MAWAR BERDURI

MAWAR BERDURI
Dia istriku


__ADS_3

Setelah rapat itu akhirnya Gerald memanggil Alfonso ke sebuah ruangan untuk berbicara, pria itu tidak tahu apa yang akan oleh Gerald karena pria itu adalah pria yang benar-benar tertutup dan jarang berbicara kepada orang lain.


"Ya Tuan." ucap Alfonso yang masuk ke dalam ruang tersebut. secara langsung Gerald menyuruh Alfonso untuk segera duduk.


"Ada apa, tuan?" tanya Alfonso.


"Kita langsung saja, aku minta kamu untuk tidak terus memperhatikan istriku, aku tidak suka." ucap Gerald yang terlihat menatap wajah Alfonso.


Sesaat kemudian, nampak Sofia berdiri dari kursinya dan mendatangi sang suami yang sedang berbicara dengan Alfonso. namun saat dia hendak ketempat sang suami dia malah bertemu dengan Catherine.


"Cek..cek.. cek, jadi kau adalah isteri dari tuan Gerald?" cibir Catherine saat bertemu dengan Sofia.


"Benar, perkenalkan aku adalah istri dari Gerald dan aku adalah nyonya besar dari pria itu." jawab Sofia.


"Kalau kau hanya istri lebih baik kau pergi dari sini, karena aku menyukai suamimu." ucap Catherine yang langsung mengatakan hal itu.


Perkataan yang dikeluarkan oleh Catherine, membuat Sofia langsung diam membeku. Apalagi, gadis yang ada di depannya itu lebih tua dari dirinya. Hal itu membuat Sofia nampak tersenyum.


Tatapan mata Sofia begitu tajam, serasa tatapan itu itu akan membunuh Catherine. Namun gadis itu tidak menampakan rasa takut ataupun raut wajah yang emosional, karena kedatangan seorang wanita yang mengaku sebagai pengemar dari Gerald. Sedangkan Gerald tentu tidak mau tahu.


"Ayo sayang, kita harus ke kantor, katanya kau tidak ingin terlambat Karena siang ini kita ada keperluan yang lebih penting daripada mengurus yang lain." Sofia yang kemudian bergegas mengajak sang suami pergi.


"Tuan Gerald, tunggu. kita harus berbicara." teriak Catherine kepada Gerald.


"Dia sudah mengatakannya bukan, kalau dia istriku. Jadi kau ingin mendengarkan jawabanku, apalagi." jawab Gerald yang kemudian ikut pergi bersama sang istri.


Sedangkan Catherine, wanita itu hendak mengejar Gerald ke keluar gedung. Namun sang kepala keamanan langsung menghentikan Catherine agar tidak bertindak lebih jauh di hotel. sedangkan Gerald dan Sofia kembali ke rumah mereka.


** 2 jam kemudian **


Sofia akhirnya keluar dari kamarnya dengan memakai pakaian santai dan memakai riasan yang sederhana. Dia tidak seperti wanita kebanyakan yang selalu memakai pakaian yang sangat minim dan riasan yang terlalu tebal.

__ADS_1


"Apakah kau sudah selesai, istriku." tanya Gerald. Perkataan yang keluar dari mulut GeraldGerald membuat Sofia ingin tertawa, karena bisa dilihat dengan mata telanjang kalau wanita yang ada di depannya itu akan kebakaran jenggot. Bagaimana tidak kebakaran jenggot dia mengaku sebagai penggemar suaminya.


"Tentu aku sudah selesai, sayang." jawab Sofia yang kemudian menerima uluran tangan Gerald. tatapan yang begitu mempesona saatGerald menatap isterinya.


"Paman." seru Gerald yang memanggil kepala pelayan di rumahnya.


Paman tua kepala pelayan akhirnya mendatangi Gerald.


"Ya ada apa, tuan?" tanya kepala pelayan kepada Gerald.


"Kalau ada seorang wanita yang tidak ada kepentingan kemari, tolong Paman usir dia keluar dari tempat ini." perintah Gerald.


"Baik." jawab Paman kepala pelayan.


