MAWAR BERDURI

MAWAR BERDURI
bab 8


__ADS_3

melihat bunga yang terkulai lemah tak berdaya membuat hati seorang ibu begitu perih,


dengan air mata berlinang Bu Maesaroh membelai rambut bunga...


usapan lembut tangan seorang ibu begitu menenangkan..


kedamaian dengan curahan kasih sayang Merasuk ke jiwa..


bunga merasakan kelembutan tangan ibunya.. dan Berlahan bunga membuka mata..


" ibu.... " dengan suara lemah bunga memangil ibu yang ia rindukan,


" iya,,, ndok,,, ini ibu,,,,!!!


" ibuuu,,,huhuhu,,, !!!" bunga tak kuat menahan tangis kesedihan nya,, ia juga merasa bersalah karena ibunya harus melihat keadaan bunga yang seperti ini, bunga memang sangat menyayangi keluarga nya, dia tak pernah menceritakan penderita nya selama ini, bunga tak mau membuat keluarga khawatir. tapi sekarang keluarga nya harus melihat ketidak berdayaan nya,


dalam keadaan sakit dan lemah bunga masih memikirkan keluarganya.


" Sabar ndok.. ada ibu di sini,,, ada indah ada bapak juga diluar...!!" ibu Maesaroh mencoba menenangkan bunga yang masih menangis pilu ,


" Maafin bunga Bu...huhuhu.. ibu harus melihat bunga kaya gini,,,!!! bunga masih merasa bersalah.


" Sudah ndok yang penting kamu sekarang sehat ya ndok ya,, !!


ibu Maesaroh tak mau menanyakan apa yang terjadi, karena ia tau kondisi bunga belum setabil.


Sore hari ibu zainap kembali kerumah sakit tak lupa ia juga membawakan makanan untuk keluarga pak Yadi.. Bu zainap juga menawarkan agar Bu maesaroh istirahat di kedai.


sementara mereka menempati kamar bunga, dan secara bergantian menjaga bunga


Bu zainap benar- benar tulus suport moril dan finansial.


Sementara dikampus Fendi yang berusaha menghindari bunga, dengan sengaja tak mencari keberadaan bunga,


dia merasa bersalah karena telah mengkhianati bunga,


dia tak tau harus bagaimana menghadapi bunga,


meski begitu dia tak bisa menahan kerinduannya pada bunga, sudah 2 hari dia tak melihat bunga, bahkan tak mendengar kabarnya, Fendi yang sengaja mematikan ponselnya.


kini mulai mengaktifkan lagi ponselnya, berharap banyak panggilan atau massage dari bunga,


Fendi mengernyitkan dahinya,


dia heran kenapa tak ada satupun telfon atau pesan dari bunga,


biasanya mereka saling memberi kabar kegiatannya setiap hari.


dia mencoba menelfon bunga, namun nomer yang dituju diluar jangkauan.


dikampus dia mencari bunga namun tak menemukan nya...


Sisil ia kemudian mencari keberadaan Sisil,

__ADS_1


" Sisil....!!!" Fendi yang tiba- tiba datang memanggil Sisil yang tengah asik bercanda dengan mahasiswi lainnya.


" hi,,, fen...( Sisil tersenyum cangung )


" Bisa bicara sebentar gak sil..." Fendi meminta waktu Sisil .


teman- teman yang lain bubar dan memberikan ruang untuk Sisil dan Fendi berbicara.


" Sil...!!! kamu tau gak bunga di mana... kata teman satu clasnya bunga udah 2 hari gak kuliah, dan telfonya juga gak aktif.( dengan raut sedih Fendi mencari bunga)


" heeuh"... euhm... aku juga nyariin dia fen,,,!! mungkin dia pulang ke kampungnya,, ! soalnya dia bilang kalau dia kangen orang tuanya gitu,,,( Sisil mengarang cerita ).


" oh gitu tapi kenapa gak aktif nomernya..


" mungkin dia tau sesuatu" Sisil berbicara dengan nada tak begitu jelas.


" maksudnya " Fendi sedikit gugup


" maksudnya mungkin di kampung sinyalnya susah" !! dengan santai Sisil menatap wajah Fendi yang sedikit nampak gugup.


" iya,,, bisa jadi sih..!!! ya sudah thanks waktu ya sil... aku duluan" !!!


Fendi segera pergi menjauh dari sisil , Fendi tak mau bercakap lama dengan Sisil takut kalau Sisil melihatnya tampak gugup.


padahal Sisil tau semuanya karena Sisil bekerja sama dengan Melani untuk menjebak Fendi.


