MAWAR BERDURI

MAWAR BERDURI
MUSUH


__ADS_3

"Apa kabar Xander?" Sofia yang terlihat berusaha menatap Xander yang berada di. sebuah tempat.


"Uhuk..," terlihat sandal terbatuk-batuk setelah dirinya mendapatkan serangan dari Sofia.


Langkah kaki Sofia mendekati Xander, wanita itu menatap seorang pria yang sudah melakukan begitu banyak kejahatan. "Aku tidak pernah mengira kalau kau akan bisa lepas dari hukuman itu." ucap Sophia yang kemudian mencengkram dagu Xander.


"Wanita iblis, Bagaimana bisa kau mendapatkan keberadaan ku!" Xander yang benar-benar tidak akan pernah mengira kalau dirinya ditemukan oleh Sofia. hanya ada senyum yang ditunjukkan oleh Sofia ketika dirinya mendapat perkataan seperti itu dari Xander.


"Tentu saja aku tahu di mana Keberadaan mu, kau tidak akan bisa lepas dariku." jawab Sofia yang kemudian mengambil sebuah pisau dan menusukkan tepat di jantung Xander.


Karena dalam catatan Xander sudah meninggal, karena hal itu Sofia tidak akan bermasalah jika dia membunuhnya kembali. sorot mata penuh kebencian ditunjukkan oleh Sofia kepada Xander.


"Iini untuk gadis kecil yang telah kau bunuh"


JLEBB...


JLEBB...


"Ini untukku karena kau berusaha Membunuhku"


JLEBB..


JLEBB..


Xander benar-benar sudah terbunuh, pria itu menatap Sofia dengan tatapan mata yang benar-benar begitu benci.


"Kau akan masuk ke neraka, Aku berdoa semoga gadis kecil dan keluarganya menemukanmu. aku berdoa supaya mereka membunuhmu di akhirat." ucap Sofia.


Setelah menghabisi Xander akhirnya Sofia dan Gerald pergi dari tempat itu dan pembalasan benar-benar selesai.


** keesokan hari **


"Selamat pagi, sayang." terlihat Sofia sudah datang ke perusahaan sang suami.


"Pagi, sayang." jawab Gerald.


"Ini apa?" tanya Sofia yang melihat sebuah undangan yang sudah berada di atas meja kerja sang suami.


"O..,itu. tuan Hose mengundang kita untuk datang di acara penjamuan perusahaan.." jawab Gerald.


"Kamu akan datang?" tanya Sofia.


"Entahlah, mungkin tidak." jawab Gerald.


"Mengapa?" tanya Sofia kepada sang suami.


"Aku malas bertemu dengan wanita penganggu itu." jawab Gerald.


"Kita datang saja, sayang. nanti aku yang urus sisanya." pinta Sofia.


"Entahlah, aku sangat malas." jawab Gerald.


"Ayolah..,kita bersenang-senang sedikit ya," pinta Sofia.


"Baiklah." jawab Gerald yang kemudian memberikan ciuman kepada sang isteri.

__ADS_1


"Huff...," Sofia yang menghela nafasnya.


"Ada apa?" tanya Gerald kepada sang isteri.


TOK..


TOK..


suara pintu kantor Gerald sudah di ketok.


"Ada apa?" tanya Sofia.


"Entahlah." jawab Gerald.


Sesaat kemudian terlihat seorang wanita masuk ke dalam kantor Gerald.


"Ada apa?" tanya Gerald.


"Tuan, ada sedikit masalah di proyek pembangunan." lapor salah satu anak buah Gerald.


"Lalu?" tanya Gerald balik.


"Kelihatannya ada seseorang yang hendak bermain-main dengan anda." jawab anak buah Gerald.


"Kalau begitu ayo kita pergi ke sana.." jawab Gerald yang kemudian pergi bersama dengan sang isteri untuk melihat. situasi yang ada di tempat tempat pembangunan.


** Satu jam kemudian **


Terlihat ditempat pembangunan ada beberapa kerusakan yang lumayan parah.


"Bagaimana, tuan?" tanya anak buah Gerald.


"Siapa yang melakukan hal ini, sayang?" tanya Sofia.


"Entahlah, mungkin mereka. adalah orang-orang yang tidak suka padaku." jawab Gerald.


"Lalu?" tanya Sofia.


"Kita akan memberikan mereka pelajaran." jawab Gerald.


"Baiklah, oya sayang, apakah Anda kamu bisa mengantarkan aku untuk membeli baju?" tanya Sofia.


