
Ke Esokan harinya pemilik kedai bersiap membuka kedai,
biasanya sebelum berangkat kuliah bunga membantu beres- beres sebelum Bosnya datang.
Namun pagi ini bunga tak terlihat membuat ibu zainap penasaran dan pergi mencari bunga ke kamar bunga, Bu zainap melihat sepatu bunga ada diluar sehingga dia yakin bunga masih ada didalam.
tok...tok..
" Bungaa kamu belum bangun..??. udah siang nak.. kamu gak pergi kuliah..?? ibu zainap masih menunggu jawaban dari bunga namun bunga tak menjawab.
" Bungaa... banguun nak..???"
sambil terus mengetok pintu ibu zainap mengintip dari jendela.
dia mendapati bunga yang masih tertidur tidak biasanya bunga seperti itu, hal itu membuat Bu zainap khawatir dia kembali ke depan dan mengambil kunci cadangan.
Bu zainap membuka pintu kamar bunga dan mencoba membangunkan bunga.
Bunga masih tak bergeming sepertinya bunga tak sadarkan diri.. Bu zainap panik dan memangil Reza salah satu kariawan kedai yang baru saja datang.
" Reza tolongin ibu,,,!!! teriak Bu zainap
" Ada apa Bu " Reza dengan cepat berlari menuju ke arah sumber suara yaitu kamar bunga .
" mba bunga kenapa Bu,?? Reza ikut panik
" gak tau Reza, kayanya bunga pingsan badannya juga panas, cepat kamu bantu bawa masukin ke mobil ibu, ibu mau bawa ke rumah sakit".
Bu zainap bergegas menyiapkan mobil, sementara Reza mengendong bunga dan membawanya ke mobil.
Bu zainap segera melajukan kendaraannya, tak butuh waktu lama Bu zainap tiba di rumah sakit terdekat.
dia segera memanggil perawat untuk membantu membawa bunga masuk ke IGD.
Bu zainap berusaha tetap tenang menunggu dokter yang sedang menangani bunga,
Bu zainap ingin mengabari keluarga bunga akan tetapi dia tak menyimpan nomer orang tuanya.
Tak berapa lama dokter pun keluar, Bu zainap segera menghampiri dokter tersebut.
" Keluarga ibu bunga ..??
" iya,, dok saya walinya..!!! Bu zainap bertanggung jawab penuh pada bunga
" Mari Bu ikut keruangan saya ..( dokter mengarahkan Bu zainap agar mengikuti nya).
" baik dokter" Bu zainap nampak khawatir dengan kondisi bunga, apalagi dokter sampai ingin berbicara pribadi.
" Silahkan masuk Bu..! dokter mempersilahkan Bu zainap untuk masuk
" Terimakasih kasih dok..!" Bu zainap duduk di kursi yang tersedia berhadapan dengan dokter.
" Sebenarnya apa yang terjadi pada bunga dok..?? Bu zainap tak sabar ingin mendengarkan penjelasan dokter
" bunga, ini apanya ibu,? anak atau keponakan.??
" bunga sebenarnya pekerja paruh waktu di kedai saya dok..! tapi bunga sudah saya anggap seperti anak saya sendiri dok..!!( jelas Bu zainap )
" keluarganya dimana ya Bu..? kelurganya harus tau kondisi ibu bunga saat ini."
" saya belum bisa menghubungi orang tuanya dok..! karena saya tidak punya nomer telfon nya, Nanti setelah bunga siuman saya menanyakan nya dan segera menghubungi kelurganya.
" Baik saya jelaskan pada ibu ya..
" iya dok " Bu zainap menunggu penjelasan dokter dengan cemas.
" jadi begini Bu saya tidak tau apa yang menimpa ibu bunga, tapi sepertinya ada luka didalam kepala ibu bunga akibat pukulan benda tumpul, hal itu mungkin yang menyebabkan ibu bunga demam dan kehilangan kesadaran. muda- mudahan tidak ada pendarahan diotaknya, ( dokter sejenak menjeda ucapan nya)
" dan luka diwajahnya apakah ibu bunga mengalami kekerasan.??
" kalau kekerasan saya gak tau dok karena saya menemukan bunga dalam kondisi tak sadarkan diri, jadi saya belum tau apa yang terjadi padanya".
