
Kabar mengenai kehamilan Sofia akhirnya terdengar juga di telinga Raditya. terlihat pria itu tidak terlalu memikirkan mengenai kehamilan Sofia, yang dia inginkan adalah memiliki Sofia seutuhnya.
"Apa kamu yakin mengenai informasi itu?" tanya Raditya kepada anak buahnya.
"Saya yakin, Tuan. kabar mengenai kehamilan dari Nyonya Sofia sudah terdengar di mana-mana." jawab anak buah Raditya.
"Aku tidak perduli, wanita itu hamil atau tidak yang penting aku harus memiliki wanita itu. jika dia hamil maka aku akan memilikinya bersama dengan anak yang ada di kandungan." jawab Raditya yang terlihat benar-benar seperti seorang pria yang sudah buta. buta karena jatuh cinta kepada seorang wanita,
"Tidak apa-apa, yang harus kamu lakukan sekarang adalah terus pantau wanita itu, saat pengawalannya sudah mulai melemah aku akan mengambilnya." jawab Raditya yang menyuruh anak buahnya untuk terus memantau Sofia. dengan begitu jika para pengawalnya sudah mulai lengan pria itu akan segera mengambil Sofia dan membawanya jauh dari Gerald.
Setelah mendapatkan informasi mengenai kehamilan Sofia, terlihat Raditya. terus berusaha untuk menjadi sosok yang sangat luar biasa.
"Selamat sore, nyonya!" sapa para. karyawan.
"Sore," jawab Sofia.
__ADS_1
Terlihat seorang wanita berdiri di depan perusahaan Gerald, wanita itu terus menunggu Gerald keluar dari perusahaannya.
Seorang wanita terlihat berdiri, wanita itu nampak menunggu Gerald keluar dari perusahaannyadengan namun tatapan mata. Catherine tiba-tiba mendapatkan seorang wanita yang keluar dari perusahaan Itu.
"Aku tidak akan membiarkan wanita itu bersama Gerald. Jika aku tak bisa mendapatkan pria itu maka wanita itu harus mati di tanganku." ucap Catherine yang ternyata mempunyai pikiran picik untuk menghabisi Sofia. namun wanita itu tidak akan bisa melakukannya karena Sofia adalah seorang wanita yang lebih pandai daripada dirinya.
Terlihat Sofia keluar dari dalam mobilnya, wanita itu keluar sendiri tanpa bersama sopirnya. Sofia meminta supirnya untuk membawanya ke suatu tempat,, wanita itu ingin segera sampai di sebuah tempat tujuannya. berbeda dengan Catherine, Wanita itu sudah menaiki mobilnya ternyata Catherine ingin melakukan sesuatu, Akhirnya wanita itu kembali ke kantor sang suami, sorot mata dari seorang pria nampak menatap Sofia dari sebuah tempat. seorang pria yang ditugaskan oleh Raditya untuk terus memata-matai Sofia. dirinya bisa mendapatkan Gerald seutuhnya.
"Jika aku tidak membunuhmu maka aku tidak akan bisa mendapatkan pria itu." ucap Catherine yang pikirannya mulai menggila, wanita itu berniat menabrak mobil yang dikendarai oleh Sofia agar wanita mengalami kecelakaan dan kehilangan yang nyawa.
"Kelihatannya ada mobil yang dari tadi mengikuti kita," jawab supir.
"Kalau begitu kamu tolong bawa mobil ini, karena cepat atau lambat kita akan lihat apakah orang itu masih tetap mengikuti kita atau dia hanya menantang saja." jawab Sofia.
"Baik nyonya." ucap supir yang kemudian mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
Sofia yang berada di dalam mobil, wanita itu terus menatap sebuah mobil yang dikatakan oleh sopirnya dengan segera Sofia menelpo Geral. sang suami dan mengatakan mengenai seseorang yang sudah mengikutinya dan ingin melakukan sesuatu kepadanya.
Sekitar 25 menit kemudian mobil yang dikendarai oleh Sofia tiba-tiba berhenti, Catherine yang berada di belakang mobil Sofia seketika dia langsung berhenti.
"Apa yang dilakukan oleh wanita itu, Kenapa tiba-tiba Mobilnya dihentikan." ucap Catherine yang terlihat menatap mobil Sofia yang tiba-tiba berhenti. sebuah senyum terukir di bibir Catherine ketika melihat Sofia sudah keluar dari mobilnya. dengan segera Catherine melanjutkan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi agar dia bisa langsung menghabisi nyawa Sofia di tempat itu.
Dengan segala akhirnya pak sopir melajukan mobilnya sesuai dengan arahan Sofia, wanita itu terlihat begitu santai saat berada di mobil, yang dari tadi terus mengikutinya.
"Kamu mau bermain denganku ya, lihat saja aku pasti akan membuatmu tenggelam pada permainanmu sendiri." ucap Sofia yang terlihat begitu santai dan tanpa rasa takut sama sekali.
"Apakah kita kembali ke perusahaannya, nyonya?" tanya supir.
"Tidak usah, kita hanya perlu tahu siapa orang itu." jawab Sofia..
** BERSAMBUNG **
__ADS_1
mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