MAWAR BERDURI

MAWAR BERDURI
Bab 15


__ADS_3

Nicho dan bunga berjalan meninggalkan rumah makan, Nicho memperhatikan bunga yang masih terlihat memegangi perut karena tak nyaman.


" kamu yakin tidak mau saya antar.?! kamu terlihat tak begitu baik,,?! " Nicho melihat bunga sedikit pucat.


" Saya baik- baik saja pak. !! bunga memperbaiki gestur tubuhnya agar terlihat baik- baik saja.


" saya permisi" Bunga langsung bergegas menuju mobilnya.


"Ok,," Nicho masih terus memperhatikan bunga.


Didalam mobil bunga merasakan perutnya sangat bergejolak, dia keluar dan berlari menuju toilet yang berada di parkiran.


Nicho merasa cemas dan berlari mengejar bunga,


Bunga memuntahkan semua isi perutnya,


" uuuh perut gak nyaman banget" Bunga terlihat lemas dan pucat.! Bunga mencuci mulut di depan cermin whashtavel.


" Lagi hamil muda ya mba,,?! saya juga dulu gitu lagi Hamil si kembar, gak bisa masuk makanan, makan dikit langsung muntah. " cletus seorang ibu muda yang tengah mencuci tangan.


" haa,,, Hamill...( punya laki juga gak,, hamil).


" itu suaminya setia banget, nunggu di depan pintu khawatir gitu, ganteng banget lagi suaminya.' wanita itu terus saya ngoceh membuat bunga tak nyaman.


" Duluan ya Bu,, bunga langsung meninggalkan toilet, (hamiil.. suami, suami siapa lagi ih, membayangkan aja gak..)


" bunga are you ok". suara bariton itu mengagetkan bunga. ternyata Nicho menunggu nya didepan toilet.


" eeh,, pak Nicho,,! kenapa masih disini,,?


" Kamu pucat sekali ayo saya antar kamu,,!! Nicho menarik tangan bunga menuju kendaraan nya.


" iih pak Nicho apaan sih,, saya kan sudah bilang saya bawa mobil sendiri,,! bunga menepis tangan Nicho.


" euh Ok,,!? kalau begitu ayo ke mobil kamu,! Nicho menarik kembali tangan bunga menuju mobil bunga, Nicko menuntun bunga untuk masuk di kursi sebelah pengemudi, bunga yang terbengong hanya menuruti apa yang Nicho lakukan, ia seakan tak punya energi untuk berdebat, Nicho lalu mengambil alih kemudi.


" Tunggu,, tunggu,, siapa yang ngizinin pak Nicho naik mobil saya,,?!" dan lagi bukannya pak Niko juga bawa mobil.?! terus...


" zzzttt... Nicho menutup mulut bunga dengan satu jari, lalu meraba saku celana mengambil telfon genggamnya.


" Yuda tolong ambil mobil saya di resto xxx, ambil kuncinya di pos scurity.!!"


Setelah menghubungi Yuda, Nicho langsung mengemudikan mobil bunga.


bunga masih tak mengerti apa yang Nicho lakukan.


Bunga menyenderkan kepalanya di kursi mobil, tangan kekar Nicho mengambil sabuk pengaman dan memakaikannya, hal itu membuat bunga membeku. Nicho tersenyum melihat bunga yang tampak kaku.


Didalam mobil mereka tak banyak bercakap, bunga memilih memejamkan matanya, dan lagi dia merasakan perutnya yang masih sakit,


Nicho fokus mengemudi hanya sesekali matanya melirik bunga. garis senyum nya tertarik ahirnya bisa sedekat ini dengan gadis yang selama ini hanya ia perhatikan dari jauh.

__ADS_1


Setelah tiba di parkiran, Nicho segera keluar dan membuka kan pintu untuk bunga, meski bunga menolak Nicho tetap melakukanya.


Nicho memegang tangan bunga ingin memapahnya karena melihat bunga yang tampak lemas.


" saya baik- baik saja pak,, saya bisa jalan sendiri,, !!


" kamu yakin,,!!


" iya, terimakasih sudah mengantar saya..?!


bunga meninggalkan kan Nicho, langkahnya tergontai, ia hampir terjatuh, Nicho dengan sigap menangkap bunga. Tatapan mata mereka bertemu untuk beberapa saat mereka saling memandang desiran aneh menerpa hati mereka.


" Saya antar kamu kedalam,!!


" a,,, eh,, tapi....


" jangan menolak, atau saya akan menggendong kamu sampai di kamar kamu,"


Nicho memapah bunga Sampai di unitnya.


" ehm,, sudah sampai pak, terimakasih maaf merepotkan.! saya akan masuk.


" ehm,,, tanganku sakit sekali, apa kamu tak mau menawarkan secangkir kopi.?! Akal- akalan Nicho agar bisa lebih lama berada di dekat bunga.


" hah,,, " bunga nampak sedikit keberatan tapi dia juga tak sampai hati menolak permintaan Nicho.


