MAWAR BERDURI

MAWAR BERDURI
Ingatan yang hilang


__ADS_3

Sofia terlihat terus menghindar dari Gerald, wanita itu selalu saja tidak mengakui seorang pria yang dahulu selalu dia cintai.


"Sayang, biarkan dokter memeriksamu sebentar, biar dokter mencoba untuk melihat kondisimu." ucap Gerald.


"Aku tidak mau aku tidak suka pria itu terus menerus." jawab Sofia.


"Heh..., susahnya." guman Gerald.


"Silahkan, nyonya." pinta dokter.


Akhirnya Sofia di periksa oleh dokter, setelah di periksa sedikit demi sedikit Gerald berusaha untuk mendekati isterinya itu.


"Ada apa kamu kemari?" tanya Sofia.


"Tentu saja menemui isteriku." jawab Gerald.


"Ini apa?" tanya Sofia kepada Gerald saat Gerald memberi sesuatu.


"Bukalah, nanti kamu akan tahu." jawab Gerald.


Salah satu tangan Sofia nampak menerima kotak tersebut, sesaat kemudian tatapan mata Sofia menatap foto yang ada di kotak tersebut.


"Kenapa wajah wanita ini sangat persis denganku?" tanya Sofia kepada Gerald.


Seketika Gerald tersenyum dengan semua pertanyaan dari istrinya tersebut. "Tentu saja itu adalah foto kita, Tapi kan kamu meminta bukti mengenai pernikahan kita di sana juga ada foto USG dari bayi yang ada di kandungan mu." jawab Gerald.


Tatapan mata Sofia menatap foto-foto yang ada di kotak itu, sesaat kemudian sesuatu mulai terjadi. selintas bayangan masa lalu muncul di ingatan Sofia.


"Akh...," Sofia sedikit merasakan sakit di kepalanya ketika secuil ingatan nya mulai nampak.


"Ada apa, sayang?" tanya Gerald.


"Kepalaku sakit." jawab Sofia.


Tak berselang lama tiba-tiba saja perut Sofia mulai bereaksi, wanita itu merasakan mulas yang sangat luar biasa.


"Dokter! dokter!!" teriak Gerald.


Tak berselang lama terlihat seorang dokter mendatangi kamar Sofia. "Cepat kalian persiapkan ruang bersalin!!" seru Dokter wanit.


Ternyata hari ini Sofia akan melahirkan, wanita itu terlihat menahan rasa sakit di perutnya ketika dia merasakan kontraksi yang sangat luar biasa.

__ADS_1


"Ada apa, dokter??!" seru Gerald.


"Isteri anda akan melahirkan, Tuan." jawab Dokter wanita.


Sofia akhirnya dibawa ke ruang bersalin, wanita itu melahirkan lebih cepat beberapa hari dari jadwal melahirkan. beberapa saat kemudian terlihat Gerald mondar-mandir di depan ruang bersalin.


"Tuan!" panggil Jhon.


"Ada apa?" tanya Gerald.


"Apakah semuanya baik-baik saja, Tuan?" tanya Jho kepada Gerald.


"Aku belum tahu, Jhon." jawab Gerald.


Sekitar tiga jam kemudian akhirnya Sofia sudah melahirkan seorang bayi perempuan yang begitu cantik, kelahiran secara normal dan kondisi Sofia yang juga baik-baik saja tanpa kendala yang sering serius. beberapa saat kemudian ranjang tempat Sofia didorong oleh para perawat, Gerald yang melihat hal itu ketika pria itu berlari sembari melihat kondisi sang istri yang baik-baik saja.


Gerald tidak mampu menahan air matanya Dia benar-benar sangat ketakutan dengan semua yang terjadi kepada istrinya tersebut.


"Kamu baik-baik saja, sayang?". tanya Gerald kepada sang isteri.


Sofia menatap seorang pria yang sudah berlari mendampingi dirinya, Sofia menatap seorang pria yang sudah memegang tangannya dengan begitu erat.


"Bagaimana kondisimu?" tanya Gerald.


"Syukurlah." ucap Gerald.


Hari demi hari mulai berjalan, Gerald terus memberikan perhatian yang begitu luar biasa kepada istrinya. memang pria itu tidak berharap istrinya akan memberinya kehangatan cinta, namun Gerald yakin suatu saat nanti wanita yang dia cintai itu akan kembali kepadanya.


