
"Nadira udah kan dandan nya lama banget deh ah" teriak mas Yuda dari luar kamar
aku pun buru-buru keluar dari kamar ku, dengan wajah tampak kesal mas Yuda menunggu di meja makan
"lama banget sih de, keburu acara nya dimulai"
"yaudah ayo katanya buru-buru malah ngomel Mulu"
"dia yang salah dia yang nyolot, pantes aja jomblo terus"
kebal,ya aku sudah kebal dengan ejekan abangku yang super menyebalkan
hari ini pernikahan Widia dan mas Agus saudara sepupu ku.
dulu aku dan Widia sangat akrab kami selalu bersama sampai SMA, tapi setelah lulus sekolah kami berbeda tujuan.
dia melanjutkan studinya di malang dan akhirnya bertemu dengan mas agus.
sedangkan aku memilih bekerja dan tetap di Bandung
sepanjang perjalanan aku harus menguatkan hati ku untuk semua pertanyaan yang pastinya sangat memuak kan untuk di dengar dan sangat sulit untuk ku jawab..
"yaudah sih de gak usah manyun gitu" tegur Abang ku yang membuat ku tersadar
__ADS_1
"enggak ko, bang nanti jangan lama-lama disana ya"
"ya tergantung situasi sih de, males ditanya kapan nikah ya ?" aku hanya mengangguk dan memutar musik kesukaan ku karya Fiersa Besari setidak nya mood ku bisa sedikit berubah
dress berwarna abu dipadukan dengan pashmina sepertinya cukup terlihat rapi untuk acara formal ini,
aku menghela nafas semoga hari ini tidak ada perkataan yang terlalu menusuk hati.
Gedung Graha Agung, tempat yang sangat mewah membuat aku takjub dengan dekorasi yang sangat cantik dengan nuansa mint rasanya sungguh cantik,
semua tampak berbahagia di acara pernikahan Widia
suara musik jazz dan band lain nya mengiringi pesta Widia, bukan lagu dangdut yang bikin badan bergoyang..
mas Agus seorang pengusaha dia memiliki banyak cabang perusahaan di seluruh kota, ya Widia beruntung memiliki mas Agus yang mapan di usia muda, dia juga tampan dan dari keluarga berada
"selamat ya Wid,bahagia selalu ya" ku peluk Widia, terpancar jelas rona bahagia di wajah Widia. dia cantik sangat cantik
"jahat kamu, gak mau nemenin aku"
"sorry beb, aku banyak banget kerjaan kamu tau kan aku bertanggung jawab besar atas perusahaan Tante Yuli"
"yaudah aku ngerti ko , cepet nyusul ya" aku memeluk nya dengan erat. semoga Allah mengabulkan doa mu Wid
__ADS_1
lagu Kahitna terdengar sangat merdu, hingga aku terbuai dan terus tersenyum mendengar nya.
" Nad" sapa mamah dan papa ku, mama dan papa sejak semalam memang stand by menemani bunda nya Widia.
"kenalin jeng,ini anak ku Nadira" aku tersenyum dan menyambut tangan teman mama ku dengan hangat
"cantik ya, sendiri aja?"
"tadi sama Abang ko tante"aku tersenyum ramah
"pacar?" satu hantaman, aku berusaha tersenyum
"Abang tuh Kaka nya Yuda anak ku yang pertama" mama menyela seolah membela ku
"oh,aku kira pacarnya.. jadi kapan nih mau nyusul Widia"
"doa nya aja Tante"
"iya di doain ko, tapi calon udah ada kan? masa sendiri terus. tuh liat Widia aja udah ada temen bobok eh temen hidup maksudnya" dia tertawa kecil sedangkan dia tak tahu aku sedang berusaha menahan umpatan ku
"jeng, temen-temen udah pada datang tuh kesana aja yu" mamah mencoba mengalihkan pembicaraan itu lalu pergi meninggalkan aku
tuhan, aku muak
__ADS_1