Akhirnya Paman kepala pelayan keluar dari rumah Markus, terlihat pria menatap seorang wanita yang sudah berada di rumah Gerald.


"Ada apa nona?" tanya pelayan kepada Catherine yang ternyata sudah berada di luar rumah Gerald.


Seketika paman pelayan langsung menarik tangan Catherine dan membawanya keluar.


"Lepaskan aku!" seru Catherine yang berusaha menarik tangannya saat diseret oleh Paman kepala pelayan.


"Kalau Nona tidak pergi dari sini, maka dengan sangat terpaksa aku akan memanggil para bodyguard yang ada di rumah ini!" seru Paman kepala pelayan.


Akhirnya dengan terpaksa Catherine pergi dari rumah Markus, karena dia tidak ingin terlihat bodoh, dengan diseret keluar dari rumah Gerald oleh para bodyguard yang bekerja dengan Gerald.


Catherine mengejar Gerald, bukan karena cinta semata. Namun karena harta Gerald yang bisa terbilang sangat fantastis, dia ingin hidup bergelimang harta tanpa harus mengeluarkan tenaga untuk bekerja.


"Siyal, susah sekali untuk mendapatkan pria itu. malah sekarang dia kembali dengan membawa seorang wanita yang diakui sebagai istrinya." seru Catherine yang kemudian pergi dengan raut wajah kesal dan marah-marah.


** AM corp **

__ADS_1


Saat siang hari Gerald telah pergi ke perusahaannya, dia ingin sekali menangkap semua orang yang telah menghianati nya.


"Kamu harus bersikap santai, sayang, kau tidak usah bersikap seperti itu. Kau sering sekali dikhianati, namun kau tidak merasakan hal itu. Bersikaplah santai agar mereka tidak curiga denganmu." pinta Sofia kepada sang suami.


"Bagaimana aku harus tenang, sayang. kalau aku tahu para orang-orang kepercayaanku malah menghianati ku." jawab GeraldGerald sembari memeluk erat pinggang Sofia.


"Tenanglah." Sofia yang berusaha menenangkan Gerald yang sedang menahan amarahnya.


"Tetaplah kau bersamaku, karena aku tidak ingin kehilangan kendali karena emosiku yang membludak." ucap Gerald sambil menaruh salah satu tangannya di saku celananya.


Gerald selalu terlihat begitu tenang dan berwibawa, sosoknya yang tinggi dengan tubuh yang sangat proporsional. Hal itu membuatnya sangat digandrungi oleh banyak wanita, saat Gerald memasuki perusahaannya, terlihat para pekerjanya langsung kocar-kacir karena mereka tidak menyangka sang pemilik perusahaan akan datang secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan. hal itu membuat salah satu devisi yang menghianati nya kalang kabut saat melihat sosok Gerald sudah berada di perusahaannya.


"Tuan Gerald!" seru pimpinan salah satu divisi yang telah diincar oleh Gerald.


"Apa yang sedang kau lakukan di situ Tuan!" seru Gerald sambil menenangkan emosi nya, terlihat Sofia langsung mengelus punggung Gerald.


"Senang melihat anda disini, Tuan Gerald." seru seorang pria yang berpura-pura senang saat melihat kehadiran Gerald di perusahaannya.


Namun dalam hati kecilnya pria itu begitu kaget, karena di mejanya terlihat beberapa berkas yang belum diketahui oleh Gerald.


"Apa yang sedang kau kerjakan, Tuan?" tanya Gerald sembaring mengangkat salah satu alisnya, saat melihat tumpukan berkas yang ada di meja.


"Saya hanya sedang meneliti semua laporan yang ada di perusahaan, Tuan." jawab si pria .


"Berikan laporan itu kepadaku sekarang, karena aku ingin melihat berkas laporan itu." seru Gerald.


Terlihat si pria yang kebingungan dengan permintaan Gerald, karena pria itu tidak mungkin memberikan berkas yang ada di mejanya. Karena berkas itu adalah berkas kerjasama perusahaan dengan nya di bawah naungan G chorp namun di bawah tangan yang akan membuat pria itu hancur.


** BERSAMBUNG **


mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊

__ADS_1


__ADS_2