"kita masih harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut, apakah ada pendarahan atau tidak,
apabila ada pendarahan mungkin
__ADS_1
kita akan mengambil tindakan terbaik yaitu operasi, pastinya dengan persetujuan pihak keluarga.
" lakukan yang terbaik dok. buat bunga..!?
" baik... ibu boleh keluar sekarang, dan menemui ibu bunga..!!
" baik.. terima kasih dok..!!
Bu zainap keluar dengan perasaan tak menentu setelah mendengar penjelasan dokter .
ia kemudian pergi ke IGD untuk menemui bunga berharap bunga sudah siuman.
Namun bunga belum juga siuman, dan masih tergulai lemah tak berdaya.
Bu zainap lalu menelfon Reza, menyuruh Reza untuk pergi ke kamar bunga dan mengambil ponsel milik bunga.
Reza bergegas k rumah sakit untuk mengantar ponsel bunga dan memberikan pada Bu zainap.
Bu zainap mencari nama-nama dalam kontak ponsel bunga, namun ia tak menemukan nama ibu atau bapak, Karena orang tuanya memang tak punya ponsel.
Akan tetapi Bu zainap menemukan kontak bernama adiku indah.
Bu zainap langsung menelepon nomer tersebut , tak butuh waktu lama suara terdengar mengangkat panggilan Bu zainap.
" hallo mba bunga,..?! suara khas anak SMP
" hallo.. ini indah adiknya bunga ya .??
" iya.. ini siapa,, ini nomer mba bunga kan?
" indah...!! bapak atau ibunya ada, saya Bu zainap.. saya yang mempekerjakan bunga di kedai.
" oh Bu zainap,,, iya Bu mba bunga suka cerita tentang Bu zainap, kata mba bunga Bu zainap orangnya baik dan ngasih tempat tingal buat mba bunga,, ". ( bukannya memberikan telfonnya pada ibu bapaknya indah malah ngajak Bu zainap ngobrol.)
" iya,,, terimakasih, ibu mau bicara sama ibu atau bapak kamu,, bisa kasih telfonnya sebentar.
" iya,,, iya,, Bu ada sebentar ya Bu,,,!"
terdengar teriakan indah memangil ibu dan bapaknya
" Begini pak,,,!! ada sesuatu hal yang menimpa bunga,,,!! saya menemukan bunga dalam keadaan pingsan di kamarnya,"
"saya sendiri belum tau apa yang terjadi, karena bunga masih belum bisa dimintai keterangan.
" Astagfirullah haladzim bungaa...
pak Yadi nampak kaget dengan yang ibu zainap sampaikan.
seketika membuat indah dan ibu Maesaroh khawatir
" bunga kenapa pak.. bunga kenapa..??? ibu Maesaroh mulai terisak
" mba bunga kenapa pak" begitu juga indah yang sangat khawatir dengan kakaknya
" ibu... bapak.. tenang dulu.. ( ibu zainap mencoba menenangkan lewat telfon).
" jadi bunga sudah mendapatkan penanganan medis saat ini berada di rumah sakit.
saya harap kehadiran bapak dan ibu untuk mendoakan dan mensuport bunga,
"untuk biaya bapak dan ibu tak perlu khawatir,! "Saya yang akan menanggung semuanya.!!!"
( ibu zainap menjelaskan dengan panjang lebar)
" baik bu, saya akan segera ke sana" terima kasih infonya Bu zainap.
pak Yadi mematikan telfon dari Bu zainap, air mata tak terbendung pak Yadi dan keluarga.
" bapak piye Iki pak... bunga kenapa..???
" Yo wis Bu lebih baik kita siap- siap ke rumah sakit di kota.
" iya pak.. tapi pak..!! bapak punya uang tidak buat ongkos..??
pak Yadi menggeleng penuh kebingungan, disisi lain dia sangat khawatir keadaan putrinya , tapi ia tak berdaya dengan keadaan ekonomi nya.
