
"Seandainya wanita itu tahu kalau Raditya sudah menikah, kemungkinan besar dia akan melarikan diri dari pria itu." ucap pelayan wanita.
"Maksudmu wanita itu tidak tahu kalau pria itu sudah menikah?" tanya Clara kepada pembantunya.
"Tidak Nyonya, karena yang Saya dengar dari anak buah Tuan Raditya katanya wanita itu hilang ingatan." jawab pembantu wanita.
Terlihat Clara menoleh dan menunjukkan senyumnya, sesaat kemudian wanita itu nampak menatap pembantunya dan meminta wanita itu untuk menyelidiki mengenai wanita yang diakui oleh Raditya sebagai istrinya.
"Aku yakin kalau Raditya sudah melakukan sesuatu kepada wanita itu." ucap Clara.
"Benar Nyonya, tapi saya akan mencari tahu lebih lanjut lagi." jawab pembantu wanita.
Entah mengapa tiba-tiba saja Clara menemukan semangat hidup, dia tidak ingin ada wanita lain yang diperlakukan seperti dirinya. sudah cukup Clara yang merasakan penderitaan menjadi istri dari Raditya, wanita itu tidak ingin ada wanita lain yang terus-menerus disakiti oleh Raditya dengan semua kegilaan pria itu.
Ketika Clara melihat pembantunya pergi, terlihat wanita itu menatap tembok berwarna kelam yang sudah memenjarakan dirinya selama bertahun-tahun. ada sebuah kelonggaran di hati Clara ketika dirinya mendapat informasi kalau wanita yang dibawa oleh Raditya adalah seorang wanita yang hilang ingatan. Itu berarti Raditya sudah melakukan sesuatu kepada wanita itu, jika benar wanita itu adalah wanita yang berharga bagi Raditya kemungkinan besar Clara bisa memanfaatkan wanita itu untuk melepaskannya.
Sudah hampir 5 tahun lamanya Clara dipenjarakan di ruang bawah tanah, tidak ada cahaya, tidak ada kegembiraan sama sekali dunia Clara benar-benar hancur.
Di tempat lain terlihat seorang wanita menatap beberapa pakaian yang sudah dia beli beberapa hari yang lalu. Raditya benar-benar memanjakan Sofia dengan semua keinginannya.
__ADS_1
"Sayang, Kamu hari ini tidak keluar?" tanya Sofia kepada Raditya.
"Memangnya ada apa?" tanya Raditya kembali .
"Aku ingin makan sesuatu, Aku ingin makan buah-buahan segar yang baru dipetik." jawab Sofia.
"Apakah kamu ingin aku membelikannya atau memetiknya langsung?' tanya Raditya.
"Aku ingin kamu sendiri yang memetik buah-buahan itu untuk anak-anak kita." jawab Sofia dengan penuh semangat.
Akhirnya Raditya langsung berpamitan kepada Sofia untuk membeli buah-buahan yang akan dia panen sendiri, sedikit cerita mengenai Raditya. walaupun hampir satu bulan ini Sofia berada bersama Raditya, tapi pria itu tidak pernah sekalipun berusaha untuk mengambil kesempatan. Raditya ingin Sofia menerima dirinya apa adanya, pria itu ingin menjadikan Sofia sebagai wanita satu-satunya yang akan menjadi pelabuhan jiwanya.
"Kenapa taman secantik ini tidak diurus, Lihatlah perbengkalai hingga merusak pemandangan." ucap Sofia yang terlihat memegang perutnya. langkah kaki Sofia semakin memasuki taman tersebut, saat dirinya menatap sebuah bangunan tua yang ada di tempat itu entah mengapa Sofia merasa ada sesuatu yang begitu aneh.
Sebuah pondok kecil yang di tutup dengan rantai, bahkan di tempat itu juga ada beberapa barang yang kelihatannya masih baru.
"Kenapa gudang ini tidak tersentuh sama sekali ya, Memangnya gudang ini tempat apa sih." guman Sofia yang kemudian semakin mendekati gudang tersebut.
Langkah kaki Sofia terhenti, wanita itu menatap beberapa gembok yang sudah mengunci pintu tersebut. "Gudang begini aja kok digembok pakai 4 gembok, Memangnya isinya apaan sih." ucap Sofia kembali.
__ADS_1
Terlihat Sofia menatap tempat itu, wanita itu berjalan memutar ke arah gudang terbengkalai tersebut. sesaat kemudian tatapan mata Sofia terhenti ada sebuah pintu yang tidak di tutup.
"Kenapa pintunya tidak ditutup ya, Apa karena gudangnya tidak terpakai jadi tidak ditutup. bagian depannya aja sudah digembok dengan beberapa gembok" ucap Sofia.
Karena penasaran akhirnya Sofia memasuki pintu belakang bagian gudang, terlihat di sana Sofia menatap pintu itu dengan penuh penasaran.
"Masuk nggak ya." ucap Sofia. karena tingkat penasaran yang dimiliki Sofia sangat tinggi Hal itu membuat wanita itu langsung masuk ke dalam gudang tidak terpakai yang ada di taman.
Saat memasuki gudang tersebut tatapan mata Sofia menatap ruangan yang benar-benar terbengkalai, Ada beberapa barang yang tidak terpakai bahkan barang-barang itu berserakan ke mana-mana.
"Barang-barang di tempat ini Kok kelihatannya mewah-mewah banget ya." ucap Sofia sambil menatap barang-barang yang ada di gudang tersebut.
Kondisi gudang tersebut memang benar-benar berantakan. Hal itu membuat Sofia sedikit bergidik ngeri dengan kondisi gudang itu, langkah kaki Sofia hendak keluar dari gudang namun sesaat kemudian tiba-tiba saja Sofia menatap sebuah lantai yang mengeluarkan bunyi yang benar-benar aneh.
"Kenapa lantainya Kok bisa berbunyi ya, kayak ada sesuatu di bawahnya." ucap Sofia yang terlihat terus menatap lantai yang ditutupi dengan karpet usang.
"Lebih baik aku keluar dari sini daripada nanti debu-debu kotor ini terhirup dan merusak kesehatanku." ucap Sofia yang kemudian pergi meninggalkan gudang.
** BERSAMBUNG **
__ADS_1
mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