MAWAR BERDURI

MAWAR BERDURI
BAB 178


__ADS_3

Nyonya Utami dan Dami tersenyum senang. Keduanya bisa bernafas lega dan bisa tenang. Pasalnya, Dona terlihat begitu banyak perubahan.


"Kak, kita harus berterimakasih sama Mawar. Karena sarannya, sekarang adik kamu menjadi perempuan yang lebih baik." cicit Nyonya Utami menangis senang melihat perubahan sang putri.


Dona memakai pakaian tertutup. Dengan hijab menutupi rambutnya. Membuat Dona terlihat semakin cantik. Dengan pakaian yang menutup aurat.


Ditambah lagi, raut wajah Dona begitu teduh. Dengan bibir yang dahulu selalu tersenyum sinis, kini tersenyum manis. Dan sangat indah di pandang mata.


Dona juga menyambut kedatangan sang mama serta kakaknya dengan hangat. Tak ada perkataan kasar yang keluar dari mulutnya.


Yang ada ucapan terimakasih, karena telah mengirimnya ke tempat yang tepat. Dona mengatakan jika sekarang, hatinya sangat tenang dan nyaman meski berada di tempat yang jauh dari keramaian kota besar.


Nyonya Utami dan Dami dalam perjalanan pulang. Mereka berdua baru saja menemui Dona di pondok pesantren yang beberapa bulan terkahir menjadi tempat tinggal Dona.


Sekarang, keduanya bisa tetap tersenyum sepanjang hari. Karena tujuan utama mereka terpenuhi. Yakni berubahnya Dona ke arah yang lebih baik.


Sedangkan untuk mantan suami Nyonya Utami, Tuan Joko, beliau hilang bagai ditelan bumi. Tak ada yang tahu bagaimana kabar beliau saat ini.


Juga dengan keberadaan Nyonya Puri, selingkuhan dari Tuan Joko. Juga tak terdengar kabarnya sama sekali. Kemungkinan besar mereka berdua hidup di suatu tempat, bersama dengan Weni. Putri dari Nyonya Puri.


Sedangkan di belahan dunia lain, Gaby juga mulai bisa menempatkan serta membiasakan diri di rumah sang mama, Nyonya Yumi.


Gaby perlahan sudah bisa mulai mengubah dan perlahan menghilangkan kebiasaan buruknya. Dia juga sudah bisa menerima kehadiran kedua saudara tirinya. Misca dan Romi. Juga kehadiran suami baru sang mama. Yang artinya papa tirinya. Tuan Robert.


Perlahan, Gaby bisa meninggalkan kebiasaan hidup mewahnya. Dan mulai membiasakan diri dengan kehidupan sederhananya di sana.


Tuan Djorgi juga sudah beberapa kali mengunjungi Gaby di rumah mantan istrinya. Beliau juga selalu berterimakasih terhadap mantan istrinya serta suaminya. Karena bisa mengubah sifat Gaby.


Bukan hanya itu saja, Gaby bahkan juga mengatakan pada sang papa, jika dirinya mengizinkan beliau untuk menikah lagi. Dengan siapapun perempuan, asal sang papa hidup bahagia.


Gaby mempunyai pikiran seperti itu, saat dirinya melihat dan merasakan kehangatan dari keluarga baru mamanya.


Sontak, Gaby memikirkan sang papa. Karena selama ini, Gaby melihat sang papa selalu seorang diri. Dan selalu sibuk dengan pekerjannya. Tanpa memikirkan kehidupan pribadinya.


Dan hal tersebut seperti angin segar untuk Tuan Djorgi. Karena ijin yang diberikan oleh sang putri berarti dirinya bisa leluasa mendekati Lina.


Dan benar saja, hubungan Djorgi dan Lina semakin dekat. Apalagi, Mawar sedari dulu juga tak pernah membatasi apa yang diinginkan sang ibu.


Mengingat sang ayah telah berumah tangga terlebih dahulu. Mawar juga merasa, pasti sang ibu juga membutuhkan sosok lelaki di sampingnya.


Sedangkan Jihan. Meski dirinya berada di penjara, dia berubah menjadi seorang yang lebih baik. Itu dikarenakan Tuan Adipavi membayar tinggi seorang perempuan yang dia nilai bisa membawa perubahan baik untuk Jihan.


Dan inilah hasilnya. Jihan benar-benar bisa berubah. Dan setiap hari, Tuan Adipavi sekeluarga selalu menjenguk Jihan.


Bahkan, Nyonya Meysa juga mengetahui rencana dari sang suami. Beliau berterimakasih kepada Mawar, karena Mawarlah ternyata yang menyarankan hal tersebut.

__ADS_1


Kehidupan Nyonya Meysa sekarang juga berubah. Beliau tak seperti dulu, yang banyak menghabiskan waktu untuk menghabiskan uang sang suami.


Semenjak kedua orang tuanya tinggal bersama dengannya, Nyonya Meysa lebih banyak menghabiskan waktu bersama mereka saat sang suami bekerja.


