
Hingga sore hari menjelang malam, Bunga masih belum menemukan barang yang ingin ia berikan pada indah, ia baru membeli mukena untuk ibunya, serta beberapa set pakaian untuk bapaknya tak lupa Bunga juga membeli beberapa jenis minuman herbal untuk kesehatan.?
Kaki Bunga sudah mulai terasa lelah ia memutuskan untuk istirahat sejenak di salah satu resto cepat saji, setelah memesan makanan, Bunga memeriksa ponsel, ia kaget melihat beberapa panggilan masuk dari Nicho dan beberapa pesan masuk, ponsel Bunga memang sedang dalam mode silent.
" Sebelum pulang keruangan saya,!! " pesan dari Nicho.
"Emang pak Nicho gak tau kalau aku cuti,,??.
Bunga tengah mengetik pesan belum sempat terkirim, masuk panggilan dari Nicho.
" Aduh telfon lagi,,!"
" Hallo pak Nicho ,,,!!"
" Bunga kamu dimana..?? saya dengar dari Prita katanya kamu cuti hari ini,,??
" ehm,, iya pak, pak Nicho tau kan kenapa saya cuti,,,!!"
" Oh,,, kamu dimana.??
" Saya lagi diluar pak..!!"
" Share lokasi kamu sekarang,,!!"
" Eh,,, mau ngapain pak,,??
" hm,,, Saya mau bahas pekerjaan,,!!"
" Oke,,!!. Bunga mematikan panggilan lalu mengirimkan titik lokasinya.
" Pak Nicho ngpain kesini sih,,!" emang gak bisa diomongin nanti apa..? ih mana belum dapet lagi kado buat indah..!" Bunga menggerutu sendiri, meski begitu ia tetap melanjutkan memakan makanan yang telah ia pesan, Bunga telah selesai makan namun Nicho belum juga Sampai.
" Sudah dua puluh menit nih pak Nicho belum datang juga,!" keliling dulu aja kali ya nyari kado buat indah,!!"
Bunga keluar dari resto cepat saji.
" Bunga..!!"
" Pak Nicho..!!
" Sorry jalanan cukup padat, jadi saya terlambat tiba,,!!
" it's Oke,,!!"
" kamu mau kemana lagi..??
" Saya sedang mencari kado buat adik saya tapi belum ketemu yang cocok,,!!"
"kalau begitu Ayo, kita cari,,!!"
" Ehm,,, nanti aja pak, pak Nicho bilang mau bahas pekerjaan kan, kita nyari tempat kopi aja,,!!
" No, no ,no,,, ehm, nanti saja bahas pekerjaan, sekarang nyari kado buat adik kamu.!"
" Tapi pak...!!"
" Sini saya bawa belanjaan kamu,!!" Nicho mengambil beberapa paper bag dari tangan Bunga.
" Gak usah pak, saya bisa sendiri.!! Meski Bunga menolak tapi Nicho tetap mengambil paper bag dari tangan Bunga.
" Adik kamu girl or boy..?
" girl,!!"
" sekolah atau kuliah,?
__ADS_1
" no, dia akan bertunangan,,!!"
" Tunangan..?!
" iya...!!
" she will get married soon,,?
" ehm. !!"
"hm... kamu sudah tau akan membeli hadiah apa ?
" Belum ..!!"
Saat berjalan mereka melewati sebuah toko perhiasan, Nicho lalu menarik tangan Bunga dan mengajaknya masuk kedalam toko perhiasan.
" Selamat sore Kaka, Selamat datang di toko kami, ada yang bisa kami bantu, mau cari apa?"
"Saya mau lihat-lihat dulu ya mba..!!" Bunga dan Nicho melihat lihat, berbagai perhiasan yang dipajang, Bunga memilih beberapa kalung dengan liontin unik, tapi dia bingung sendiri dengan beberapa pilihnya, menurut nya semuanya bagus.
" Hm.. yang mana ya..? Bagus semua..!!" Menurut pak Nicho bagus yang mana..??
" Hehe... " Nicho tersenyum melihat Bunga yang bingung dengan pilihannya.
" Bunga yang indah..!! Nicho mengambil salah satu kalung dengan liontin dua bunga.
" Hah... kok pak Nicho tau nama adik saya indah..!!"
" Adik kamu namanya indah.??
" Iya..!!"
" sepertinya ini cocok..!" sisters are different flowers, from the same garden!"
"
"Nice..!!"
" Mba saya pilih yang ini ya,!" Bunga mengambil kalung yang Nicho pilihan kan.
" Baik ka, saya kemas iya .!!"
" Untuk pembayaran cash atau debit?
" Ini saja,!" Nicho mengambil salah satu kartu dari dompetnya.
" Eh..jangan mba ini saja..!!" Bunga juga menyodorkan kartu pada penjaga toko, hal itu membuat penjaga toko merasa bingung harus menerima yang mana.
" Hm.. yang ini saja..!!"
" Tapi pak Nicho..
Nicho menutup mulut Bunga dengan satu jarinya, Nicho memberi isyarat perintah pada penjaga toko untuk segera melakukan transaksi menggunakan kartu miliknya.
" Baik pak..!!" penjaga toko segera menggesek kartu kredit.
" Ini pak kartunya, dan ini belanjaan nya.!!"
" Terimakasih sudah berkunjung ke toko kami.!"
" Sama-sama."
