
"Ada apa, sayang?" tanya Gerald. kepada sang suami.
"Hemm...," jawab Sofia yang mencoba untuk menenangkan dirinya..
"Apakah kamu sudah membuang wanita itu?" tanya Gerald.
"Aku sudah menenggelamkan. wanita itu di puncak Himalaya." jawab Sofia.
"Baiklah, sayang. Ayo kita pergi makan, aku akan membuat istriku tapi kita rehat dengan semua kemarahannya." ucap Gerald yang kemudian menutup berkas-berkas yang ada di mejanya.
Dia itu nampak berdiri mendekati sang isteri, memberikan pelukan hangat dan sebutan di pucuk kepala Sofia. "Ayo kita pergi Biar isteriku ini tidak terlalu marah, biar emosinya sedikit mereda." bisik Gerald yang membuat Sofia tersenyum.
Langkah kaki sepasang suami istri itu keluar dari perusahaan, mereka berdua nampak menatap para karyawan yang memberi hormat kepada Sofia.
"Tidak akan ada wanita yang berani mendekatiku, karena mereka tahu aku mempunyai malaikat pencabut nyawa Jika ada salah satu dari mereka yang mencoba untuk mendekatiku." canda Gerald yang membuat Sofia melotot.
"Maaf sayang." ucap Gerald.
Di tempat lain terlihat seorang wanita yang sedang menghubungi Raditya mengenai Sofia.
"Terus. laporkan apa yang terjadi di tempat itu." perintah Raditya..
"Baik, tuan." jawab anak buah Raditya.
"Sofia, aku pasti akan memilikimu." ucap Raditya.
Sekarang Raditya benar-benar seperti seorang pria yang tidak mempunyai pemikiran, dia mencintai seorang wanita yang menjadi isteri sahabatnya.
"Kau benar-benar membuatku tenggelam di dalam gairahku." guman Raditya dalam hati.
** Restoran **
"Bagaimana, apakah kamu menyukai makanannya?" tanya Gerald kepada sang isteri.
"Tentu, aku selalu menyukai masakan di restoran ini." jawab Sofia.
Kebahagiaan yang begitu luar biasa, cinta yang begitu dalam.
__ADS_1
"Hoek..,hoekk...," tiba-tiba saja Sofia mengalami mual-mual.
"Ada apa, sayang?" tanya Gerald.
"Entahlah, sayang. tiba-tiba perutku ingin mual." jawab Sofia.
"Lebih baik kita ke rumah sakit dulu, aku takut kalau kamu keracunan." ucap Gerald yang kemudian membawa Sofia ke rumah sakit..
** rumah sakit **
Terllihat Gerald begitu kebingungan, pria itu nampak menatap wajah sang isteri.
"Apa yang terjadi dengan isteriku, dokter?" tanya Gerald.
"Huff...," suara hembusan nafas si dokter.
"Katakan apa yang terjadi?" tanya Gerald.
"Begini tuan Gerald, sebenarnya...," ucap si dokter.
"Katakan apa yang terjadi!" seru Gerald. yang terlihat bingung dengan keadaan sang isteri.
"Maaf tuan, sebenarnya isteri anda hamil." jawab si dokter.
"Apa maksudmu?!" seru Gerald yang masih belum on.
"Isteri anda hamil, tuan." jawab si dokter.
"Benarkah, dokter?" tanya Sofia kepada dokter yang memeriksanya.
"Benar, nyonya. anda sedang hamil." jawab dokter.
Gerald dan Sofia salin menatap satu sama lain, terlihat sepasang suami istri itu memandang dokter yang ada di depannya.
"Isteri ku hamil?" tanya Gerald.
"Benar, tuan." jawab dokter.
__ADS_1
"Aaaaa!!!" seketika Gerald berteriak saat dia tahu kalau sang isteri sekarang hamil.
"Ada apa, tuan?" tanya dokter.
"Terima kasih, dokter!!" seru Gerald yang begitu bahagia ketika mendapatkan kabar kalau sang isteri sudah hamil.
"Ayo, sayang." Gerald yang kemudian mengajak sang istri untuk segera kembali ke rumah mereka. pria itu benar-benar begitu bahagia setelah mendapatkan kabar kalau istrinya sudah hamil, bahkan dokter sudah mengatakan kalau kehamilan Sofia sudah menginjak usia 3 bulan.
"Hidupku benar-benar sangat luar biasa." ucap Gerald.
"Benarkah, Memangnya Apa yang kau dapat?" tanya Sofia.
"Tentu saja aku sudah mendapatkan seorang wanita yang sangat luar biasa, Apalagi aku akan segera menjadi seorang ayah." jawab Gerald yang begitu bersemangat. terlihat pria itu terus menebarkan sebelumnya, menggenggam tangan sang istri dan mengatakan kalau dia benar-benar akan mempunyai kehidupan yang sempurna.
Setelah sampai di tempat itu terlihat Gerald meminta para pelayan untuk segera membuat sebuah Pesta kejutan untuk sang istri. pria itu ingin memberikan Semua yang dia miliki, kebahagiaa, kekayaan dan segalanya.
"Aku tidak perlu dengan semua ini, yang aku perlukan adalah kau tetap berada di sisiku." pinta Sofia.
"Tentu saja aku akan selalu berada di sisimu, Kau adalah kebahagiaanku, kau adalah cintaku dan kau adalah duniaku." ucap Gerald yang kemudian memeluk sang isteri.
Seluruh anak buah Gerald dan pekerja lai yang mendengar Kalau bos mereka akan mempunyai anak, mereka juga Akhirnya wanita itu kembali ke kantor sang suami, sorot mata dari seorang pria nampak menatap Sofia dari sebuah tempat. seorang pria yang ditugaskan oleh Raditya untuk terus memata-matai Sofia. bahagia. apalagi Usia sekarang ini sudah tidak muda lagi, usia yang hampir menginjak 40 tahun.
"Selamat Tuan!!!" seru para anak buah Gerald.
"Terima kasih, aku minta kepada kalian untuk selalu menjaga istriku. menjaga anak-anakku kelak" ucap Gerald yang membuat seluruh anak buahnya begitu bangga dan bahagia. walaupun pria itu dulunya bersikap begitu menyebalkan,vnamun sekarang semenjak ada kehadiran Sofia sifat viral berangsur-angsur mulai berubah.
Suara canda tawa dan kebahagiaan terdengar di tempat Gerald, pria itu selalu membersihkan kebahagiaan yang luar biasa kepada istrinya. Beberapa hari kemudian terlihat Sofia semakin menempel erat kepada sang suami mungkin itu karena pengaruh kehamilan yang sekarang dialami oleh Sofia.
"Apakah kamu ingin makan sesuatu, sayang?" tanya Gerald.
"Tidak sayang, memangnya kenapa?" tanya Sofia yang melihat sang suami sedikit gelisah.
"Entahlah sayang, tapi kenapa aku ingin makan sesuatu ya." jawab Sofia.
"Ya kalau suka beli aja, kok bingung." ucap Sofia yang kemudian membuka berkas-berkas yang ada di meja sang suami.
** BERSAMBUNG **
__ADS_1
mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