
Kesibukan yang terjadi di perusahaan Gerald benar-benar membuat para karyawan di perusahaan itu sangat sibuk.
BRETTTT...
BRETTTT...
ponsel Sofia yang mulai berdering.
"Ada apa, Sayang?" tanya Gerald.
"Entahlah, Ada seseorang yang sudah menelpon." jawab Sofia.
"Lebih baik kau angkat saja, Mungkin dia temanmu atau kerabatmu mungkin." ucap Gerald yang membuat Sofia menganggukkan kepalanya.
Terlihat wanita itu Mulai mengambil ponselnya, menatap layar ponselnya. sebuah nomor telepon yang tidak dia kenal sama sekali.
"Siapa orang ini, kenapa dia menelponku?" guman Sofia dalam hati.
Sesaat kemudian Sofia menjawab panggilan itu. "Iya halo." ucap Sofia.
"Bagaimana kabarmu, sayang? Sudah lama kita tidak bertemu." jawab seorang pria dari seberang tempat. Sofia langsung terdiam, wanita itu menatap suaminya yang sedang menandatangani beberapa berkas yang ada di mejanya.
"Ada apa Sayang?" tanya Gerald.
Sofia menutup ponsel bagian bawah, wanita itu mengatakan sesuatu kepada Gerald.
"Siapa dia, sayang?" tanya Gerald.
"Aku tidak tahu." jawab Sofia.
__ADS_1
Gerald meminta sang istri untuk memperkeras suara ponselnya, sesaat kemudian wanita itu mendengar suara seorang pria yang sedang berbicara di suatu tempat.
"Bagaimana kabarmu, sayang?" tanya si pria dari seberang tempat.
Gerald dan Sofia langsung saling memandang satu sama lain, tentu saja sepasang suami istri itu sedikit kebingungan dengan orang yang sudah menelpon mereka.
"Siapa dia sayang?" tanya Gerald.
"Aku tidak tahu." jawab Sofia.
Tatapan mata Gerald menatap ponsel sang istri, pria itu menulis nomor ponsel yang ada di ponsel istrinya dan meminta Patricio untuk melacak nomor ponsel yang sudah menelpon sang istri.
Siapa yang menelponmu, sayang?" tanya Gerald.
"Entahlah sayang, Aku tidak pernah mendengar suara pria itu." jawab Sofia.
"Tidak akan kubiarkan orang itu berusaha untuk mendekatimu." ucap Gerald yang kemudian mematikan ponsel sang istri.
Di sebuah tempat terlihat seorang pria menatap ponselnya yang sudah dimatikan, senyumnya mengembang begitu besar ketika dia tahu Gerald sudah mulai marah. seorang pria yang ternyata sangat dikenal oleh Gerald, seorang pria yang tidak diketahui siapa sebenarnya dirinya. ternyata selama ini Raditya memutuskan untuk pergi dari Gerald agar dia bisa memutus kontak dengan temannya tersebut. cinta yang begitu dalam yang dimiliki oleh Raditya untuk Sofia membuat pria itu tidak bisa menekan perasaannya, dia harus mendapatkan apa yang begitu dia inginkan. dia harus mendapatkan sesuatu yang benar-benar ingin dia miliki.
"Hahaha.., aku pasti akan mendapatkanmu, mulai sekarang aku tidak akan membiarkan pria itu bersamamu." ucap Raditya yang ternyata selama ini secara diam-diam terus memantau Apa yang dilakukan oleh Sofia. pria itu selalu mencari tahu apa saja yang dilakukan oleh Sofia, bahkan Raditya juga menyelidiki semua aset dari Gerald agar pria itu dapat menghancurkan Gerald secepat mungkin.
"Sebentar lagi kau akan bersamaku, aku tidak peduli dengan namanya sahabat atau teman, yang aku inginkan sekarang adalah dirimu menjadi milikku." ucap Raditya yang kemudian meminta beberapa anak buahnya untuk melakukan sesuatu.
"Bos." panggil anak buah Raditya.
"Bagaimana?" tanya Raditya.
"Pria itu memiliki aset yang sangat luar biasa, kita hanya bisa menghancurkan pria itu perlahan-lahan." jawab anak buah Raditya.
__ADS_1
"Lakukan sesuai perintahku, jangan sampai pria itu tahu kalau aku sudah berada di sini. kalian harus bermain bagus, bermain cantik agar aku bisa secepatnya membuat pria itu hancur." ucap Raditya yang kemudian meminta anak buahnya untuk melakukan rencana yang sudah dia atur. ternyata selama ini Raditya pergi ke sebuah negara agar tidak diketahui oleh Gerald. bahkan Gerald tidak bisa melacak keberadaan Raditya, tidak ada yang tahu siapa Raditya sebenarnya. Hal itu membuat Gerald sedikit waspada kepada Raditya karena dia takut suatu saat Raditya akan menghianatinya suatu saat nanti.
Di tempat lain terlihat Catherine sudah memasuki perusahaan Gerald, wanita itu berjalan begitu sombong seolah dia ingin menunjukkan kalau perusahaan itu akan menjadi miliknya, sebuah berita yang sudah menyebar di media sosial membuat Catherine tidak takut jika dia hancur. yang dia inginkan adalah meminta bantuan kepada Gerald dengan iming-iming kerjasama perusahaan yang sangat luar biasa.
TOK..
TOK..
TOK..
pintu kantor Gerald di ketok oleh seseorang.
"Siapa sayang?" tanya Sofia.
"Entahlah Sayang." jawab Gerald yang kemudian bertanya kepada sekretaris yang ada di luar kantornya. setelah dia tahu siapa yang ada di luar kantornya sesaat kemudian Gerald menyuruh sekertarisnya untuk mempersilahkan orang yang sudah ada di luar itu masuk.
"Siapa, sayang?" tanya Sofia.
"Wanita itu kemari lagi, entah apa yang dia inginkan." jawab Gerald.
"Suruh saja dia masuk, kita akan tahu apa yang dia inginkan." jawab Sofia.
Setelah Catherine tahu kalau dirinya dipersilahkan masuk, wanita itu benar-benar merasa senang dia begitu bahagia saat dirinya diperbolehkan masuk ke kantor Gerald. Catherine berpikir kalau dia akan mendapatkan Gerald dengan semua kemewahan itu, namun saat dia masuk ke dalam kantor Gerald, senyum yang dia tunjukkan seketika menghilang saat kedua bola matanya menatap Sofia yang sedang bersama dengan Gerald.
"Ada apa Nona, Catherine?" tanya Sofia yang melihat Catherine masuk ke dalam kantor sang suami.
** BERSAMBUNG **
mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊
__ADS_1