
" Dek,.. !" Bunga merasa malu dengan Nicho karena ucapannya didengar indah padahal ia hanya ingin agar Melani tak mengejeknya.
" Hii, ini pasti indah,? kenalin saya Nicho pacarnya Bunga,!" Nicho menekan kata pacar pada ucapannya.
" iya, mas Nicho, aku indah..!" wah,.. mas Nicho yang tingal di sebrang apartemen mba Bunga ya,?"
" iya, betul,.. o,ya ini saya bawa hadiah kamu, sepertinya ada yang meninggal nya di apartemen saya,..!" Nicho melirik Bunga yang wajahnya memerah, ia tak menyangka jika kata-kata pacar yang sepontan ia lontarkan akan menjadi Bumerang.
" Oh, terimakasih mas Nicho, mas Nicho pasti sayang banget ya sama mba Bunga, sampai bela-belain nyusul kesini,..!"
" hehe,.. ya begitulah,!"
" loh,.. ndok ini siapa,? ko gak disuruh duduk,?" Bu Maesaroh menghampiri dan disusul pak Yadi dari belakang.
" Ini pacarnya mba Bunga Bu, pak,!" indah sangat antusias mengenalkan Nicho pada kedua orangtuanya.
" Perkenalkan saya Nicho pak, Bu,!" Nicho menyalami kedua orang tua Bunga dengan sopan, sedangkan Bunga menutup wajahnya dengan satu tangan, ia tak bisa menahan rasa malunya.
" ( haduh kenapa jadi kaya gini, apa yang harus aku katakan pada Nicho, terus dia kenapa juga gak nolak, HAAaah, gimana ini kalau ibu bapak tau aku bohong pasti mereka akan sangat sedih dan kecewa).
" Kami orang tua Bunga dan indah,.. Mari silahkan duduk nak,..!"
" Baik, terimakasih pak,.!"
Nicho dan pak Yadi berbincang-bincang, Nicho tampak tenang dan santai menjawab beberapa pertanyaan pak Yadi, tak ada kecanggungan diantara mereka, malah mereka tampak akrab.
" Cieeh disusulin sama pangeran,.! cerita in donk ko bisa sih kenal sama mas Nicho..?
indah terus saja meledek Bunga.
" Apaan sih dek,.!" sudah sana bentar lagi pangeran kamu datang kan,..!" sudah sana..!"
__ADS_1
" Tuh kan aku bilang juga apa,? meleleh juga kan,..!! haha...hep..!" Bunga mendekap mulut indah yang tertawa sehingga membuat Nicho menengok kearahnya dan obrolan Nicho dan pak Yadi terjeda.
" hehe,..!" Bunga lalu melepaskan tangannya dari mulut indah, lalu nyengir kuda saat Nicho menatap kearah nya bahkan Nicho menaikan satu alisnya.
" Mba, iih lipstik aku jadi berantakan nih,..!" indah merajuk.
" Lagian kamu sih, ketawa kencang kencang, Ayo mba rapihin lagi,..!" Bunga menarik indah dan membawa nya keruang rias lagi.
" ehemp,..!" indah menahan tawanya.
" Kenapa kamu ngetawain mba lagi,..?
" Mba lucu, kalau lagi salting, alias salah tingkah,..!
" ish,.. kamu ini,..!
" Indah keluarga Bima sudah mau tiba, ayo kedepan,!" salah satu kerabat me indah.
" hm.. Nicho, aku minta maaf karena....
Belum sempat melanjutkan ucapannya, Bu Maesaroh memanggil.
" Bunga ayo kedepan, ajak nak Nicho juga,.!"
" iya, Bu,! "
Bunga dan Nicho mengikuti Bu Maesaroh menuju tempat acara mereka duduki bangku pihak perempuan yang sudah disiapkan, Bunga dan Nicho tampak serasi seperti pasangan sesungguhnya, Terlihat beberapa kali Nicho berbisik pada Bunga, Begitu pun Bunga beberapa kali berbisik pada Nicho, entah apa yang mereka bahas.
Melihat Bunga yang tampak bahagia membuat Melani merasa geram jiwa irinya meronta, kebencian pada Bunga tak pernah hilang, apalagi pasangan Bunga saat ini sangat tampan, ia merasa sangat iri, karena selama ini Melani tak pernah merasa bahagia baik pernikahan pertama maupun keduanya,
Dalam pernikahan pertamanya bersama Fendi yang tak berlangsung lama, Fendi menikahinya dengan terpaksa karena Melani tengah hamil, meski begitu Fendi tak pernah memperlakukannya dengan baik, Fendi bahkan tak pernah memberikan nafkah lahir maupun batin, karena itu Melani mencari kebahagiaan diluar, ia berselingkuh dengan laki laki lain, tak lama Melani mengalami keguguran, sehingga tak ada lagi alasan Fendi untuk terus bersama Melani, mereka ahirnya bercerai dan Fendi melanjutkan studinya dan bekerja diluar negri.
__ADS_1
Pernikahan kedua Melani pun tak jauh berbeda bahkan penuh drama, Melani menikah dengan laki-laki yang sudah berumur, dengan perbedaan usia hingga dua puluh tahun, meski Melani tau bahwa laki- laki itu telah beristri namun ia tetap berusaha merebutnya, ia bahkan rela dijadikan istri kedua demi harta yang dimiliki suaminya saat ini.
