
Sebenarnya Fandi ingin mengabaikan panggilan Melani akan tetapi dia tau Melani akan terus menggangunya, Fandi memutuskan untuk menerima panggilan terlebih dahulu sebelum menemui bunga.
" Ada apa lagi sih Mel..?? Fandi tampak kesal karena Melani terus saja menelfon.
" Fan.. kamu dimana aku mau bicara sama kamu,,,?? Melani tak sabar minta kejelasan hubungannya.
" Ok kamu minta kejelasan..!! " denger ya Mel,,!!!. aku gak punya perasaan apa-apa sama kamu, kejadian kemaren tuh bener- bener diluar kendali aku, aku gak sadar melakukan itu sama kamu."
Fendi menjauh dari ruangan bunga dan mengecilkan nada suara nya.
" Apa,,, !?! kamu tega banget sih fen,,,, setelah kamu merayu aku dan mendapatkan semua,,, semudah itu kamu bilang kamu gak punya perasaan apa-apa ..?!
Melani berusaha menekan Fendi dan memutar balikan fakta sebenarnya.
" Mel... aku benar-benar gak tau dan gak sadar mel.. "Fendi gusar menjelaskan pada Melani.
" Apa ini karena bunga,,, hah..??! jawab fen..!!
kamu masih nyarii dia...??
"Asal kamu tau ya fen..!! bunga sudah tau semuanya...!! " dengan penuh penekanan Melani mengatakan pada Fendi.
Seketika membuat mata Fendi melotot dan mematung.
"A,,a,apa..?!" Fendi tergagap dadanya bergemuruh, kakinya terasa lemas dan menjatuhkan lututnya dilantai.
Fendi langsung mematikan panggilan dari Melani dia tak kuat mendengar celotehan Melani lagi.
" Bungaa,,,, apa kamu kaya gini gara-gara aku...
bagaimana aku bisa menghadapi kamu,,
aku memang bodoh" Fendi terus meratapi ke bodoh nya.
Andai malam itu dia tidak datang untuk menemui Melani mungkin hal itu Takan terjadi,
Fendi flashback kejadian malam itu dimana dia mendapatkan telepon dari Melani, Melani mengadakan pertemuan di sebuah bar.
Melani mengatakan ingin membicarakan rencana untuk kejutan ulang tahun bunga.
dengan antusias fendi menemui Melani,
Fendi senang karena menganggap Melani benar- benar peduli pada bunga,
Agar Fendi tak curiga Melani juga mengundang beberapa teman yang lain, dan Sisil pun datang ikut bergabung.
mereka memesan minuman
namun tak lama Sisil pamit untuk pulang terlebih dahulu begitu juga teman yang lain satu persatu pergi dan tersisa Melani dan Fandi .
Melani memasukan obat dalam minuman Fendi, sehingga membuat Fendi merasakan pusing yang teramat berat.
Melani tersenyum penuh kemenangan karena rencananya berjalan mulus.
Melani lalu membawa Fendi ke hotel. dan dia melancarkan aksinya menggoda Fendi yang setengah sadar,
Fendi adalah pria normal dia pun tergoda dengan rayuan maut Melani,
Tak lupa Melani mengambil beberapa foto lalu kemudian mengirimkan pada sisil.
__ADS_1
Pagi hari Fendi kaget mendapati dirinya tidak menggunakan pakaian, kepalanya terasa begitu pusing,
Dan alangkah lebih terkejut dia melihat wanita disampingnya, yang masih tertidur dalam keadaan sama seperti dirinya tak mengenakan pakaian.
"Apa yang terjadi kenapa aku,,, siapa dia,,?!
Fendi masih kebingungan dia tak tau bahwa wanita disampingnya adalah Melani, karena Melani tidur membelakangi Fendi.
Berlahan tangan Fendi memegang pundak dan membalikan badan Melani.
Fendi sangat terkejut melihat Melani masih tertidur pulas..
"Ya Tuhan.... tidak... dasar bodoh,, Fendi lalu memungut pakaian dengan grusuk sehingga membuat Melani terbangun.
Melani pura- pura terkejut dan mulai ekting
" Fendi apa yang kamu lakukan padaku..?? huhuhu.. Melani menangis sambil menutup tubuhnya yang polos dengan selimut.
" Mel... sorry aku,, aku,, benar -benar gak inget apapun.. " Fendi mengusap wajahnya dengan kasar
" huhuhu Fendi.. kamu sudah mengambil kesucian aku... !!?!" kamu harus tangung jawab Fen...!!" Melani masih terus saja berpura-pura sedih.
" Mel... aku..."Fendi tak sanggup melanjutkan kata-katanya, dia tak percaya telah melakukan hal itu pada Melani.
" Pergi... aku minta kamu pergiiii... ( Melani berteriak mengusir Fendi).
