
"Ngapain sih kamu harus bicara sama orang itu?" tanya Sofia kepada Clara.
"Memangnya kenapa? Apa salahnya jika kita berbicara dengannya." jawab Clara.
"ngapain juga kita harus dibawa ke rumah sakit?" tanya Sofia yang terus mendumel tidak karuan.
Gerald yang berada di kursi depan Bersama sang sopir tentu saja pria itu terus mendengarkan apa yang dikatakan oleh istrinya itu. wanita yang dia cinta itu terus mengomel tidak karuan karena dia tidak mengingat siapa pria yang ada di depannya itu.
"Apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkanmu kembali, Aku adalah orang asing di matamu, tidak pernah terlintas di benakku untuk mendapatkan cobaan seperti ini. kau adalah penerangku kau adalah pelitaku, sekarang hidupku bagaikan di tempat kegelapan tanpa ada yang mau menolongku. kau adalah cintaku Kau adalah harapanku sekarang aku terpuruk seperti ini ketika kau menolakku." guman Gerald dalam hati.
Seperti kata Clara Gerald harus bersabar dengan semua yang dilakukan oleh Sofia, karena Raditya sudah memberikan sesuatu hingga membuat wanita itu melupakan dirinya. Gerald dan anak buahnya sudah sampai di rumah sakit seperti perintah Gerald. beberapa dokter sudah berjaga di luar rumah sakit untuk membawa dua wanita yang kondisinya benar-benar sangat mengenaskan.
"Tuan, Apakah semuanya akan baik-baik saja?" tanya pembantu wanita.
"Tenang saja, semuanya akan baik-baik saja. kamu ikutilah Nyonya mu, aku akan pergi bersama dengan istriku." ucap Gerald.
"Aku tidak mau, aku tidak mengenalmu. jangan terus mengikutiku!!" bentak Sofia yang terlihat berjalan mengikuti Clara.
Apalagi yang harus dilakukan oleh Gerald, Semua yang dia lakukan benar-benar Sudah ditolak oleh istrinya itu. langkah kaki Gerald terus mengikuti kemana arah langkah kaki istrinya.
"Kamu jangan terlalu terburu-buru seperti itu Nanti kamu jatuh, kasihan bayi yang ada di kandunganmu itu!!" seru Gerald.
"Itu bukan urusanmu." jawab Sofia.
"Itu adalah anakku, bayi kita." jawab Gerald yang membuat Sofia langsung menghentikan langkah kakinya.
__ADS_1
"Jika kamu benar-benar Suamiku tunjukkan Apa buktinya, kalau kau mau punya bukti Aku akan mencoba untuk percaya denganmu!!" seru Sofia yang kemudian meninggalkan Gerald.
Gerald benar-benar sangat frustasi, pria itu menjambak rambutnya dengan sangat keras.
"Tuan, Apakah semuanya baik-baik saja?" tanya salah satu anak buah Gerald.
"Kau lihat sendiri kan, bagaimana bisa dibilang baik-baik saja. istriku benar-benar tidak mengingatku." jawab Gerald.
Salah satu anak buah Gerald menelpon beberapa pembantu yang ada di rumah bosnya tersebut, dia meminta para pembantu yang ada di rumah untuk mengumpulkan barang-barang yang ada hubungannya dengan Sofia dan Gerald.
"Tuan." Panggil salah satu orang kepercayaan Gerald.
"Ada apa, John?" jawab Gerald.
"Aku sudah meminta beberapa anak buah kita yang ada di rumah untuk membawa barang-barang yang tuan miliki bersama Nyonya." ucap John.
"Baik tuan, saya akan melakukannya." jawab John.
Setelah mendapat perintah akhirnya John kembali ke rumah Bosnya itu, dia harus membawa beberapa barang seperti yang dikatakan oleh Gerald. dengan segera John pergi ke tempat Gerald pria itu harus membawa beberapa barang sesuai permintaan bosnya, langkah kaki Gerald terus mengikuti kemana kepergian sang istri. sesaat kemudian Gerald meminta salah satu dokter untuk memeriksa istrinya tersebut.
"Tenang saja, tuan. saya akan melakukannya." ucap dokter yang kemudian meminta Sofia untuk pergi ke sebuah ruangan.
"Kamu mau mengajakku ke mana?" tanya Sofia.
"Anda harus segera diperiksa, Nyonya. kelihatannya waktu melahirkan anda sudah dekat.' jawab dokter.
__ADS_1
Setelah mendengar jawaban seperti itu seketika Sofia mengikuti dokter kandungan yang mengajaknya, Gerald juga ingin tahu bagaimana kondisi anak dan istrinya. setelah hampir 2 bulan ini diculik oleh Raditya.
Di tempat lain tentu saja Raditya sudah bebas dari kejaran anak buah Gerald.
"Bodoh, bagaimana kalian benar-benar bodoh seperti ini. bagaimana kalian bisa kehilangan istriku!!" seru Raditya.
"Maaf tuan, kami kira Wanita itu sudah pergi bersama pelayan itu. tapi nyatanya mereka malah tertangkap." jawab Salah satu anak buah Raditya.
"Kalian lakukan sesuai perintahku, jangan sampai kalian melakukan kesalahan!!" seru Raditya.
"Tapi, apakah mereka masih tetap di sini, tuan. atau mungkin mereka sudah kembali?" tanya anak buah Raditya.
"Aku menyuruhmu bukan untuk bertanya padaku, aku menyuruhmu untuk mencari istriku bukan bertanya kepadaku!!" teriak Raditya yang benar-benar sangat marah. pria itu meminta beberapa anak buahnya untuk mencari informasi mengenai keberadaan Sofia, dia belum siap untuk kehilangan wanita yang benar-benar sudah mengambil seluruh hatinya tersebut. Raditya benar-benar sangat marah, dia tidak akan pernah mengira kalau Gerald akan menemukan keberadaannya.
"Bagaimana mungkin pria itu menemukan keberadaanku, Baru kali ini ada orang yang bisa melacak keberadaanku." ucap Gerald yang terlihat benar-benar begitu marah. Entah di mana sekarang keberadaan Raditya, namun yang jelas tim elit milik Patricio dan Sofia masih tetap berada di Belanda, mereka harus menemukan keberadaan Gerald demi misi terakhir mereka.
"Tuan." Panggil salah satu anak buah Gerald kepada patricio.
"Ada apa?" tanya patricio.
"Ada beberapa tempat yang sangat mencurigakan, Apakah tidak sebaiknya kita berpencar?" tanya anak buah Gerald.
"Baiklah kita akan berpencar sesuai titik koordinat yang sudah kalian dapatkan, kalian harus ingat kalian harus berhati-hati karena pria itu sangat licik." pinta patricio.
"Tenang saja Tuan, kami akan melakukannya karena kami yakin pria itu bukanlah pria bodoh yang dengan mudah kami tangkap." jawab anak buah Gerald.
__ADS_1
** BERSAMBUNG **
mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