
" iya,,, dua Minggu lagi ndok,,!!
" Tapi indah belum nyiapin apa- apa ma, Bu,"!
"Semuanya biar mama yang atur, seragam keluarga juga nanti mama yang urus,!!"
" Oh,,,gitu,," makasih banyak ya ma,,!"
indah memeluk mama Siska lagi, indah benar- benar beruntung mendapatkan calon mertua yang baik, yang sayang padanya seperti anak kandung sendiri.
" Sama- sama sayang,,"!!
" Loh ini kenapa pada peluk- pelukan gitu,,"?
Bima yang baru bergabung nampak sedang melihat keakraban 2 orang yang ia sayang.
" Emang kalian doank yang pelukan aku juga donk,,!!" Bima tak mau kalah ia memeluk kedua orang tua indah.
" hahaha"
diiringi tawa renyah penuh kebahagiaan sebentar lagi mereka akan menjadi keluarga besar.
"Sudah ya peluk-pelukan nya ..!!" sudah sore kita harus pulang..!!
" iya ma,,!" pak,, Bu,,, Bima pamit pulang dulu ya,,!! Bima mencium tangan ibu Maesaroh dan pak Yadi.
" Hati- hati ya nak,,!!
Begitu juga indah ia mencium pipi kanan dan kiri, tak lupa indah juga memberi kan bingkisan yang sudah ia siapkan untuk calon mertua nya.
" Mama pulang dulu ya sayang ..!!
" iya ma,, hati-hati..!!"
" Aku pulang apa gak usah nih yang,,,!! Bima meledek indah.
" Pulang lah,,, ngapain disini,,,?!
" Ya,,, nemenin kamu lah,,!! Bima memang tak pernah jaim meski di depan keluarga nya.
" Belum sah Bima,,!! mama siska menjewer telingga Bima.
" hahahaha,,," Bu maesaroh dan pak Yadi hanya tertawa melihat tingkah Bima dan ibunya.
" yang tolongin,,,!! rengek Bima pada indah.
" Terik terus ma,,,!!
" kamu mah jahat yang,,,!!
" Ayo masuk,,!! mama Siska menuntun Bima ke mobil, kemudiaan dia juga masuk kedalam mobil.
" Duluan ya,,, pak ,, Bu,,, indah,,,!! mama Siska melambaikan tangan sebelum menutup kaca mobilnya.
" dahh,,, "
Setelah kepergian Bu Siska dan Bima mereka masuk kedalam rumah.
" ndok,,, jangan lupa kabarin mba mu..!!"
" iya Bu,,, bentar indah ambil hp dulu ya di kamar.!!" indah langsung bergegas ke kamar mengambil telfon genggamnya.
" tuut,,,,tuut,,,tuut ..
indah masih menunggu namun bunga belum juga menerima panggilan dari indah.
" gak di angkat Bu,,, mungkin mba bunga,,, masih di kantor kali ya,,?!
" Atau mungkin lagi nyetir kali ndok,,,!!
" bisa jadi,,!!
tak berapa lama ada panggilan masuk tak lain adalah bunga,,
__ADS_1
" ini mba telfon balik,,!
" ya udah buruan angkat ndok..!!
indah lalu menggeser tobol hijau di ponselnya.
" mbaaa,,,,," suara indah begitu kencang sehingga bunga harus menjauhkan dari telinga,,!!
" adekkk iih pecah nih gendang telinga mba...?!
" lagian mba,, tadi aku telfon gak di angkat,,!!
" mba abis mandi,,, ini baru selesai."
" Ooh,,, pantesan"
" ada apa dek,,??"
" ini mba bapak mau ngomong."! indah lalu memberikan telfonya pada pak Yadi.
" Assalamu'alaikum ndok,,,!!
" walkumsalam pak,,!!
" Gimana kabar kamu,,,!?
" Baik pak,, bapak sehat,,?
" Alhamdulillah sehat..!.
" Syukurlah,,!! ibu mana pak,,!!
" ini ada di samping bapak,,!! O,,y ini ibu mau bicara katanya sama kamu."
" oh iya pak,,!!
" hallo ,, ndok,,!!
" Sudah makan belum ndok,,?!
" Belum Bu,,, bunga baru mandi,,!!
" Nanti jangan sampai lupa makan ya ndok,,!!
" iya Bu tenang aja,,!"
" O,, iya ndok,,,!! Tadi nak Bima dan ibunya datang kemari, mereka sengaja datang untuk membicarakan, dan mencari tanggal buat bertunangan indah dan Bima.
" oh,, gitu,,, "
" iya ndok,, setelah kita berunding kita sepakat buat mengadakan acaranya dua Minggu lagi..!"
" dua Minggu lagi Bu,,,?! bunga terbengong sejenak.
" iya,,, ndok..!!
" Oh,, syukurlah lah Bu,, lebih cepat kan lebih baik,,!!