** 3 hari kemudian **


Kondisi Sofia sudah sehat, begitu pula dengan Clara. walaupun wanita itu masih belum bisa keluar dari rumah sakit namun Clara benar-benar sangat bahagia ketika mendengar kabar kalau Sofia sudah melahirkan.


"Aku sangat senang ketika mendengar kau sudah melahirkan." ucap Clara yang masih berada di ruangannya.


"Hari ini aku akan pulang ke rumah pria itu." ucap Sofia.


Clara tersenyum wanita itu mengulurkan tangannya untuk meminta tangan Sofia. "Dengarkan Aku, namamu adalah Sofia, Kamu adalah istri pria itu. kamu adalah seorang wanita yang sangat beruntung karena dirimu mempunyai seorang pria yang benar-benar mencintaimu." ucap Clara sembari tersenyum.


" Entahlah aku tidak tahu, tapi pria itu merawat ku dengan begitu tulus." jawab Sofia.


"Pria itu adalah pria yang sangat luar biasa, kamu harus mempertahankan perasaanmu. jangan biarkan dia diambil oleh wanita lain." ucap Clara yang membuat Sofia sedikit tersentak ketika.

__ADS_1


DEG..


"Benarkah?" tanya Sofia..


"Benar, pria itu adalah pria yang sangat luar biasa. kamu harus mempertahankan pria itu agar tidak diambil oleh orang lain." ucap Clara yang membuat Sofia benar-benar harus memikirkan apa yang dikatakan oleh Clara.


Setelah bertemu dengan Clara, akhirnya Sofia kembali ke rumah Gerald. ketika. sampai tatapan mata Sofia menatap rumah itu. ada sebuah perasaan yang begitu rindu dengan tempat yang dulu dia tempati bersama sang suami.


"Ada apa sayang?" tanya Gerald.


"Sepertinya aku pernah kemari." jawab Sofia.


"Tentu saja kamu pernah kemari, karena kita tinggal di sini selama beberapa tahun." jawab Gerald. dengan begitu lembut Gerald menggandeng tangan sang istri sembari menggendong bayinya.. perasaan Gerald benar-benar begitu bahagia.


Langkah kaki Sofia menaiki anak tangga rumah itu, kedua bola matanya terus menatap rumah yang serasa dia kenal itu. "Nyonya." Panggil salah satu pembantu.


Sofia menoleh, wanita itu menatap seorang wanita tua yang ada di depannya.


"Siapa kamu?" tanya Sofia.


"Saya adalah pembantu di sini, Nyonya. Selamat datang kembali, Saya sangat senang Anda sudah kembali kemari." ucap pembantu tua.


Sofia hanya bisa menunjukkan senyumnya, sesaat kemudian Gerald mengajak sang istri untuk masuk ke dalam kamar mereka.


"Ini tempat Siapa?" tanya Sofia.


"Tentu saja Ini tempat kita, sayang." jawab Gerald.


Ketika memasuki ruangan itu Sofia terdiam membeku, di ruangan itu sudah ada box bayi. berarti pria itu dan dirinya dulu sudah merencanakan masa depan Bayi Mereka.


"Ada apa Sayang, masuklah. Apakah kau tidak merindukan tempat yang sudah kita buat seperti ini?" tanya Gerald.


"Apakah kamu yang merenovasi tempat ini?" tanya Sofia.


Gerald menggelengkan kepalanya, pria itu tersenyum sembari meletakkan bayinya di box bayi.


"Tentu saja ini semuanya kamu yang memilih, kamu sudah merenovasi tempat ini dengan baik. dulu kamu bilang kalau ini adalah tempat yang paling kamu idamkan, tempat ini selalu membuatmu bahagia, Bahkan kamu juga bilang kalau ingin mempunyai anak yang banyak agar kehidupan kita semakin bahagia." jawab Gerald.


Sepintas benang ingatan Sofia mulai muncul, wanita itu benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa. "Maafkan Aku jika aku belum bisa mengingat semuanya." ucap Sofia.


Gerald menggelengkan kepalanya, pria itu tersenyum sembari menatap wajah sang istri. "Tidak apa-apa jika kamu belum mengingatnya, asalkan kamu dan anak kita selalu bersamaku seberat apapun jalan terjal itu akan ku lalui." ucap Gerald yang membuat Sofia benar-benar begitu tersentuh.

__ADS_1


** BERSAMBUNG **


mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊


__ADS_2