Fendi tak tau lagi harus bagaimana, dia pergi karena Melani mengusirnya, dia terus saja meratapi kebodohannya.
Sementara di kamar hotel Melani tersenyum penuh kemenangan.
" heeuh... kamu sudah ada di genggaman ku Fendi, kamu gak akan bisa kemana- mana lagi sekarang,!! Melani berbicara sendri dan mengusap air mata palsunya.
Setelah tiba di rumah Fendi langsung membersihkan diri.
lalu kenapa dia bisa melakukan perbuatan senonoh pada wanita lain, dan orang itu tak lain sepupu wanita yang dia cintai,,
rasa bersalahnya begitu dalam membuat dadanya bergemuruh,...
" HAAAAH" bodoh,, bodooh,, bodooh .
Fendi meninju tembok berkali- kali hingga tangan nya terluka,,, di bawah siraman air shower dikamar mandi mewah itu.
Fendi menangisi kebodohannya, akankah dia kehilangan bunga.
Hari itu Fendi hanya menghabiskan waktu di kamar, ia juga me non aktifkan ponselnnya.
Didalam ruang inap pak Yadi berusaha membujuk bunga untuk makan,
" Ayoo,, ndok,,, makan sedikit,, biar cepat sehat.
(dengan sabar pak Yadi mencoba menyuapkan makanan pada bunga)
" bunga... gak lapar pak !?
" dikit aja ndok,, yang penting ada yang masuk ke perut kamu,,
bunga yang tak tega melihat raut wajah sedih pak Yadi lalu menurut dan mau makan walpun dia tak berselera.
" dikit saja ya pak... " bunga ahirnya mau membuka mulutnya.
__ADS_1
DiBalik jendela Fendi memperhatikan bunga dari jauh air matanya menetes, ingin sekali menemui memeluk dan meminta maaf.
Namun Fendi terlalu pengecut dia tak berani menatap mata bunga langsung.
Fendi mengurungkan niatnya menemui bunga, dia berbalik kembali, sebelum keluar kerumah sakit Fendi menyempatkan keruang administrasi untuk menanyakan tentang biaya rumah sakit bunga,
ia ingin membayar tagihan rumah sakit bunga,
Namun ternyata sudah dibayarkan lunas oleh ibu Zainap.
Fendi sedikit kecewa dia tak bisa melakukan apapun untuk bunga.
Fendi pergi meninggalkan rumah sakit dengan perasaan bersalah.
Sesampainya di rumah Fendi menjatuhkan tubuhnya di ranjang dengan kasar,
pikirannya menerawang masih adakah kesempatan untuknya bersama bunga.
apakah bunga bisa memaafkan kesalahannya setelah dia tau semuanya.
Dia mengambil handphone dan membuka galeri yang berisi foto-foto bunga yang dia ambil secara diam-diam,
Fendi memandangi satu persatu foto bunga,
tak terasa air matanya kembali menetes.
Tiba-tiba satu pesan masuk tertera nama Melani,
" fan,,, aku mau bicara sama kamu, temui aku sekarang, kalau tida aku datang kerumah sakit dimana bunga dirawat."
Fandi yang tengah larut dalam kesedihan, kembali tersulut emosi, dan membating handphone nya.
" Arrrggghh.... Fendi meraih kunci motor dan jaket segera berhambur keluar menemui Melani.
Melani telah menunggu Fendi di sebuah caffe tak jauh dari rumah Fendi, tak butuh waktu lama Fendi pun tiba ia segera memarkirkan kendaraanya.
" ahirnya datang juga,,,!!! ternyata bunga masih jadi senjata ampuh buat naklukin kamu.." Melani masih bergumam sendiri,
kemudian mengatur mimik wajahnya menjadi sendu sebelum Fendi menghampiri nya .
Tanpa basa basi Fendi langsung duduk dibangku caffe berhadapan dengan Melani.
" Fen kenapa sih susah banget nemuin kamu,,,,!! gak cuma kamu yang shock,!?
Aku yang paling di rugiin tau gak,!?"
Melani mengatakan dengan air mata palsunya.
"Gimana kalau sampai orang tua aku tau,,!? mereka pasti bakal marah banget fen..!?
kamu sudah menghancurkan masa depan aku". huhuhu .... ( Melani semakin tersedu).
Fendi yang sedari hanya mendengarkan ahirnya angkat bicara.
" Ok .. kasih aku waktu ... aku akan pikirkan semuanya"
" Pikiran apa lagi sih fen..?! Melani nampak tak puas dengan jawaban Fendi.
" Melll....!!! please... aku butuh waktu."
__ADS_1
" Ok... .!!." tapi inget ya fen,,, kalau kamu Sampai lari dari masalah ini,,,!?! Aku bisa menghancurkan kamu dan juga bunga...!?
Melani tampak serius dengan ucapannya lalu pergi meninggalkan Fendi yang masih mematung.