Melani memang licik, dia tau jika Sisil merasa iri pada bunga, sehingga memberikan celah pada Melani untuk mendoktrin Sisil agar membenci bunga dan menusuknya dari belakang secara berlahan menghancurkan bunga.


sebelum kejadian malam itu sebenarnya Sisil sering ngerjain bunga,


menyembunyikan tugas bunga yang harus di kumpulkan, sehingga bunga di hukum karena tak mengumpulkan tugas.


merusak buku bunga, mencoret coret foto bunga di SO kampus, menghancurkan prakarya yang sudah bunga buat dengan susah payah, menyebarkan gosip dan masih banyak hal lain yang Sisil lakukan untuk membuat bunga menderita.


Tapi di depan bunga Sisil selalu membela bunga, Sisil selalu pasang badan bahkan mengutuk semua hal yang menyusahkan bunga, padahal dia sendirilah pelakunya.


hati bunga yang bersih dan tulus, tak pernah sedikitpun terbesit dan menaruh curiga pada sisil, bunga sangat menyayangi sisil baginya Sisil lebih dari sahabat, Sisil sudah seperti saudara baginya, tempatnya berkeluh kesah setiap ada masalah.


Di taman kampus Fendi masih termenung sendiri, ia memikirkan apa yang Sisil katakan,


pikiran nya berkecamuk.


"Apa bunga tau sesuatu ya...!!" Fendi bertanya pada dirinya sendiri.


Fendi meraba saku celananya dan meraih benda pipih itu, mengetik satu nama yang ia rindukan,,, dengan sedikit bimbang dia mencoba menghubungi bunga.. kali ini tersambung namun belum ada jawaban,


untuk kedua kalinya dia mencoba menghubungi kembali,


" hallo.... " suara itu terdengar asing ditelinga fendi


" hallo bunga,,,?!! Fendi memastikan kembali


" hallo,,, ini siapa ya...?? indah menerima panggilan tanpa melihat nama yang tertera di ponsel.

__ADS_1


" ini nomer bunga kan?!" Fendi penasaran siapa yang menerima panggilan di handphone bunga.


" iya,,,,!!! aku indah adiknya mba bunga,,,, ini siapa??" indah balik bertanya.


" hi,, indah... ini ka Fendi temanya mba bunga,, mba bunganya ada.?? fendi berharap bisa berbicara dengan bunga.


" mba bunga sakit, sekarang lagi dirawat dirumah sakit"!! indah menjawab dengan polos.


" bunga sakit apa ,,?? dan dirawat dirumah sakit mana.?? Fendi mulai panik mendengar bunga sakit.


" Gak tau sakit apa ka,,,, mba bunga di rawat dirumah sakit xxx. "!! indah juga memberi tau ruang rawat bunga.


Fendi langsung mematikan telfonya dan berlari keparkiran untuk mengambil Mogenya.


tapi tiba- tiba Melani yang sudah berada diparkiran menghadang Fendi.


" Fendi tunggu,,,,!!! Melani merentangkan tangannya agar Fendi tak pergi.


" Apalagi si Mel.. " Fendi marah dan membentak Melani


" Aku mau bicara sama kamu fen.. " Melani memaksa untuk bicara


" Aku lagi buru-buru,",, Fendi semakin geram


" Aku mau tau penjelasan hubungan kita fen..? Melani masih memaksa Fendi untuk bicara.


" Miiingggirrr " Fendi teriak membentak Melani,


membuat Melani terkejut, Fendi tampak sangat menakutkan saat marah, Melani terpaksa minggir dia takut Fendi semakin marah.


Fendi langsung tancap gas tanpa mempedulikan Melani yang masih mematung.


di parkiran Melani yang tampak kesal, menghentakkan kakinya dengan perasaan jengkel.


Sudah 2 hari bunga di rawat, kondisi bunga berangsur membaik.


dokter telah menjelaskan bahwa cidera dikepalanya tak begitu parah, tak ada pendarahan otak seperti dugaan awal,


keluarga lega mendengar penjelasan dokter,


namun sampai saat ini bunga masih bungkam saat ditanya apa yang menimpanya.


baik keluarga ataupun Bu zainap tak mau memaksa bunga untuk menceritakan, mereka memahami bunga.


Fendi telah sampai di rumah sakit, setelah memarkirkan kendaraan nya dia segera masuk dan mencari ruang rawat bunga.


langkah kaki yang panjang membawanya untuk segera menemui kekasihnya.


rindu, cemas dan rasa bersalah bercampur menjadi satu.


setalah tiba di depan ruangan tempat bunga dirawat ia melihat dari balik jendela bunga dengan keadaan lemah lesu wajah cantik yang yang ia rindukan tampak sendu..


" sebenarnya apa yang terjadi padamu bunga,,?? gumam Fandi dalam hatinya ia ingin segera menemui dan membawanya dalam pelukan.

__ADS_1


sebelum membuka pintu tiba-tiba ponselnya berbunyi..


__ADS_2