__ADS_1
" pak,, Bu ,, indah pecahin celengan indah, tidak banyak si pak Bu, tapi lumayan buat bantu ongkos kita ke sana, ( indah membawa beberapa uang pecahan seribu dan bahkan koin )
" o..ya,, pak..!! ibu masih simpan cincin kawin kita dulu memang gak mahal tapi in sha Allah cukup ". ibu bergegas mengambil cincin kawin tua miliknya yang dia simpan .
" ya sudah biar bapak yang ke toko mas, ibu siapkan yang mau kita bawa."
" iya pak"
pak Yadi berlari menuju pasar untuk mencari toko mas dia berlari sekuat tenaga bahkan dia lupa mengenakan alas kaki.
setalah Sampai di pasar dia bingung harus masuk ke toko emas yang mana.
ahirnya dia memberanikan diri bertanya pada pemilik toko emas.
apakah bisa menjual cincin yang dia bawa ini,
setelah d cek keaslian nya pemilik toko itu pun mau membeli cincin pak Yadi.
Beruntung pak Yadi mendapatkan pembeli yang amanah, pemilik toko membeli dengan harga lebih mahal dari harga beli, karena mengikuti harga jual emas saat ini, sehingga pak Yadi bisa membawa uang cukup untuk ongkos dan
pak Yadi segera bergegas pulang ke rumah.
" Bu.... ayo Bu kita berangkat,,,, " Alhamdulillah cincin ibu laku lebih dari harga kita beli dulu Bu...!! "
" ayo.. pak ibu sudah siapkan semuanya,,, bapak ganti baju dulu pak..,!!!
" iya,,, iya,,, Bu..
pak Yadi, Bu maesaroh dan indah bergegas menuju terminal bus, butuh waktu 2 jam hingga mereka tiba dirumah sakit.
sebelumnya Bu zainap telah mengirimkan alamat rumah sakitnya, dan juga ruang rawat bunga,
saat ini bunga sudah sadarkan diri dan dipindahkan diruang rawat.
Keluarga pak Yadi sudah tak sabar melihat! kondisi bunga,
sesampainya di rumah sakit mereka mencari dan bertemu Bu zainap.
" maaf dengan Bu Zainap "
pak Yadi menyapa dengan sopan.
" iya betul,,,!! ini keluarga bunga ya..??
" iya,,, Bu,,,! bagaimana kondisi bunga Bu,,?
" Alhamdulillah bunga sudah sadar, dokter sedang memeriksa didalam, tapi sepertinya bunga masih belum mau di ajak bicara. "muda-mudahan kalau sama keluarga nya bunga mau bicara"
( dengan sabar Bu zainap menjelaskan kondisi bunga)
" Bu zainap,,, ! terimakasih banyak ibu sudah merawat bunga,,, tidak tau apa yang terjadi pada bunga kalau gak ada ibu.. "semoga Allah membalas kebaikan ibu... " dengan terisak ibu Maesaroh menggenggam tangan Bu zainap dengan sepenuh hati berterima kasih pada Bu zainap.
" Sudah seharusnya kita saling membantu, bunga anak yang rajin, dia sudah saya anggap seperti anak saya sendiri.." Bu zainap memeluk ibu Maesaroh Dengan tulus.
" yang sabar ya Bu,,, bunga anak yang kuat,, dia pasti bisa melewati semua ini" Bu zainap terus mensuport kelurga bunga.
" terimakasih banyak Bu,, cuma itu yang bisa saya ucapakan..
" sama-sama Bu Maesaroh,,! " tapi maaf saya harus ke kedai,,, ! nanti sore saya ke sini lagi,,
kalau ada apa-apa hubungi saya ya.
" baik bu hati- hati dijalan Bu.." ibu Maesaroh mengantarkan Bu zainap hingga kepintu keluar.
Bu zainap juga berpamitan dengan pak Yadi dan juga indah.
melihat dokter keluar dari ruang rawat bunga, pak Yadi segera menghampiri.
" maaf pak dokter apa anak saya sudah bisa di jenguk.??
" oh.. iya pak..! silahkan..! ibu bunga sudah bisa ditemui.!! tapi gantian aja ya supaya tidak menggangu pasien lain.
" baik terimakasih dok..!
" biar ibu sama indah dulu ya pak yang masuk ...! " ( Bu maesaroh langsung bergegas masuk, ia sudah tak sabar ingin menemui bunga).
__ADS_1