
Sebuah senyum terukir begitu indah di bibir seorang wanita, senyum yang begitu indah dengan tatapan mata yang begitu menggoda.
"I love you." ucap Gerald.
Sebuah ciuman yang begitu membara, begitu berhasrat dan penuh gairah. salah satu tangan Gerald mulai beraksi, begitu menuntut. dan begitu. membuai.
"Emm..," suara rintihan yang tertahan.
******* kecil yang berubah menjadi gairah yang memuncak.
setelah beberapa menit bergulat dengan percintaan mereka, kedua insan itu mulai terlelap di indahnya malam.
** keesokan hari **
"Selamat pagi." sapa Gerald ketika berada di dapur.
"Ya, sayang." jawab Sofia yang kemudian mempersiapkan makanan mereka.
sekitar 30 menit kemudian akhirnya Gerald dan Sofia pergi ke perusahaan, senyum yang begitu mengembang membuat siapapun yang melihatnya akan merasa iri.
"Tuan Gerald sekarang sudah bisa tersenyum ya." ucap beberapa karyawan.
Para pekerja yang selalu saja menatap Gerald dan Sofia, mereka benar-benar iri dengan kemesraan sepasang suami istri itu. Gerald selalu bersikap begitu dingin namun sekarang sikap dingin itu sudah berubah menjadi begitu lembut. hanya kepada Sofia Gerald melakukan hal itu, namun kepada orang lain mereka berdua benar-benar bersikap begitu berbeda saat mereka berada di kantor. terlihat Gerald memulai pekerjaannya, Sofia tentu saja membantu sang suami yang sedang bersiap-siap untuk melakukan pekerjaannya.
Tak berselang lama terlihat seorang wanita memasuki kantor Gerald.
"Tuan, tuan Alfonso ingin menemui Tuan." ucap salah satu sekretaris Gerald.
"Persilahkan dia masuk, memang aku ada janji dengan pria itu." Jawab Gerald.
Sesaat kemudian Alfonso memasuki tempat Gerald, pria itu menatap Sofia yang sedang duduk di samping Gerald.
"Masuklah Alfonso." panggil Gerald.
"Selamat pagi, tuan." Alfonso yang memasuki tempat Gerald.
__ADS_1
"Terima kasih, tuan." jawab Alfonso.
"Bagaimana, apakah kamu suka membawa berkas-berkas itu?" tanya Gerald sembari mempersilahkan Alfonso untuk duduk.
"Sudah Tuan, Saya sudah membawa berkas-berkas itu." jawab Alfonso.
Akhirnya Gerald berdiri dan duduk di sofa bersama Alfonso,, sedangkan Sofia wanita itu masih tetap berada di kursi kebesaran sang suami.
"Oh ya sayang, nanti kita ada janji dengan salah satu klien kita. Apakah kau jadi ke sana?" tanya Sofia.
"Tentu sayang." jawab Sofia.
Alfonso benar-benar begitu terpesona dengan sosok wanita yang sekarang menjadi istri dari Gerald, pria itu terus mencuri pandang ke arah Sofia saat dia berbicara dengan Gerald.
"Begini saja Alfonso, Mintalah ayahmu untuk kemari. aku akan menandatangani kontrak kerja sama kami berdua." ucap Gerald yang terlihat Pria itu tahu kalau Alfonso dari tadi mencuri pandang ke arah sang istri.
"Baiklah Tuan." jawab Alfonso yang kemudian menutup bekas-bekasnya. Sesaat kemudian terlihat Alfonso hendak pergi dan ingin berpamitan dengan Sofia. "Pergilah Alfonso, istriku sedang sibuk dia tidak akan terlalu menghiraukan siapapun" ucap Gerald yang kemudian meminta Alfonso untuk segera pergi.
"Baik, tuan." jawab Alfonso yang kemudian pergi. saat di luar kantor Gerald, tentu saja pria itu benar-benar begitu kebingungan karena selalu terbayang wajah cantik Sofia.
"Tidak apa-apa sayang, oh ya Sebentar lagi kita pergi ke tempat rapat itu." ucap Gerald.
"Ok," jawab Sofia yang menganggukkan kepalanya. dia belum tahu kalau suaminya sedang cemburu karena dari tadi Alfonso unsur terus mencuri pandang ke arahnya.
