MAWAR BERDURI

MAWAR BERDURI
BAB 6


__ADS_3

"eh btw lu gak ada niatan gitu nad buat nyari pacar?"


dalam suasana macet nya kota Bandung dia menanyakan suatu hal yang sedikit membuat mood turun


"usaha sih udah nath,cuman belum Nemu yang pas aja mungkin"


"tapi gua percaya sih nad, kalo lu tuh nanti bakalan dapet pasangan yang ganteng,baik,mapan secara gt lu juga kan cantik nad,lu pekerja keras"


"ganteng,sama mapan tuh cuman bonus aja Natha sayang lagian gua belum siap juga sih kalo harus nikah"


"nad,jangan mikir jauh dulu ke arah nikah deh minimal pacaran aja dulu gt kalo cocok baru deh nikah, tapi yang lebih sulitnya tuh restu orang tua lu ya nad"


aku hanya mengangguk dan memutar musik agar aku tidak terlalu jauh membawa topik pembicaraan ini..


Bandung di pagi menjelang siang ini memang cukup ramai, beragam aktifitas mereka lakukan di hari Minggu berjualan,joging, bersepeda atau pun kegiatan mereka yang lain nya,


aku pernah singgah dibeberapa kota,mencoba untuk menetap namun pada akhirnya Bandung menjadi tempat ku kembali kota yang penuh dengan kenangan, destinasi wisata yang amat banyak membuat aku selalu rindu tanah kelahiran ku ini.


terlebih jika malam menjelang, lampu-lampu taman menerangi setiap sudut kota yang menambah cantik nya malam.


berjalan menyusuri kota, petikan gitar para pengamen cilik, dan kuliner yang sangat menggugah selera


suatu hari nanti aku ingin menikmati indahnya kota ini dengan dia yang kelak datang menemani aku, bergandengan tangan,tertawa riang, bercerita tentang indah nya hidup.


"nad,gua degdegan banget ih"

__ADS_1


aku berusaha menyusun lilin diatas cake yang cantik ini


"tarik nafas,buang perlahan kan kata lo sendiri ini usaha biar orang tua nya respect Ama Lo"


aku mengikuti langkah Natha dari belakang, sambil melihat bunga-bunga yang tumbuh cantik di taman.


rumah yang cukup megah dengan warna hijau yang menambah asri rumah ini


Natha mencoba mengetuk pintu berwarna coklat itu berulang kali, namun tidak ada jawaban dari dalam rumah.


"coba lu telfon Rio deh" berulang kali pun Natha menghubungi Rio juga sama tidak ada jawaban


"mau ketemu siapa neng?" ucap wanita paruh baya dari sebrang rumah nya dan menghampiri kami


"mau ketemu Bu Rina ,apa sedang keluar ya?"


aku dan Natha pun langsung ke rumah mas Bimo, Natha tampak sedikit kecewa dan terus mencoba menghubungi Rio


yang ada dalam benak ku, kenapa Natha tidak tau jika ada acara di rumah mas Bimo? jika Natha memang di anggap penting di kelurga nya setidak nya ada basa-basi yang Rio ucapkan pada Natha untuk sekedar memberi undangan


"gimana nath ada jawaban?" dia hanya menggeleng kepala


"ini mau diterusin aja ke rumah mas Bimo?"


dia melirik ke arah cake yang sudah dia siapkan

__ADS_1


"terus aja nad,sayang banget kalo dibuang"


wajah nya terlihat sendu, aku mencoba menghibur nya semampu ku


dan benar saja, dirumah mas Bimo banyak sekali mobil yang terparkir juga ada tenda seperti sedang ada acara khusus karena terdengar suara musik juga,


langkah demi langkah Natha aku ikuti dari belakang dengan cake yang masih dia bawa ditangan juga kado yang sudah dia siap kan jauh-jauh hari, tapi firasatku berkata lain disini


ada banyak sekali orang di pesta itu,tampak sangat meriah. apa iya di acara penting begini Natha tidak di undang?


brak,cake yang di bawa Natha jatuh bersama dengan air mata yang jatuh membasahi pipinya


Rio,tampak sedang menyanyi sambil memegang erat tangan wanita lain begitu pun orang tua Rio yang seperti nya sangat senang.


Natha kembali ke mobil, dia terisak suara tangisnya begitu menusuk hatiku seolah apa yang dia lihat begitu menyakitkan dan memang kenyataan nya begitu


"nad, Rio jahat nad perempuan itu yang ada di handphone nya Rio gua sempet baca chat mesra mereka nad"


dia menangis terseguk dalam pelukan ku, berusaha menguat kan natha..


aku pun turun dari mobil dengan kado yang sudah disiap kan Natha, aku naik ke atas panggung dan memberikan kado dari Natha


"selamat ulang tahun Tante, ini kado dari Natha. dan lu Rio gak usah lu hubungin temen gua lagi brengsek"


seketika suasana menjadi hening, aku berlalu dan kembali ke mobil..

__ADS_1


sungguh sebuah penghianat yang sangat menjanjikan


__ADS_2