
"Ratakan tempat ini!!" seru Gerald.
"Baik tuan." jawab anak buah Gerald.
"Sofia, mereka akan melarikan diri melalui jalan samping, Kelihatannya mereka akan menghubungi anak buah mereka." Patricio yang memberitahukan informasi itu kepada Sofia.
"Bisakah kau membuat suatu rencana?" tanya Sofia yang terlihat berusaha untuk melakukan sesuatu.
Sofia dan Patricio berkomunikasi melalui alat penghubung, mereka membuat sebuah rencana untuk menghentikan Xander dan Tiger yang akan melarikan diri. masih di tempat itu terlihat Tiger mencoba menghubungi teman-temannya.
DOR..
DOR..
DOR..
Xander yang terlihat berusaha mempertahankan dirinya, pria itu harus melakukan sesuatu agar dia bisa melawan musuh-musuhnya. di tempat lain tentu saja Gerald terus berusaha untuk membuat anak buah sandal kehilangan nyawa mereka bukan viral namanya juga Biar tidak mampu membuat musuh-musuhnya hancur dalam hitungan menit saja.
DOR...
Satu tembakan diarahkan oleh Gerald ke arah Xander,
"Kau tidak akan bisa melarikan diri dari tempat ini." Gerald yang terlihat sudah menemukan keberadaan Xander. pria itu terus menyerang Xander, sedangkan di tempat lain Gerald tidak tahu kalau Tiger berada di suatu tempat dan tersembunyi.
"Akhirnya aku menemukan waktu untuk membunuhmu." ucap Tiger yang berada di tempat persembunyian nya, Xander terus berlari saat Gerald menemukan dirinya. mereka berdua nampak saling menyerang satu sama lain.
BUUK...
BRAKK...
Gerald berusaha meraih tubuh Xander, pria itu memberikan perlawanan dan pukulan kepada Xander. Gerald adalah pria yang lumayan bisa ilmu bela diri karena hal itu dia terus memberikan serangan-serangan kepada Xander. namun sayangnya Xander juga sangat pandai berkelahi, pertarungan dua pria itu benar-benar begitu sengit.
"Kau akan mati." ucap Tiger.
tiba-tiba ada sebuah pistol yang menempel di kepala bagian belakang Gerald. Hal itu membuat Gerald langsung menghentikan langkahnya.
"Aku pasti akan membunuhmu.." ucap Tiger yang sudah berada di belakang tubuh Gerald.
"Akan kupastikan kau tidak akan bisa melakukan hal itu." jawab Gerald yang kemudian memutar tubuhnya dan mulai menyerang Tiger.
ZDUKK.
BUKK..
BRAAK...
__ADS_1
suara pertarungan itu benar-benar menarik beberapa anak buah Gerald yang berada di tempat itu.
DOR.
DOR..
DOR...
"Aku pasti akan membunuhmu!" seru Xander.
Dua melawan satu, itulah yang sekarang terllihat. Gerald terus melawan Xander dan Tiger, hingga Sofia datang untuk membantu sang suami.
"Dasar sialan!" seru Tiger yang sudah mendapatkan serangan dari Sofia.
"Dasar pria tua, kamu tidak akan mampu melawanku." Sofia yang mencoba untuk terus memancing emosi Tiger.
Perkelahian antara empat orang sudah mulai terjadi, Tiger benar-benar sangat kewalahan saat menghadapi Sofia.
BRAKK...
sesaat kemudian...
DOR...
DOR...
DOR...
"Akan Aku pastikan kalau kau akan kehilangannya seperti pria ini." ucap Sofia yang kemudian mengarahkan pistol ke kepala Xander. Hal itu membuat Xander langsung terdiam, penyerangan kali ini tidak akan mampu dilawan oleh Xander. karena hal itu pria itu hanya bisa terdiam dengan semua amarah yang ada di dadanya.
"Tangkap dia." perintah Gerald kepada anak buahnya. pria itu tersenyum sedikit puas karena satu persatu musuh-musuhnya sudah ditangkap. hari itu Gerald dan beberapa anak buahnya membawa Xander dan beberapa anak buahnya yang tersisa. mereka sudah mendapatkan hasil dari semua yang perlu mereka dapatkan.
