MAWAR BERDURI

MAWAR BERDURI
Wanita di ruang bawah tanah


__ADS_3

Entah mengapa tiba-tiba saja Sofia merasakan ada sesuatu yang begitu aneh, sesuatu yang membuat pikirannya tidak bisa tenang. keesokan hari terlihat Sofia secara tidak sengaja melihat salah satu pembantu yang ada di rumah Raditya berjalan menuju taman belakang rumah. Sofia yang benar-benar penasaran tentu saja wanita itu langsung mengikuti Ke mana arah kepergian dari salah satu pembantu. Saat berada di sana ternyata pembantu wanita itu berjalan menuju gudang yang kemarin Sofia masuki.


"Kenapa wanita itu ke sana, memang Apa yang dilakukan di sana? Apakah dia membawa barang untuk disimpan?" tanya Sofia yang kemudian berjalan mengikuti wanita tersebut.


Dengan perlahan-lahan Sofia mengintip pembantu wanita yang sudah masuk di sana, terlihat wanita itu membuka karpet kusam yang ada di lantai. sorot mata Sofia benar-benar sangat terkejut ketika kedua bola matanya menatap pembantu wanita itu yang masuk ke sebuah ruangan yang ada di bawah tanah. sebuah pintu yang ada di bawah karpet itu menunjukkan kalau ada sesuatu yang disembunyikan di sana, karena pembantu wanita itu membawa nampan makanan.


Tanpa berpikir lagi Sofi langsung mengikuti wanita tersebut, secara diam-diam dan sangat hati-hati Sofia juga ikut masuk ke dalam ruang bawah tanah yang ada di gudang. Betapa terkejutnya Sofia saat berada di tempat itu, karena ruang bawah tanah tersebut seperti layaknya rumah yang ada di luar.


"Ini Tempat siapa, kenapa tempat ini benar-benar sangat aneh." ucap Sofia.


Tidak mau berpikir terlalu lama, tentu saja Sofia langsung mengikuti pembantu wanita itu, saat berada di sana sebuah pintu dibuka. Sofia sangat berhati-hati wanita itu nampak berjalan setenang mungkin agar tidak menimbulkan suara sama sekali.


"Nyonya." panggil pembantu wanita.


Sofia yang berada di luar pintu nampak sangat terkejut Ternyata ada seseorang di dalam ruangan tersebut.


"Ya Tuhan ternyata ada orang di balik pintu ini ucap Sofia.


"Aku tidak mau makan." jawab Clara.


"Anda harus makan, Nyonya. jika tidak Anda pasti sakit." pinta si pembantu wanita kepada Clara.


"Lebih baik aku mati daripada aku tersiksa di sini terus menerus." jawab Clara.


"Tapi itu akan semakin menyulitkan, Nyonya." ucap pembantu wanita.


"Untuk apa aku berada di sini, aku adalah pemilik tempat ini. tapi sekarang Lihatlah aku bagaikan ornamen yang sudah dibuang." jawab Clara yang terus menangis.


Sofia yang mendengar percakapan dua wanita itu nampak dia benar-benar terkejut, Sofia menutup mulutnya dia mulai berpikir Siapa wanita yang ada di balik pintu tersebut.


"Siapa wanita ini, kenapa dia berada di ruangan ini." ucap Sofia.


Tanpa sengaja Sofia yang berada di balik pintu wanita itu malah mendorong pintu itu masuk ke dalam.


KRAKKK...


pintu itu sudah terbuka, tatapan mata Clara dan pembantu wanita nampak menatap seorang wanita yang ternyata berada di luar pintu itu.


"Siapa kau?" tanya Clara kepada Sofia.

__ADS_1


Sofia menoleh, wanita itu nampak menatap seorang wanita yang tubuhnya sangat kurus dengan kondisi yang benar-benar sangat menakutkan. Sofia mulai menetralkan ketakutannya wanita itu berdiri kemudian berjalan mendekati Clara.


"Siapa kamu, Kenapa kamu ada di sini?" tanya Sofia.


Clara tidak menjawab wanita itu menatap pembantu wanita seolah dia ingin menanyakan Siapa wanita hamil yang ada di depannya tersebut.


"Dia adalah Nyonya Alda, dia adalah istri dari tuan Raditya." jawab pembantu wanita dengan nada yang sangat berhati-hati.