Melihat Kebahagiaan Bunga membuat dadanya bergemuruh ia tak tahan lagi, ahirnya meninggalkan acara pertunangan indah dan memilih pulang.
Seluruh keluarga dan kerabat yang hadir semua bangun dari tempat duduk masing-masing saat melihat rombongan keluarga Bima tiba dikediaman pak Yadi.
Rombongan hanya berjumlah kurang lebih dua puluh orang, dari kejauhan terlihat Bima dengan mengenakan batik lengan panjang yang senada dengan indah, terlihat dari kejauhan Bima sangat sumringah, senyum terus berkembang di wajahnya, Bima berjalan beriringan dengan mama Siska dan satu sosok laki-laki yang tak lain adalah Fendi.
Saat semua orang tengah beramah tamah, ada dua orang yang membeku, Mata Bunga membulat melihat sosok yang tengah berjalan beriringan dengan Bima, ternyata Bima adalah adik Fendi, Melihat Bunga Fendi pun tak kalah terkejut ia pun membeku, Hatinya tak menentu, orang yang selama ini ia rindukan ada dihadapannya, orang yang selalu ia sebut dalam doanya, Fendi selalu berharap bisa bertemu dengan Bunga dan meminta maaf dengan benar.
Mata Bunga mulai panas lalu memalingkan wajahnya tangannya berkeringat tanpa ia sadari tangannya meremas lengan Nicho dengan kuat.
Melihat Bunga yang gugup dan gemetar Nicho Berusaha menenangkan Bunga, ia mengambil tangan Bunga dan membelainya dengan lembut, walaupun Nicho tak tau apa yang terjadi, namun ia tak bertanya apapun, dia hanya fokus menenangkan Bunga, Dengan perlakuan lembut Nicho Bunga pun bisa lebih tenang.
" are you oke,?" Nicho berbisik pada Bunga, Bunga hanya membalas dengan anggukan.
Melihat Bunga menggandeng seorang laki-laki membuat hati Fendi begitu sakit, matanya tak bisa lepas menatap Bunga.
" ( Bunga, aku benar-benar tak menyangka bisa bertemu denganmu disini, tau kah kamu betapa frustasinya aku kehilanganmu, setiap hari aku berdoa agar aku bisa bertemu denganmu, maafkan aku Bunga, aku harap masih ada kesempatan untuk kita bersama,)"
"( Tidak,.. aku harus bisa mengendalikan dan menghadapi mereka, aku harus buktikan kalau aku baik - baik saja sekarang, aku tak boleh membuat mereka menang karena dulu mereka menghancurkan aku, aku harus buktikan bahwa aku sudah berdamai dengan masa lalu, ).
Bunga menarik nafas dalam-dalam seperti yang ia lakukan saat menghadapi Melani, setelah merasa lebih tenang Bunga kembali menatap lurus dan kembali mengukir senyum, ia tak mempedulikan ada kehadiran Fendi.
Setelah sesi ramah tamah, di lanjutkan penyerahan seserahan, tiba waktunya acara inti yaitu acara tukar cincin, suara riuh dan tepuk tangan meriah untuk kedua pasangan , selanjutnya acara perkenalan setiap anggota keluarga ,di awali oleh keluarga indah, perwakilan dari keluarga indah memperkenalkan satu persatu anggota keluarga dan juga kerabat, Tibalah giliran Bunga ia dikenalkan sebagai Kaka pertama dan satu-satunya dari indah Santika, tak lupa perwakilan dari keluarga indah juga memperkenalkan Nicho sebagai calon menantu keluarga pak Yadi, mendengar hal itu Bunga merasa sangat malu pada Nicho, ia menatap wajah Nicho dari samping, menyadari Bunga menatapnya Nicho pun berbalik menatap Bunga dengan senyum lembutnya, ia merasa santai dikenalkan sebagai calon menantu, Bunga meminta maaf dengan isyarat mimik wajahnya, Melihat wajah Bunga memerah membuat Nicho nampak gemas, ingin sekali ia mencubit pipi Bunga, ia lalu mengambil tangan Bunga dan melingkarkan di lengannya, tatapan mereka kembali bertemu dan ahirnya mereka tertawa bersama.
Setelah perkenalan keluarga indah sekarang giliran perwakilan dari keluarga Bima memperkenalkan satu persatu seluruh kerabat yang ikut serta, Fendi dikenalkan sebagai Kaka dari Bima tak lupa menjelaskan status Fendi yang masih menduda, dilanjutkan dengan mengenalkan kerabat yang lain, setelah itu dilanjutkan sesi foto indah mengajak Bunga foto begitu juga Bima yang mengajak Fendi,
" Ayo mba, sini,..!"
"Mas,! Bima juga menarik tangan Fendi mereka ingin foto berempat akan tetapi Bunga tak melepaskan tangan Nicho, ia menarik Nicho agar ikut serta foto bersama, Nicho membaca gerak gerik Bunga yang tak nyaman saat melihat Fendi.
__ADS_1
" ( Apa diakah orangnya yang menorehkan luka dihati mu selama ini,? tenang Bunga aku akan menyembuhkan lukamu dan mengembalikan senyum indahmu).