
"Apa maksudmu?" tanya Gerald kepada salah satu anak buah Raditya.
"Saya melihat salah satu pembantu membawa istri anda ke belakang bangunan ini." jawab anak buah Raditya.
Sebuah pistol langsung ditodongkan ke arah anak buah Raditya yang memberikan informasi itu.
"Katakan dengan jelas apa yang kamu katakan tadi, pembantu mana yang membawa istriku?" tanya Gerald.
"Di sini hanya ada satu pembantu wanita yang bertugas untuk melayani istri anda." jawab anak buah Raditya yang kemudian terdiam.
"Kalian cari di tempat ini sampai ketemu, aku yakin istriku masih berada di sini." perintah Gerald kepada anak buahnya.
"Tuan." Panggil salah satu anak buah Raditya.
"Ada apa?" tanya Gerald kepada salah satu anak buah Raditya.
"Percuma anda mencari isteri anda, walaupun Anda menemukannya wanita itu tidak akan pernah mengingat anda." ucap anak buah Raditya yang membuat Gerald kebingungan.
"Apa maksudmu?" tanya Gerald kepada anak buah Raditya.
"Bos kami sudah melakukan sesuatu kepada istri anda ketika membawanya kemari." jawab anak buah Raditya.
Seketika Gerald langsung marah, pria itu menarik tubuh anak buah Raditya dan menghajarnya habis-habisan.
"Katakan apa yang terjadi kepada istriku?!" teriak Gerald.
Wajah yang penuh dengan pukulan dan lebam yang sangat parah.
"Isteri anda tidak akan mengingat anda karena tuan Raditya sudah melakukan sesuatu. pria itu sudah membuat istri anda melupakan anda." jawab anak buah Raditya.
__ADS_1
Emosi Gerald sudah tidak terkendali, dia dengan sangat gila terus berusaha mencari keberadaan istrinya. Jika benar apa yang dikatakan oleh anak buah Raditya, berarti pria itu sudah melakukan sesuatu kepada istrinya.
"Aku tidak akan pernah membiarkan pria itu melakukan sesuatu kepada istriku, dia adalah istriku. dia akan selalu menjadi milikku!!" seru Gerald yang kemudian memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Sofia.
"Tuan," panggil anak buah Gerald.
"Ada apa?" tanya Gerald.
"Kami menemukan sebuah ruangan yang ada di gudang bawah tanah." ucap salah satu anak Gerald.
"Maksudmu?" tanya Gerald.
"Ada sebuah bangunan bawah tanah di gudang belakang tempat itu." jawab anak buah Gerald.
"Katakan tempat Apa itu, kenapa di sana ada ruang bawah tanah?" tanya anak buah Raditya mencoba menjelaskan mengenai ruangan bawah tanah itu. dengan segera berjalan ke tempat itu entah mengapa pikirannya tiba-tiba tertuju ke tempat itu.
"Tuan, pintunya digembok dari dalam." ucap anak buah Gerald.
"Lakukan Apapun untuk membuka pintu ini, aku yakin istriku disembunyikan di sini!!" seru Gerald.
Seketika anak buah Gerald mencari sesuatu untuk membuka pintu besi yang menutupi ruang bawah tanah. sebuah ruangan yang menjadi tempat persembunyian tiga wanita yang ada di tempat itu, Sofia, pembantu wanita dan Clara yang ada di tempat itu. mereka tidak bisa mendengar apa yang terjadi di atas sana karena ruang bawah tanah tersebut adalah ruang kedap suara dan tidak akan bisa terdengar dari luar.
Sekitar satu jam kemudian akhirnya pintu tersebut sudah terbuka, dengan segera Gerald dan Patricio memasuki tempat tersebut. langkah kaki Gerald begitu tergesa-gesa, jantungnya berdebar begitu kencang. sudah beberapa bulan lamanya dia tidak bisa melihat istrinya rasa rindu yang ada di hatinya benar-benar tidak bisa dia tahan, air matanya ingin sekali menetes namun dia harus menahannya untuk melihat wanita yang begitu dia cintai.
"Ada seseorang yang membuka pintu ini." ucap pembantu wanita.
"Apa? mereka sudah kemari, Lalu bagaimana dengan kita?" tanya Sofia.
Sofia yang sekarang sangat berbeda dengan Sofia yang dahulu mungkin, kalau Sofia yang dahulu adalah wanita yang sangat luar biasa. namun setelah Raditya memberikan dia obat penghilang ingatan Sofia seketika menjadi wanita yang sangat berbeda.
__ADS_1
"Apa mungkin mereka menemukan keberadaan kita?" tanya pembantu wanita.
"Kalian Tenang saja, aku yakin kalau kita akan baik-baik saja." jawab Clara.
"Tiga wanita itu terlihat benar-benar sangat kebingungan, tidak ada apapun di tempat itu untuk mempertahankan diri. jika sampai orang yang berada di luar menemukan mereka bisa-bisa nyawa mereka akan dalam bahaya. itulah yang ada di pikiran 3 wanita tersebut.
Tak berselang lama pintu kamar tempat Clara berada sudah mulai terbuka, Sofia, Clara dan pembantuan Nita benar-benar sangat kebingungan. Mereka takut terjadi sesuatu pada diri mereka.
"Ya Tuhan..,apakah kami semua akan mati di sini." ucap Sofia.
Tak ada suara yang keluar dari mulut tiga wanita itu, rasa ketakutan mereka benar-benar sangat luar biasa.
KREKKK...
pintu terbuat dari besi itu seketika terbuka, beberapa bayangan orang yang ada di luar pintu itu terlihat oleh tiga wanita yang ada di dalam.
"Siapa kalian, apa yang kalian inginkan!!" teriak Sofia.
Tak ada suara yang keluar dari mulut orang-orang itu, namun bagi seorang pria yang ada di luar pintu itu hatinya benar-benar sangat bahagia karena suara yang ada di ruangan itu adalah suara wanita yang begitu dia cintai. Sofia, Clara dan pembantu wanita saling memeluk satu sama lain. mereka tidak bisa memikirkan apapun lagi.
"Jika kita mati.., kita mati bersama aja." ucap Sofia.
"Kamu benar." jawab Clara.
Tak berselang lama Pintu itu terbuka total, pemandangan beberapa pria sudah berada di luar ruangan tersebut.
** BERSAMBUNG **
mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊
__ADS_1