" iya ndok,,, ibu harap kamu bisa pulang ndok,,!!
" hm,,, bunga.....
" mba,,, gak papa ko kalau mba gak bisa hadir,, jangan memaksa kan diri mba,,!!" kita ngerti ko,,"
indah langsung mengambil alih ponselnya dan memberi isyarat pada ibunya agar tak memaksa bunga pulang.
" Maafin mba ya dek,,!!.
" iih mba,, gak usah minta maaf,,, yang penting mba kirimin hadiah yang spesial buat aku ,,,hahaha,,," indah mencoba mencairkan suasana.
" Kamu mau hadiah apa,,!?!
"Hm,,, aku belum memikirkan nya sih,,,!!"
__ADS_1
" minta hadiah tapi gak tau yang di mau apa,,?!
" Ah,,, nanti aja deh kalau aku sudah tunangan sama Bima,, aku bakal nemuin mba ke ibukota,
Pokonya aku mau pilih sendiri hadiahnya."
" jiahh,,, jangan mahal- mahal ya dek,,!!
" Terserahlah aku lah,, siapin aja dananya,,!! hihihi"
" hmm,,, Ok siap"!
"O,ya,, kalau dua Minggu lagi berarti udah mepet donk,,!! Emang persiapan kamu udah sejauh mana,,?!"
" Kalau itu mba gak usah khawatir karena semuanya sudah di urus sama mamanya Bima alias calon mertua aku,, " hehe
" Wah,,, calon mertua kamu baik banget dek,,!!"
Muda- mudahan beliau tulus sayang sama kamu".
" Insha Allah mba,, soalnya mama Siska kan gak punya anak perempuan.
" diih udah panggil mama ajah,, belum juga jadi menantu."
" Orang di suruhnya panggil mama,, katanya biar lebih cepat akrab.
" Oh gitu,,," Hm,,, Btw mba bisa bantu apa nih dek,,,!!
"Bener nih mau bantu,,,?!"
" Mba pasti bantu semampu mba,,!! emang apaan dek yang masih kurang,,?!
" Kurang semua lah mba,, orang aku belum persiapan apa-apa."
"tapi si... udah di atur mama Siska."
" Terus yang belum apaan?!
" Yang belum..... mba datang membawa pasangan mba,,"!! indah mengucapkan dengan penuh harap. membuat bunga terdiam.
" Dooorrr"
" Becanda mba,, aku minta doanya saja,, biar acaranya lancar."
" iya dek,,!!" mba pasti selalu berdoa untuk kebahagiaan kamu,,!!
" makaciihh mbaku sayang ..peluk jauh"( aku juga doain mba,, semoga mba bisa sembuh dari trauma, bisa menemukan seseorang yang tulus mencintai mba,dan segera menemukan kebahagiaan mba.)
" Ya udah dek mba mau makan dulu ya laperrr,,,""
" Ya udah mba bye,,, bye .. emuah,,"!
Setelah mematikan panggilan dengan indah, bunga termenung, entahlah dia tak mengerti dengan suasana ini, disisi lain dia bahagia melihat indah akan segera bertunangan, tapi di sisi lain dia miris dengan keadaannya sendiri.
" Apa aku harus ke psikolog ya,,, agar aku bisa memaafkan semua orang-orang di masa lalu, agar aku bisa menjalani kehidupan ini dengan tenang dan damai, tanpa merasakan sakit yang terus menerus"
Bunga mencari informasi psikolog terbaik di kota ini, ia membuat jadwal untuk kunjungan.
Bunga sengaja mencari waktu saat libur, ia tak mau menggangu waktu kerjanya.
wekend ini bunga akan melakukan wawancara psikologis dan psikotes.
"Kenapa gak dari dulu sih aku melakukan ini, sudah berapa banyak momen keluarga yang aku lewatkan, selama ini aku terlalu sibuk menyimpan sampah hati, kenapa aku gak berusaha lebih untuk membuang racun menyakitkan ini", ibu bapak maafin bunga, indah maafin mba,,"
Tangisan bunga kembali pecah hingga larut malam, Karena suasana hatinya sedang tak menentu, ahirnya bunga melewatkan makan malamnya,
ia memilih tidur untuk mengistirahatkan badan dan juga pikiran nya.
Dari sebrang Nicho yang baru saja tiba di apartemen, menatap lurus pada apartemen bunga,
" Tumben sekali lampunya masih menyala, apakah ia belum tidur ?!". Nicho mengambil ponsel di saku celananya,, ia ingin menulis pesan untuk bunga, tapi ia mengurungkan niat nya.
" Mungkin ia hanya lupa mematikan" Nicho yang terlihat sangat lelah memilih membaringkan tubuhnya di ranjang miliknya, ia tertidur bahkan masih mengenakan kemeja dan celana kerjanya.
__ADS_1