Beliau juga dengan senang hati menerima Mawar tanpa embel-embel siapa keluarga Mawar.


Dan Caty, dirinya tidak berubah setelah melahirkan. Dia melahirkan seorang putri yang cantik. Hubungannya dengan Mawar juga semakin erat. Mawar juga sering datang ke rumah Caty bersama dengan Jerome ataupun sendiri. Tentu saja untuk menjenguk sang adik.


Hubungan Mawar dengan Wiryo juga membaik. Diantara keduanya tak lagi sekaku dulu. Mawar sudah mengikhlaskan apa yang terjadi.


Satu tahun sudah berlalu. Dan semua berjalan dengan baik. Lebih dari yang Mawar bayangkan serta inginkan.


Mawar juga sudah memulai belajar terjun langsung mengelola perusahaan sang kakek. Sehingga sang kakek bisa beristirahat di masa tuanya.


Di tepi pantai, Jerome berdiri di belakang Mawar. Memeluk tubuh sang kekasih dari belakang dengan erat. Keduanya memandang jauh ke depan. Dimana ada hamparan air biru di depannya.


"Kami mau kuliah di mana?" tanya Jerome, menaruh dagunya di pundak Mawar.


Tangan Mawar terukur mengelus rambut sang kekasih. "Sama dengan kak Jerome?" sahut Mawar.


"Benar. Begitu malah lebih bagus." timpal Jerome, karena waktu kebersamaan mereka akan lebih intens.


"Bagaimana dengan perusahaan?" tanya Jerome.


"Ingin tahu saja. Calon istriku ini sudah sampai tetap mana. Jangan sampai dia melampaui lelakinya. Bisa bahaya." kelakar Jerome.


"Malahan, Mawar ingin selalu berada selangkah di depan kak Jerome. Bagaimana dong." goda Mawar.


"Boleh saja. Tapi dalam hal lain." tukas Jerome ambigu.


Mawar membalikkan badan. Melingkarkan tangannya di pinggang Jerome. Dengan wajah sedikit mendongak, karena badan Jerome lebih tinggi.


Jerome tersenyum. "Dalam hal apa?" goda Mawar, yang sebenarnya bisa menebak apa yang ada dalam otak Jerome.


Mawar berjinjit, mendekatkan bibirnya ke telinga Jerome. "I love you." bisik Mawar, bersamaan dengan suara ombak. Sehingga Jerome hanya mendengarkan dengan samar.


"Apa?" tanya Jerome.


Mawar melepaskan tangannya. Berjalan mundur, sembari tersenyum jahil. "Nggak ada siaran ulang....!!" seru Mawar berteriak.


Mawar tertawa lepas sambil berlari. "Tunggu....!!" teriak Jerome, mengejar Mawar yang berlari menjauh darinya.


Keduanya tampak bahagia. Dengan suasana pantai yang memang sepi, dan hanya ada mereka berdua. Membuat keduanya terlihat begitu romantis.


Mawar memutuskan untuk tidak menikah setelah lulus SMA. Dan Jerome, menerimanya dengan lapang dada. Jerome juga bisa menerima alasan Mawar, menolak keinginannya.

__ADS_1


Apalagi, Jerome percaya dan yakin. Jika Mawar dan dirinya akan berjodoh. Ditambah lagi, sang mama juga sudah bisa menerima Mawar dengan sepenuh hati.


Tak ada halangan bagi keduanya untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Hanya saja, Jerome ingin membiarkan Mawar menikmati masa mudanya, juga dengan dirinya.


Memberikan rasa senang dan nyaman pada kelurga masing-masing, sebelum keduanya memutuskan untuk mengikat hubungan mereka.


Mawar terus berlari, hingga tubuhnya basah terkena terjangan ombak. Terlihat jelas raut wajah bahagia pada Mawar dan Jerome.


Jerome langsung memeluk Mawar dengan erat, saat tangannya berhasil menggapai tubuh sang kekasih. "Sayang katakan lagi. Aku ingin dengar." pinta Jerome memeluk Mawar dari depan.


"I LOVE YOU." tutur Mawar.


Cup.... Jerome langsung memangut bibir merah sang kekasih yang basah karena terkena air pantai. Mawar yang memang sudah sering melakukan bersama Jerome, tak lagi sekaku dulu. Dirinya sudah bisa mengimbangi apa yang diinginkan Jerome.


...…SELESAI…...


Terimakasih untuk semua akak, yang dengan setia selalu membaca karya othor. Baca karya othor lainnya ya akak... Terimakasih.... 😘🙏


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selamat kepada ketiga akak,,,, Tolong inbox othor ya akak... Othor ingin berbagi rezeki... Meski hanya sedikit.


Terimakasih...


- BESTA SAWITRI


- ELA JUTEK


- SAIRIN WHENI



TERIMAKASIH PADA SEMUANYA.... 😘


...........PROMOSI...........


Ramaikan juga akak, novel othor yang lain..


Jangan lupa mampir, dan baca.



__ADS_1


__ADS_2