"Tentu." jawab Gerald yang kemudian mengajak sang isteri untuk pergi.


Di tempat lain terlihat seorang pria sedang bersama dengan anak buahnya.


"Bagaimana, apakah kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan?" tanya tuan Hose..


"Sudah, tuan." jawab anak buah tuan Hose.


"Bagus, dengan begitu pria itu akan tahu kalau dia mempunyai musuh." Tuan Hose.


"Apakah semuanya baik-baik saja, Tuan? Bagaimana jika dia itu tahu kalau anda yang melakukan hal ini?" tanya anak buat Tuan Hose.


"Tenang saja, pria itu tidak akan pernah tahu kalau aku yang melakukannya." jawab Tuan Hose.

__ADS_1


Catherine yang mendengar percakapan ayahnya tentu saja wanita itu sedikit senang, rencananya untuk mendapatkan Gerald akan tercapai juga.


PROK..


PROK...


PROK...


suara tepuk tangan Catherine.


"Bagus, lakukan seperti yang harus kalian lakukan. kalian harus bisa membuat pria itu kemari dan meminta tolong kepada Ayahku, Dia adalah pengusaha asing yang tidak akan mempunyai penolong selain ayahku!!" seru Catherine.


Sudah berulang kali Catherine ditolak oleh Gerald, Hal itu membuat Catherine benar-benar sangat frustasi, wanita itu terus mencari cara untuk mendapatkan cara agar Gerald mau bersamanya.


"Kamu tenang saja, aku akan membuat pria itu menerimamu." ucap Tuan Hose.


"Bagaimana jika aku akan memaksa dia? pasti dia tidak akan bisa menolak ku." jawab Catherine.


"Jika sampai dia mau bersamamu hal itu akan membuat ayah sangat beruntung, karena dia adalah orang yang mempunyai kekuasaan yang lumayan besar. jadi kita bisa memanfaatkan kekuasaannya untuk memperbesar Perusahaan kita." ucap Tuan Hose.


Ternyata Tuan Hose juga sama seperti Catherine, pria itu harus mencari cara untuk membuat Gerald bersama putrinya, rencana terus dibuat oleh Tuan Hose bersama putrinya.


Sedangkan di tempat lain, terlihat Sofia dan Gerald nampak berada di salah satu butik untuk mencari pakaian pesta.


"Jangan terlalu terbuka Sayang, aku tidak suk." pinta Gerald.


"Baiklah." jawab Sofia.


Sofia terlihat memilih pakaian dress sederhana yang tidak terlalu terbuka, karena hal itu Gerald benar-benar tidak menyukai pakaian yang terlalu terbuka.


"Bagaimana?" tanya Sofia yang sudah keluar dengan memakai dress sederhana yang tidak terbuka.


"Ok." jawab Gerald.


setelah cari membeli pakaian terlihat Sofia dan sang suami kembali ke rumah, malam ini mereka akan pergi ke pesta yang diadakan oleh Tuan Hose, sebuah pesta yang tujuannya untuk menjebak Sofia ataupun Gerald. dengan begitu mereka akan mendapatkan sebuah kesuksesan yang tidak akan mereka pikirkan.


Malam ini Sofia terlihat dengan begitu cantik dengan memakai pakaian yang tadi mereka beli, dress sederhana namun ketika Sofia memakainya dress itu terlihat begitu menawan.


"Oh ya sayang, apakah kau sudah siap?" tanya Sofia.


"Sudah Sayang." jawab Gerald yang terlihat begitu terbuka dengan sang istri.


"Kau sangat cantik, Sayang." ucap Gerald.


"Tentu saja, aku adalah istrimu." jawab Sofia.


setelah mengatakan hal itu akhirnya mereka berdua pergi ke pesta yang diadakan oleh Tuan Hose, sekitar beberapa saat mereka sudah sampai di sebuah hotel tempat Tuan Hose mengadakan pesta, tempat itu terlihat begitu mewah dengan dekorasi yang luar biasa.


"Kelihatannya pria tua itu sudah mempersiapkan segalanya dengan baik." ucap Sofia.


"Tentu." jawab Gerald.


Akhirnya sepasang suami istri itu pergi ke dalam hotel tempat mereka mengadakan pesta, terlihat disana Sofia memperhatikan para pengawal yang sudah berjajar di tempat itu.


"Kelihatannya pria tua ini sudah mempersiapkan sesuatu." ucap Sofia dalam hati.

__ADS_1


** BERSAMBUNG **


mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊


__ADS_2