" Silahkan masuk,," bunga merasa gugup karena ini pertama kalinya ada laki- laki asing masuk kedalam apartemen nya. bunga yang masih lemas, melangkah kedapur untuk membuatkan kopi untuk Nicho.


" Mau membuat kopi, bukanya anda bilng ingin kopi,,!!


" No,,no,, no,,, !! kamu masih sakit,,! kamu duduk, saya akan membuat nya sendiri, kamu tingal kasih tau dimana kopinya.?! Nicho menuntun bunga agar tetap duduk, Nicho pergi kedapur setelah bunga memberi tahu dimana kopinya.


" bunga kamu punya jahe,,?!


" hah jahe,,,! ( apa dia mau buat kopi pake jahe).


ah,,, ada,!" bunga hendak bangkit mengambilkan jahe, tapi Nicho menahan.


" tzutt,,, stay there,,!!" tunjukkan saja biar saya yang ambil.!!


" OH,,, ada di kulkas, di storage box yang ada tulisan rimpang,,!!" kulkas bunga memang selalu penuh bahan makanan dan juga bumbu, karena selama ini bunga terbiasa masak sendiri.


" Ok,,!


setelah menemukan jahe, Nicho melnjutkan membuat kopi, ternyata Nicho juga membuat kan minuman jahe hangat buat bunga.


"hii,,, ini jahe hangat buat kamu, ini bagus untuk meredakan mual kamu.!!


" eh,, terimakasih,,!! bunga tengah menyenderkan kepala nya di sofa. ia sedikit tertegun mendapatkan perhatian Nicho, Hatinya kembali berdesir.


" minum,," awas masih panas,!! dengan penuh perhatian Nicho membantu bunga minum.

__ADS_1


" Pak Nicho, hm,, saya sudah merasa baikan dan saya juga mau istirahat.


" Ok,, kalau begitu saya keluar,,!! cepat sembuh,,!" dengan senyum lembut Nicho mengelus-elus rambut bunga dengan tulus. Entah kenapa kali ini bunga menerima perlakuan Nicho, padahal biasanya dia akan marah jika ada yang menyentuh nya.


Apakah bunga sudah mulai berdamai dengan dirinya sendri dan masa lalunya. akankah bunga mulai membuka hati.


keesokan harinya bunga sudah kembali segar, dan kembali ke rutinitas kantornya, hari ini bunga terlihat sibuk menyiapkan dekorasi ruangan buat Nicho ia di bantu oleh Yuda, yang menjelaskan warna kesukaan Nicho,


desain ruangan di dominasi dengan warna gray dan di padukan dengan furnitur motif kayu, dan tambahan lukisan, menambah kesan elegan, simpel dan profesional, di bagian belakang juga terdapat tempat untuk istirahat.



di sisi lain karyawan juga sibuk menyiapkan, acara penyambutan untuk Nicho.


" Bu bunga,,!! terimakasih atas kerja keras ibu untuk menyiapkan ruang pak Nicho."


" Oh iya pak Yuda sama- sama. saya kan hanya mengikuti arahan pak Yuda, saya hanya memilih furnitur saja, itu juga gak tau sesuai dengan Selera pak Nicho atau tidak.


" Saya yakin pak Nicho sangat senang dengan interior pilihan ibu.


" iya,,, muda2han pak Nicho betah dan nyaman di ruangan ini.


" Pasti Bu, kalau begitu saya permisi ya Bu,,!


" Oh,, iya pak Yuda saya juga sebentar lagi pulang.


Sebelum pulang bunga mengecek ulang semua persiapan untuk penyambutan atasan baru nya.


" Prita gimana persiapan buat acara besok..?!


bunga bertanya pada asisten nya, yang hendak pulang.


" semuanya aman terkendali Bu,!!


" syukurlah kalau begitu.. Prita kamu mau pulang bareng saya,,?


" ehm gak usah Bu, terimakasih saya udah pesen ojeg online.


"ya sudah kamu hati- hati dijalan


" baik Bu,, saya duluan.( ko Bu bunga jadi ramah ya sekarang, gak dingin lagi).


Bunga juga meninggalkan kantor dan bergegas pulang ke apartemen.


Hari ini seperti nya mood bunga sedang bagus entah ada apa gerangan, setelah tiba di apartemen, langkah kakinya membawanya ke balkon.


Matanya tertuju pada apartemen sebrang sana yang tampak sepi, entah apa yang dia cari, ada sedikit gurat kekecewaan di wajahnya, sebenarnya apa yang dia harapkan, melihat Nicho kah. bukanya dia selalu kesal jika ada Nicho atau jangan-jangan bunga sudah mulai membuka hati dan menyukai Nicho ?


" iih aku ngpain sih" ! bunga merutuki ke bodohnya, memukul kepala sendiri.


" Kayanya kepalaku harus di guyur air dingin, biar normal lagi,,!! bunga meninggalkan balkon dan segera masuk kamar mandi untuk menyegarkan otaknya.

__ADS_1


__ADS_2