
hari demi hari aku lalui seperti biasanya
setelah acara pernikahan Widia mama meminta maaf atas ucapan teman nya..
apa pernikahan hanya sebagai ajang pembuktian jika kita ini laku?
tujuan orang untuk menikah apa kah hanya sebatas untuk menunjukan siapa pasangan hidup mereka? entahlah aku tak paham apa maksud ucapan teman mama
di usia ku yang menginjak 25tahun masih dengan kesendirian, aku mencoba menikmati masa muda ku dengan benar-benar produktif. bekerja, menikmati masa libur ku dengan teman-teman atau sekedar menonton film Korea.
banyak orang berkata nikmati lah masa lajang mu sebelum kamu menikah, karena dunia di masa lajang dan setelah menikah itu sangat lah berbeda.
meskipun tak jarang banyak orang yang justru setelah menikah kehidupan dia jauh lebih bahagia, adapun yang setelah menikah hidup nya jadi tak beraturan
__ADS_1
menikah bukan suatu ajang kompetisi siapa yang paling cepat dia yang menang, tapi menikah adalah siapa yang mampu bertahan sampai akhir dialah pemenangnya
godaan pada saat akan menikah pun sangat banyak , entah itu menjadi ragu, keburukan pasangan menjadi terlihat, ataupun orang dimasa lalu yang datang kembali..
namun tidak cukup hanya masalah itu, setelah menikah akan lebih banyak sekali godaan yang datang.
hantaman gelombang,guncangan dan kekuatan itu akan sangat sering kita hadapi.
bersyukur jika kita dipersatukan dengan orang yang mampu meredam emosi dengan baik, yang tidak kasar,juga sangat penyayang
sungguh terlalu banyak hal yang harus kita persiapkan saat akan menikah.
aku terus menerus memikirkan apa itu pernikahan, sendiri bukan berarti aku tidak peduli untuk tau masalah pernikahan..
__ADS_1
aku sering membuka vlog orang-orang yang menceritakan kisah hidup mereka
tentang betapa manisnya pertemuan hingga akhirnya mereka hidup bahagia, ataupun yang harus berakhir perceraian.
pada saat perceraian itu terjadi apa mungkin semua nya akan selesai? tentunya tidak, ada trauma dalam diri yang akan sangat sulit sembuh, lalu bagaimana dengan anak? ya, psikologis anak akan terganggu. yang di mana dia membutuhkan figur orang tua yang lengkap,kasih sayang yang penuh.
saat anak melihat pertengkaran orang tua percayalah otak nya itu berfikir dengan keras, apa yang terjadi dengan orang tua ku? semakin sering dia melihat semakin tersimpan erat dalam memori nya.
lalu bagaimana jika dia melihat kekerasan didepan mata nya? bisa saja kelak dia akan menjadi orang yang kasar ataupun menjadi manusia yang takut akan suatu komitmen
entahlah pernikahan sangat begitu rumit bagi ku,apakah aku mampu menjalani hari-hari bersama orang yang bahkan aku tidak tau apakah hidup bersama nya aku akan bahagia? menyatukan dua isi kepala agar menjadi satu tujuan itu sangatlah rumit
jujur, mungkin aku terlalu pemilih untuk mencari pasangan hidup. tapi apakah itu salah? aku menginginkan dia yang mampu jadi imam yang baik yang mampu melindungi aku,menjadi pengganti sosok papa saat beliau tiada nanti?
__ADS_1
pemilih bukan berarti dia harus kaya,dia harus tampan,dia harus super perfect dengan apa yang kita mau?
aku hanya ingin mendapatkan suami yang mampu menemaniku di Dunia dan akhirat dengan cara sederhana namun indah