** Beberapa bul kemudian **
>> Los angeles
"Selamat pagi!" seru Sofia yang sudah berada di perusahaan sang suami.
"Selamat pagi, sayang." jawab Gerald.
Sekarang Sofia dan Gerald sudah memutuskan untuk menjalani kehidupan mereka seperti pasangan normal lainnya.
"Apa yang sedang kamu lakukan, sayang. apakah kau sedang sibuk?" tanya Sofia kepada sang suami.
"Tentu saja aku tidak akan sibuk jika untukmu." jawab Gerald yang kemudian mengulurkan tangannya untuk memeluk isterinya.
__ADS_1
Kehidupan Gerald dan Sofia sekarang benar-benar sudah meninggalkan dunia yang begitu keras, rumah baru kehidupan baru dengan semua dunia yang baru.
"Apakah kau ingin keluar?" tanya Gerald.
Sofia menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian dia menunjukkan beberapa informasi yang ada di salah satu aplikasi ponselnya.
"Ada apa?" tanya Gerald kepada sang istri.
"Kelihatannya aku akan ikut lelang barang-barang ini." jawab Sofia.
"Lalu?" tanya Gerald.
"Tentu saja kau harus datang ke sana, Sayang.." jawab Sofia.
Gerald hanya bisa menganggukkan kepalanya sesaat, pria itu akan menuruti semua permintaan sang istri. "Apapun untukmu, Sayang." ucap Gerald yang kemudian berdiri dan memberikan ciuman di bibir Sofia.
Sedikit cerita sekarang Raditya sudah tidak bersama Gerald, entah ke mana Raditya pergi namun semuanya benar-benar sudah berubah total. kepemimpinan yang ada di penjara sudah diberikan oleh Gerald kepada salah satu anak buahnya, sedangkan kepemimpinan inti pasukan khusus dari tuan Gerald tua masih dipegang oleh Sofia. walaupun wanita itu masih merahasiakannya dari sang suami.
Sudah beberapa bulan setelah kejadian yang ada di negara tempat tinggal Gerald, akhirnya pria itu sudah memutuskan untuk melepas semuanya dan memulai kehidupan yang baru dengan istrinya. Gerald adalah tipe pria yang begitu penyayang posesif namun dia mau mengalah kepada wanita yang dia cintai, hari ini Sofia sengaja mengajak sang suami untuk pergi ke salah satu tempat lelang barang yang ada di Los Angeles. sebuah lelang barang yang ternyata ingin didatangi Sofia dan wanita itu ingin mengambil salah satu barang yang sangat diketahui oleh Sofia sebuah barang milik dari almarhum gadis kecil kesayangannya, Ayla.
"Kenapa kamu menginginkan barang itu, sayang?" tanya Gerald.
"Karena barang-barang itu adalah peninggalan dari gadis kecil yang dulu aku ceritakan kepadamu." jawab Sofia.
Gerald hanya menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian pria itu tersenyum kepada istrinya. "Ya sudah kalau begitu, aku akan mendapatkan barang itu untukmu." ucap Sofia.
Sebuah barang yang tidak diketahui oleh siapapun, sebuah barang peninggalan dari gadis kecil yang selalu memanggil Sofia dengan panggilan mama.
Di tempat itu mulai dibuka harga barang lelang itu, sekitar 15 menit kemudian akhirnya Gerald mendapatkan barang itu untuk sang istri.
"Apakah kau senang?" tanya Gerald.
"Tentu saja Sayang." jawab Sofia.
Senyum yang begitu merekah dapat terlihat di wajah Sofia ketika dirinya mendapatkan barang itu, sebuah Senyum juga merekah di bibir seorang wanita saat dia menatap seorang pria yang mendapatkan barang dari salah satu anak pengusaha yang sudah meninggal.
"Siapa pria itu, Papa?" tanya seorang gadis muda yang bernama Catherine.
"Dia adalah tuan Gerald, pengusaha yang telah dibicarakan oleh orang-orang ." jawab si pria.
"Apakah pria itu kaya, Papa?" tanya Catherine kepada ayahnya.
"Tentu saja pria itu pria kaya, dia mempunyai beberapa perusahaan dan beberapa aset penting." jawab pengusaha yang bernama tuan Hose.
** BERSAMBUNG **
__ADS_1
mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