Nicho dan Bunga keluar dari toko perhiasan, Namun Bunga tampak tidak senang karena Nicho yang membayar hadiah untuk indah.
__ADS_1
" Pak Nicho, kenapa pak Nicho yang bayar.? ini kan hadiah untuk indah dari saya, harusnya ya saya bayar.!!" Kalau pak Nicho yang bayar namanya ini hadiah dari pak Nicho.!!"
" Hm... Saya tidak memberikan hadiah untuk indah, saya memberikan hadiah ini buat kamu, dan untuk diberikan pada indah.!!
" Sama aja ini namanya bukan dari saya tapi dari pak Nicho..!"
" Hm.. kalau begitu ini hadiah dari saya dan juga kamu.!
" hah..!!"
"Come on Bunga, oke anggap ini sebagai tanda bahwa kita sudah berteman, dan lagi saya juga ingin kenal dengan indah, dan keluarga kamu.!"
" hah... kenapa..? tapi tetap saja saya gak nyaman pak Nicho.!"
" ehm... oke kalau begitu anggap itu sebagai hutang, Tapi saya gak mau kamu bayar pake uang...
Mata Bunga melotot mendengar kata-kata Nicho yang masih menggantung.
" wooh kenapa kamu memberiku tatapan begitu,? Ah.. apa kamu berfikir aku menginginkan sesuatu darimu ? Aku bahkan belum menyelesaikan kata kataku..
Bunga masih menatap kesal pada Nicho, ia berfikir bahwa Nicho menginginkan sesuatu darinya.
" Hm... saya ingin kamu mentraktir saya kopi, setiap kali saya ingin, dan saya anggap itu sebagai pembayaran."
" Saya akan bayar sekarang juga, walaupun saya gak sekaya anda, tapi saya punya cukup uang untuk itu,"
Nicho mencari cara agar Bunga tak lagi kesal, ahirnya Nicho menarik tangan Bunga kesebuah stand ice cream.
" Belikan saya ini..!
" Eeep hihi... Pak Nicho mau es cream.??" Bunga menutup mulutnya menahan tawa melihat Nicho yang bertingkah seperti anak kecil meminta es cream pada ibunya, citra direktur eksekutif benar- benar tak terlihat.
Nicho hanya mengangguk, ahirnya dia bisa membuat Bunga tersenyum, meski ia harus menjatuhkan image direkturnya.
Bunga membawa dua es cream ditangannya, dan memberikannya pada Nicho, Meraka makan es cream bersama dengan senyum bahagia, sebenarnya Bunga merasa konyol, ia merasa ini terlalu kekanak- Kanakan, akan tetapi Bunga menikmati moment itu, karena ia telah lama kehilangan kehidupan yang seru.
Nicho beberapa kali membuat lelucon hal itu bisa membuat Bunga tertawa lepas, Baru kali ini Bunga bisa kembali tersenyum, ia seakan lupa dengan segala ketakutannya yang selama ini menghantuinya.
Tak terasa waktu berjalan cepat kini sudah cukup larut, Ahirnya mereka memutuskan untuk segera pulang.
seperti biasa Nicho akan meninggalkan mobilnya, dan memilih nebeng pada Bunga, tujuannya sudah pasti agar lebih lama bersama Bunga.
Nicho mengambil alih kemudi, karena kelelahan Bunga pun tertidur didalam mobil saat perjalanan pulang.
Sekarang Meraka telah tiba di apartemen Bunga namun Bunga belum juga Bangun, Nicho memandangi wajah Bunga yang tengah terlelap, ia nampak begitu cantik mempesona meski dalam keadaan tertidur.
hampir setengah jam Nicho menunggu Bunga terbangun, namun Bunga masih tak bergeming, sepertinya Bunga benar-benar kelelahan.
Nicho memusatkan untuk membawa Bunga ke apartemen nya, ia tak tega jika membangunkan Bunga, tapi ia juga tak mungkin menunggu didalam mobil hingga pagi.
Pagi hari Bunga menggeliat berlahan membuka matanya, ia merasa asing dengan tempat tidurnya, setelah kesadarnya terkumpul ia kaget bahwa ia tak berada di kamarnya..
" Ya Tuhan.. aku dimana,? ia meraba pakaianya apakah semuanya masih lengkap.
"Huuh..." Bunga bernafas lega karena ia masih mengenakan pakaian yang sama seperti kemarin.
" Tapi ini dimana..? Mata Bunga menyusur setiap sudut Ruangan, ia melihat salah satu foto Nicho di meja.
"haah ini kamar pak Nicho, Duuh,,,!! kenapa mesti ketiduran segala sih,,!!
Bunga lalu beranjak dari tempat tidur dan keluar dari kamar, ia mengendap endap mencari Nicho namun ia tak mendapati siapapun, Bunga berjalan ke arah dapur, ia mendapati sebuah kertas pesan di atas meja makan.
" Morning,,,!! maaf membawamu kesini sepertinya kamu sangat kelelahan, "don't think bad about me."
"enjoy breakfast Bunga"
__ADS_1
" itszz.... Rapih banget kaya makanan di restoran, " Bunga melihat makanan yang telah Nicho siapkan lalu mencobanya.
" ehm... Enak banget ,!! jago juga pak Nicho masak,,!!" Dapurnya juga bersih banget, Rapi lagi..!!. Bunga terus memuji apartemen Nicho yang begitu bersih dan rapih dia juga sangat menikmati masakan Nicho.