahkan tertawa kencang, saat mengikuti arus rollercoaster yang menegangkan,


Nicho berharap ini bisa membantu Bunga mengeluarkan beban di hatinya,


meski Nicho belum tau apa yang membuat Bunga mengalami trauma,


ia hanya berusaha membantu Bunga agar cepat sembuh dari traumanya.


"Huuh.." Bunga bernafas lega saat turun dari rollercoaster Nicho membantu Bunga turun,


" Tunggu disini aku akan membelikan minuman untuk mu...!! "


Bunga hanya mengangguk dan ia mencari tempat duduk yang tak jauh dari wahana permainan, tak lama Nicho datang membawa 2 minuman.


" Thanks you".


" Mau coba naik yang lain lagi...??"


" No,,no,, cukup cukup..!!"


"Oke..!!"


" Lagian ini sudah malam, udah pada mau tutup juga, Dan lagi pak Nicko besok ada meeting kan,,!!"


" hm,,, oke Ayo pulang..!!"


Mereka berjalan menuju parkiran, Bunga nampak heran kenapa Nicho malah ikut menuju mobilnya.


" Pak Nicho bawa mobil sendri kan..?!


"No..!!" Nicho langsung masuk mobil Bunga.!!"


" Tapi... pak Nicho....


" Apa kamu membiarkan saya pulang jalan kaki .?


" Hah kenapa harus jalan kaki,,? kalaupun tak membawa kendaraan pak Nicho bisa naik taxi.!"


" Saya ingin selalu bersama kamu"


Bunga terdiam, pandang mereka bertemu begitu dalam, saling merasakan desiran dihati mereka.


Namun tak sengaja tangan bunga membunyikan klakson mobilnya Hingga membuat Nicho dan ia sendiri kaget, dan memutus aksi saling pandang mereka.

__ADS_1


" hahaha,," untuk pertama kalinya mereka tertawa bersama.


__ADS_2