MAWAR BERDURI

MAWAR BERDURI
Mencari Sofia


__ADS_3

Waktu terasa berjalan begitu cepat, Sofia yang sekarang bernama Alda terus tenggelam pada kebohongan yang dibuat oleh Raditya. di sisi lain Gerald terus mencari keberadaan sang istri yang ada di Belanda, pria itu tidak akan pernah melepaskan istrinya apapun yang terjadi.


Terkadang Gerald terbangun dari tidurnya, memikirkan mengenai keberadaan sang istri yang belum dia temukan. begitu pula dengan Sofia, wanita itu selalu terbangun dari mimpinya dan mencoba untuk mengingat seorang pria yang selalu ada di dalam mimpinya.


"Kenapa aku selalu memimpikan pria itu?" tanya Sofia yang terus-menerus mencari tahu mengenai sosok pria yang terus berada di dalam mimpinya.


Gerald dan Sofia memang terpisah jauh, namun hati mereka tetap bersatu dengan keutuhan cinta yang sudah mereka bina selama ini.


"Siapa pria itu, kenapa dia selalu berada di dalam mimpiku." ucap Sofia yang terus memegang kepalanya. wanita itu tidak tahu dan tidak mengingat sama sekali mengenai masa lalunya, setiap hari Sofia diberi oleh Raditya beberapa obat agar ingatannya semakin lemah dan semua kenangan masa lalunya hilang.


Di tempat lain terlihat Patricio sudah mulai melancarkan aksinya, pria itu membobol beberapa rekaman CCTV dari beberapa tempat yang mungkin akan memberikan informasi mengenai keberadaan Sofia.


"Apakah kamu mendapatkan sesuatu?" tanya Gerald.


"Belum Tuan, kelihatannya pria itu benar-benar sangat luar biasa. dia sangat licik dan licin." jawab Patricio.


"Aku sudah mengerahkan seluruh anak buahku untuk menyisir negara ini, tapi mereka benar-benar sangat kewalahan." jawab Gerald.


"Tentu saja mereka akan kewalahan, Tuan. negara ini lumayan besar dengan penduduk yang lumayan banyak. jika kita melakukan sesuatu secara ceroboh kemungkinan kita yang tidak akan mendapatkan keuntungan." jawab Patricio.


"Aku harus mendekati beberapa pengusaha yang ada di tempat ini, aku yakin mereka akan memberikan kita informasi." ucap Gerald.


"Jangan, tuan. jika kamu melakukan hal itu maka keberadaan kita akan diketahui oleh seluruh anak buah Raditya." jawab Patricio.


Gerald mulai memikirkan apa yang dikatakan oleh Patricio, memang pria itu kalah cepat dalam soal rencana dengan Patricio. apalagi Patricio adalah hacker yang sangat luar biasa.


"Sudah berapa tahun kamu mengenal istriku?" tanya Gerald kepada Patricio.

__ADS_1


"Kami sudah kenal sangat lama, Tuan. mungkin semenjak dia masih bayi, Kami adalah pasukan elit yang dilatih oleh Tuan Gerald tua. saat itu usia istrimu itu benar-benar seperti bayi yang berusia beberapa bulan." jawab Patricio sambil tersenyum.


Terlihat Gerald hanya bisa tersenyum, pria itu terus melihat kelincahan dari jemari Patricio saat melacak beberapa kamera CCTV yang ada di jalanan.


"Kita sudah 2 hari di sini namun belum mendapatkan informasi." ucap Gerald.


"Kau Tenang saja Tuan, jika menurutmu pria itu tidak akan melakukan sesuatu yang akan menyakitinya, mungkin kita harus bersabar dengan semua kemungkinan yang akan kita dapatkan. jawab Patricio.


"Lalu, Apakah kau akan bersabar jika tiba-tiba isteri dan anakmu menghilang?" tanya Gerald yang membuat Patricio langsung terdiam.


Jari jemarinya yang tadi terus mengetak-ngatik laptopnya seketika terhenti saat mendengar perkataan Gerald. "Kau Tenang saja tuan, kami juga sangat menyayangi Sofia. Kami tidak akan membiarkan wanita itu terluka sedikitpun." jawab Patricio.


Gerald terus memijit pelipisnya, pria itu tidak bisa lagi memikirkan Bagaimana kondisi istrinya. sekitar 30 menit kemudian tiba-tiba saja tatapan mata Gerald menangkap sesuatu yang sangat familiar di matanya.


"Berhenti, stop di rekaman itu." pinta Gerald.


"Coba kau mundur beberapa detik sebelum kejadian itu." pintar Gerald.


Akhirnya Patricio mundur beberapa detik di waktu rekaman pusat perbelanjaan.


"Coba kau zoom wanita yang bersama pria itu." pinta Gerald.


Tatapan mata Patricio dan Gerald saling menatap sebuah gambar wanita yang ada di salah satu pusat perbelanjaan.


"Sofia." ucap Patricio.


"Benar, itu ada istreku." jawab Gerald.

__ADS_1


Sesaat kemudian terlihat Patricio terus memutar video ketika Sofia berada di salah satu pusat perbelanjaan.


"Aku yakin kalau itu adalah isteriku." ucap Gerald.


"Benar, dia adalah Sofia." jawab Patricio yang kemudian mencari sebuah informasi keberadaan pusat perbelanjaan tempat Sofia dan Raditya berada.


"Kita harus menemukan keberadaan pria itu, aku yakin mereka benar-benar berada di negara ini." ucap Gerald.


Tangan lincah Patricio benar-benar dibuat kebingungan saat melihat salah satu pusat perbelanjaan yang mempunyai begitu banyak cabang di negara itu.


"Gila, kita harus menyusuri setiap kota yang ada di negara ini." ucap Patricio.


"Kau benar, tapi cobalah kau ingat kemungkinan ada perbedaan situasi di tempat keberadaan istriku." ucap Gerald.


Sesaat kemudian terlihat Patricio kembali memperhatikan rekaman CCTV itu. "Kita hanya bisa mencari gambar ini di beberapa situs, kalau tidak kemungkinan besar kau harus meminta anak buahmu untuk melakukan penyusuran di sekitar tempat itu." ucap Patricio.


Gerald langsung memfoto sebuah tempat yang ada di rekaman CCTV tersebut.


"Kita hanya bisa mengandalkan foto ini, minta seluruh anak buahmu untuk memperhatikan setiap detail dari tempat itu. karena yang aku lihat di internet kalau setiap bangunan yang ada di sana semuanya hampir mirip." jawab Patricio.


"Tidak akan mungkin mirip, jika toko di sekitarnya tidak sama." jawab Gerald yang membuat Patricio mengganggukan kepalanya .


Mereka harus segera mendapatkan keberadaan Sofia karena dalam hitungan 10 jari Sofia akan segera melahirkan. Gerald tidak mau kehilangan anak dan istrinya, pria itu harus segera mendapatkan keberadaan sang istri bagaimanapun caranya.


** BERSAMBUNG **


mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊

__ADS_1


__ADS_2