Clara menghembuskan nafasnya, wanita itu menatap Sofia yang sedang memegang perutnya.


"Apakah dia wanita yang nasibnya juga sepertiku?" tanya Clara.


pembantu wanita menganggukkan kepalanya, sedangkan Sofia tentu saja wanita itu sedikit kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh seorang wanita yang berpenampilan sangat menakutkan tersebut.


"Siapa kamu?" tanya Sofia.


Senyum yang benar-benar menakutkan ditunjukkan oleh Clara, wanita itu meminta Sofia duduk di ranjang bersamanya.


"Siapa kamu?" tanya Sofia kembali.


"Kunci pintunya dahulu, pastikan tidak ada satu orang pun yang mengetahui kalau wanita ini ke sini." ucap Clara.


"Kau mau apa, kamu mau membunuhku ya?" tanya Sofia.


Setelah diminta oleh Clara pembantu wanita keluar dari ruangan itu, dia memastikan kalau di ruangan itu tidak ada Satu anak buah Raditya sama sekali. sesaat kemudian pembantuan wanita itu kembali masuk, dia mengatakan kepada Clara Kalau tidak ada satu orang pun. tatapan mata Sofia menatap Clara, seorang wanita yang benar-benar kondisinya sangat mengenaskan.


"Kamu ini sebenarnya siapa sih? Kok ada di sini?" tanya Sofia.


Clara kembali menunjukkan senyumnya, sesaat kemudian wanita itu membersihkan dirinya dan membenarkan posisi duduknya.


"Namaku adalah Clara." jawab Clara.


"Lalu, kamu ngapain di sini?" tanya Sofia.


Clara tidak menjawab, namun wanita itu menatap Sofia seperti menatap dirinya yang sudah menderita.


"Kamu siapa?" tanya Clara kepada Sofia.


Sofia tersenyum kepada Clara. "Namaku adalah Alda, aku istri dari Raditya. pemilik tempat ini." jawab Sofia sambil tersenyum.

__ADS_1


Mungkin saja kalau Gerald mendengar perkataan Sofia pria itu akan langsung meletus seperti balon yang terkena duri tajam.


"Apakah kamu tahu siapa aku?" tanya Clara kepada Sofia.


Sofia menggelengkan kepalanya, wanita itu menatap Clara yang tubuhnya benar-benar tidak terawat sama sekali.


"Namaku adalah Clara, aku sama sepertimu. Aku adalah istri dari Raditya, istri pertama pria itu." jawab Clara.


DEG ..


seketika jantung Sofia berdenyut begitu sakit, ketika seorang wanita yang ada di depannya mengatakan kalau dia adalah istri dari Raditya .


"Bohong, kamu pasti bohong kan?" tanya Sofia.


Clara menggelengkan kepalanya, wanita itu menunjukkan sebuah foto pernikahan yang terpampang di ruangan tersebut. "Lihatlah, foto itu." pinta Clara.


Sofia menoleh, wanita itu menatap sebuah foto yang berukuran besar. foto Clara dan Raditya.


DEG..


Sofia benar-benar tidak percaya, wanita itu menatap Clara kemudian berdiri hendak meninggalkan dirinya.


"Kamu mau ke mana?" tanya Clara.


"Aku akan menanyakan hal ini kepada Raditya, aku yakin kalau kamu bohong." ucap Sofia.


Clara langsung menghentikan Sofia, sedangkan pembantu wanita Tentu saja dia langsung menutup pintu tersebut.


"Jangan pergi dulu, dengarkan aku." pinta Clara.


"Aku tidak mau, aku tidak mau mendengarkan kebohonganmu." jawab Sofia.


"Kalau kau keluar sekarang kau juga akan dalam bahaya, dengarkan Aku." pinta Clara.


Sofia menatap wajah Clara, terlihat tidak ada kebohongan yang ditunjukkan oleh wanita itu.


sebuah album dikeluarkan oleh Clara, di sana terlihat foto pernikahan Clara. foto yang menunjukkan sebuah kebahagiaan.


"Dulu Aku adalah isteri dari Raditya sampai sekarang ini, dulu aku benar-benar mencintai pria itu, aku benar-benar jatuh hati kepada pria itu. Aku tidak pernah mengetahui siapa sebenarnya pria itu." ucap Clara yang mulai berbicara mengenai Raditya.

__ADS_1


** BERSAMBUNG **


mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊


__ADS_2