"Nanti kita makan berdua ya di salah satu restoran kesukaanku." pinta Sofia.
"Uuntukmu apapun akan kuberikan." jawab Gerald. sepasang suami istri itu tidak tahu kalau ada sesuatu yang menunggu mereka, sesuatu yang akan membuat yang akan membuat kehidupan mereka sedikit di penuhi dengan percikan api.
"Bukankah nanti saat kita rapat dengan orang tua dari Alfonso juga?" tanya Sofia yang membuat Gerald menganggukkan kepalanya.
"Benar, memangnya ada apa?" tanya Gerald.
"Saya tidak apa-apa." jawab Sofia sambil tersenyum ke arah suaminya.
Di sebuah tempat terlihat seorang wanita sedang memandang seberapa deret foto Gerald yang sudah diambil dari beberapa anak buahnya.
__ADS_1
"Nona Catherine kelihatannya sangat tergila-gila dengan pria itu." ucap salah satu anak buah Tuan Hose.
"Iya kelihatannya wanita itu benar-benar tergila-gila dengan Tuan Gerald, yang aku dengar sih Kalau pria itu adalah pria dingin yang tidak suka didekati oleh para wanita." jawab Salah satu pria.
"Kalau dia tidak bisa didekati oleh wanita Lalu kenapa dia sudah menikah?" tanya anak buat Tuan Hose yang membuat pria dua pria anak buat Tuan Hose saling diam dan saling memandang.
"Apakah pria itu sudah mempunyai anak?" tanya Catherine kepada anak buah ayahnya.
"Kelihatannya belum Nona, karena yang Saya dengar mereka juga baru menikah." jawab anak buah tuan Hose.
"Benarkah??" tanya Catherine.
"Benar nona, yang saya tahu kalau Tuan Gerald adalah seorang pria yang sangat sulit untuk didekati oleh seorang wanita." jawab anak buah Tuan Hose.
"Lalu Kenapa pria itu dekat dengan wanita itu, jika dia tidak suka diberkati oleh wanita lain?" tanya Catherine.
Tentu saja kedua anak buah ayahnya itu langsung diam tanpa bisa mengatakan apapun.
"Ya udah kalau gitu Kalian pergi saja, kalian benar-benar membuatku pusing!" seru Catherine yang kemudian mengusir anak buah ayahnya. sekitar beberapa menit kemudian terlihat Catherine sudah mencari informasi mengenai Gerald, seorang pria yang mempunyai sosok luar biasa dan sangat di takuti oleh pembisnis--pembisnis yang lain.
"Aku harus mencari tahu siapa sebenarnya pria itu, Aku tidak akan membiarkan pria itu terus tersenyum dengan istrinya. aku akan membuat pria itu menjadi milikku." ucap Catherine.
Memang minta tidak memandang, namun cinta yang memaksa bisa menghancurkan kehidupan orang lain. cinta memang tidak ada batasnya, namun cinta yang benar-benar penuh penekanan akan menghancurkan kehidupan orang lain.
Terlihat Catherine benar-benar ingin memiliki Gerald, bahkan Wanita itu sudah berusaha untuk mendapatkan seluruh informasi Gerald. Catherine adalah sosok seorang wanita ambisius dengan semua keinginannya yang harus dia dapatkan. dia tidak peduli dia tidak mau jika dirinya diperlakukan seperti wanita yang tidak diinginkan. karena hal itu keinginan Catherine adalah menjadi wanita yang mampu membuat pria yang dia inginkan juga menginginkan dirinya.
Terlihat sekarang Gerald dan Sofia sudah berada di salah satu gedung untuk pertemuan bisnis. di sana sudah ada Tuan hose bersama dengan Alfonso, Hal itu membuat Alfons tidak akan membiarkan waktu berlalu dengan begitu cepat.
"Sayang, hari ini aku akan mengadakan rapat sendiri kamu akan berada di ruang tunggu tempat ini, bisa kan?" pinta Gerald yang membuat Sofia mengerti Kalau ada sesuatu yang membuat suaminya sedikit takut.
"Tenang saja Sayang, aku akan menunggumu di sana." jawab Sofia yang kemudian pergi ke salah satu ruangan.
** BERSAMBUNG **
mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊
__ADS_1