
"Kalian jangan kemari!!" seru Sofia yang berada di dalam ruangan itu. tiga wanita itu terlihat benar-benar sangat ketakutan, satu wanita hamil yang dalam hitungan hari akan melahirkan, satunya memakai pakaian pelayan dan yang satunya kondisinya benar-benar sangat mengenaskan.
"Siapa kalian!!" seru Clara yang terlihat memeluk Sofia dan pembantu wanita.
Langkah kaki Gerald dan Patricio memasuki ruangan itu, tatapan mata mereka berdua menatap Sofia yang sedang bersembunyi. senyum yang benar-benar begitu melegakan dapat dilihat dari wajah Gerald ketika dirinya melihat kondisi sang istri baik-baik saja.
"Sayang." Panggil Gerald.
Tentu saja Sofia tidak akan menjawab panggilan itu, Karena Wanita itu tidak ingat dengan pria yang sedang berdiri di hadapannya tersebut.
"Mundur, mundur! jika kalian mendekat kalian akan aku tembak!" seru Sofia.
Seketika Gerald meminta anak buahnya untuk mundur, Dia berjalan mendekati sang istri dengan raut wajah yang benar-benar begitu merindukan sosok wanita itu.
"Sayang."Panggil Gerald kepada Sofia. namun Sofia tidak menanggapi panggilan itu karena dia tidak mengenal pria itu.
"siapa kalian?!" seru Clara.
"Tenanglah, Kami tidak akan melukai kalian." jawab Gerald. daerah langkah kaki Gerald mendekati sang istri, sedangkan Clara yang melihat hal itu nampak wanita itu tahu kemungkinan besar pria yang ada di depannya itu adalah suami dari wanita yang diakui oleh Raditya sebagai istrinya tersebut.
"Tenanglah, Alda." ucap Clara.
Seketika Sofia memeluk Clara, namun Gerald yang mencoba mendekati Sofia namun wanita itu benar-benar sangat ketakutan .
"Kamu baik-baik saja, sayang?" tanya Gerald. namun sayangnya Sofia langsung menghentaskan tangan Gerald ketika pria itu ingin menyentuhnya.
"Kamu siapa?" tanya Clara.
"Aku adalah suami dari wanita ini." jawab Gerald.
"Lebih baik kita bawa mereka keluar dari sini, tuan." ucap Patricio.
__ADS_1
"Baiklah, tolong kalian bawa dua wanita ini. aku akan membawa istriku." ucap Gerald.
"Aku tidak mau, aku tidak mengenalmu!" seru Sofia yang tidak mau disentuh oleh Gerald sama sekali. tentu saja Gerald sangat tersentak ketika dirinya mendapat penolakan seperti itu dari wanita yang begitu dia cintai.
"Sayang." Panggil Gerald.
"Aku tidak mengenalmu." jawab Sofia yang bersikap benar-benar sangat kasar.
DEG..
jantung Gerald terasa sakit, dia benar-benar tahu kalau istrinya tidak mengingatnya sama sekali.
"Biar dia bersamaku, Tuan." ucap Clara yang kemudian menggandeng Sofia .
Clara menatap pria yang ada di belakang tersebu, wanita itu terlihat begitu tahu bagaimana rasanya dicampakkan. saat berada di rumah Raditya Gerald mengintrogasi Clara.
"Siapa kamu?" tanya Gerald kepada Clara.
"Lalu, kenapa kau berada di ruang bawah tanah?" tanya Patricio.
"Siapa lagi yang akan melakukan hal gila ini kalau bukan pria Brengsek itu." jawab Clara.
Melihat kondisi Clara yang benar-benar begitu memprihatinkan akhirnya Patricio meminta Gerald untuk membawa mereka bertiga Kembali ke tempat Gerald.
"Baiklah Patricio, kamu Segera hubungi orang-orang kita. minta mereka tetap berada di sini untuk mencari keberadaan Raditya. Aku ingin pria itu mendapatkan balasan karena dia telah melakukan hal gila seperti ini kepada istriku." ucap Gerald yang diangguki oleh Patricio.
"Baiklah kalau begitu, Tuan. aku akan meminta timku untuk tetap berada di sini, mereka akan tetap tinggal di tempat ini dengan semua fasilitas yang sudah anda berikan." ucap Patricio
"Aku yakin istriku akan segera pulih dan bisa mengingat kita semua." ucap Gerald sembari menatap sang istr.
Sofia benar-benar tidak mau menatap suaminya sama sekali, wanita itu mengalihkan pandangannya ketika Gerald menatapnya. hati suami Mana yang tidak akan sakit ketika dirinya mendapatkan perlakuan seperti itu dari istrinya.
__ADS_1
"Patricio, aku akan meminta anak buahku untuk tetap berada di sini, sebagian anak buahku aku akan taruh di sini untuk membantu. semua yang kalian perlukan akan aku berikan." ucap Gerald.
"Terima kasih, tuan.." jawab Patricio.
Akhirnya hari itu Gerald memutuskan untuk terbang kembali ke rumahnya.
"Kenapa Kau harus mengajak kami?" tanya Sofia.
Clara terlihat terus menenangkan Sofia, Maklum saja karena wanita itu benar-benar tidak bisa mengingat pria yang ada di depannya tersebut.
"Siapapun yang berurusan dengan pria gila itu harus bersabar, tuan." ucap Clara.
"Sudah berapa tahun kamu dipenjara di tempat itu?" tanya Gerald.
"Sekitar 5 tahun lebih." jawab Clara yang membuat Gerald benar-benar tidak akan pernah terpikir Kalau pria yang terlihat begitu baik itu ternyata adalah orang yang benar-benar sangat kejam luar biasa.
Sekitar beberapa jam kemudian Gerald sudah sampai di salah satu bandara, pria itu menatap beberapa anak buahnya yang sudah menjemput mereka bandara pribadi milik Gerald. orang kaya akan mampu melakukan apa saja tentu saja mereka mampu berbuat sekehendak hati mereka.
"Tuan."Gerald Panggil salah satu anak buah Gerald.
"Apakah kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan?" tanya Gerald kepada salah satu anak buahnya.
"Sudah Tuan, saya sudah meminta salah satu rumah sakit untuk mengosongkan beberapa kamar untuk sesuai yang anda perintahkan." jawab anak buah Gerald yang membuat Gerald menganggukkan kepalany.
"Baiklah kalau begitu, kita segera ke rumah sakit." ucap Gerald.
"Untuk Apa kami harus ke rumah saki?!!" seru Sofia.
"Kau lihat sendiri kan Bagaimana kondisi temanmu itu." ucap Gerald yang membuat Sofia menatap Clara yang kondisinya benar-benar sangat mengkhawatirkan.
** BERSAMBUNG **
__ADS_1
mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