
BRAKK...
"Aaaaa!!!" suara teriakan Gerald.
"Anda harus tenang, tuan." ucap Patricio.
"Bagaimana bisa aku tenang saat aku mendapatkan informasi yang benar-benar menipuku selama ini, aku selalu baik padanya, selama ini aku selalu percaya kepadanya dan ternyata semua yang dia katakan tadi itu adalah kebohongan." ucap Gerald.
"Jika anda tidak bisa mengontrol emosi Anda kemungkinan besar kita tidak akan bisa mendapatkan keberadaan dari istri anda." ucap Patricio.
"Aku tidak peduli, aku harus mendapatkan keberadaan istriku." jawab Gerald.
"Karena hal itu kami datang kemari, kami ingin menyusun sebuah rencana untuk mendapatkan pria terakhir dari misi kami." jawab Patricio..
"Apa maksudmu?" tanya Gerald.
Patricio menceritakan mengenai misi terakhir yang harus mereka kerjakan bersama Sofia, setelah misi dari puncak segalanya mereka harus mendapatkan otak dari segala permasalahan yang selalu membuat keadaan semakin kacau.
"Lalu, Apakah kalian sudah mendapatkan informasi mengenai keberadaan istriku?" tanya Gerald.
"Kami belum mendapatkan informasi mengenai keberadaan istri Anda, tuan. tapi kami sudah mendapatkan informasi mengenai tempat yang dituju oleh pria itu." jawab Patricio.
Gerald sedikit lega saat mendapatkan kabar Di mana keberadaan sang istri, dengan begitu dia akan segera memberikan hukuman kepada pria yang dulu sempat dia percaya.
"Lalu di mana keberadaan pria itu?" tanya Gerald kepada Patricio.
"Kemungkinan besar pria itu berada di negara Belanda." jawab Patricio.
"Baiklah kalau begitu, kita akan pergi sekarang juga menuju negara itu. aku yakin kalau sekarang dia sudah melakukan suatu kepada istriku." ucap Gerald.
"Jika benar Seperti yang anda katakan, maka kita harus bersiap-siap dengan semua kenyataan yang akan kita dapatkan." jawab Patricio.
__ADS_1
"Aku takut terjadi sesuatu kepada istriku." ucap Gerald.
"Lebih baik kita berdoa agar Sofia tidak terjadi apa-apa," jawab Patricio.
Akhirnya malam itu Gerald memutuskan untuk pergi bersama Patricio dan kelompok Sofia. pria itu harus segera menemukan keberadaan istrinya, dia takut kalau sesuatu sudah terjadi kepada Sofia. Gerald tidak memikirkan mengenai Raditya yang akan melakukan tindak asusila kepada Sofia, yang dia takutkan adalah pria itu adalah seorang dokter. Gerald takut jika Raditya tiba-tiba melakukan sesuatu yang akan membuat Gerald kehilangan istrinya untuk selama-lamanya.
Sekitar berapa jam lamanya Gerald sudah sampai di tempat yang sudah ditentukan, pria itu meminta Patricio dan yang lain untuk mencari sebuah rumah atau penginapan untuk mereka tinggal sementara waktu.
"Kami akan mencari tempat dulu, Tuan. Saya minta anda untuk segera tinggal di hotel di negara ini terlebih dahulu." pinta Patricio.
"Kau tenang saja, aku akan menyuruh anak buahku untuk mencari tempat tinggal sementara untuk kita. Jika perlu aku akan membeli salah satu rumah di wilayah ini." jawa Gerald yang membuat Patricio menganggukan kepalanya
Sekitar 2 jam kemudian Akhirnya salah satu anak buah Gerald sudah menemukan salah satu rumah yang bisa mereka tempati, walaupun rumah itu bisa dibilang rumah yang tidak terlalu besar namun mau tidak mau Gerald dan yang lain harus tinggal di sana untuk sementara waktu.
"Apakah kalian tidak keberatan tinggal di sini?" tanya Patricio.
"Kami sudah terbiasa tinggal di tempat yang tidak bisa disebut menyenangkan, Jadi kami akan tinggal di manapun." jawab Patricio.
"Apakah kau suka dengan warna ini?" tanya Sofia kepada Raditya. wanita itu ternyata berbelanja dengan Raditya untuk membeli pakaian bayi.
"Warnanya terlalu mencolok, Sayang." jawab Raditya.
"Tapi aku suka warna ini," rengek Sofia yang membuat Raditya mau tidak mau harus menuruti permintaan Sofia.
"Apakah kamu tidak mau pakaian yang lain?" tanya Raditya.
"Aku mau box bayi itu, boleh kan?" tanya Sofia.
"Tentu saja." jawab Raditya sambari mengelus pucuk kepala Sofia.
"Nyonya Alda!" panggil salah satu anak buah Raditya.
__ADS_1
"Iya, ada apa." jawab Sofia.
"Nyonya, tadi salah satu barang anda terjatuh." jawab anak buah Raditya.
"Ya sudah aku bawakan, kamu teruskan saja berbelanja." Raditya yang terlihat begitu bahagia saat dirinya berpikir kalau dia akan mampu mendapatkan Sofia seutuhnya. seribu mimpi kebahagiaan yang ada di pikiran Raditya, pria itu sudah berpikir kalau Gerald tidak akan bisa menemukan keberadaan dirinya.
"Cepat bawa barang-barang belanjaan nyonya kalian." perintah Raditya.
"Baik Tuan." jawab anak buah Raditya.
Terlihat Raditya dengan begitu lembut dan sabar terus mengikuti kemana arah langkah kaki Sofia, wanita itu benar-benar seperti seorang wanita yang kehilangan kesadarannya karena terus berbelanja untuk bayi yang beberapa minggu ini akan lahir.
Di tempat lain terlihat Gerald memandang sebuah foto yang selalu dia simpan.
"Apa yang sedang kau lihat, Tuan Gerald?" tanya Patricio.
"Aku memandang foto istri dan bayi yang ada di kandungannya." jawab Gerald.
"Lalu, itu apa?" tanya Patricio kembali.
"Ini foto USG terakhir istriku sebelum dia hilang." jawab Gerald.
"Anda harus percaya kalau Sofia adalah wanita yang sangat kuat, Aku yakin di suatu tempat di negara ini dia bertahan dan menunggu kedatangan Anda." ucap Patricio.
"Tentu saja, aku juga sangat yakin. aku tidak akan pernah berpikir kalau istriku akan melupakanku." jawab Gerald.
Sebuah kebohongan yang sudah dilakukan oleh Raditya membuat Sofia sedikit demi sedikit tenggelam pada cinta palsu yang diberikan oleh Raditya.
** BERSAMBUNG **
mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊
__ADS_1