MAWAR BERDURI

MAWAR BERDURI
Menculik Sofia


__ADS_3

Hari ini Sofia sedang berada di salah satu rumah sakit untuk memeriksa kondisi kehamilannya.


"Nyonya, apakah kita langsung pulang?" tanya supir kepada Gerald.


"Tentu," jawab Sofia.


Setelah dari rumah sakit, Sofia memutuskan untuk kembali ke rumah. wanita itu ingin beristirahat dari semua kepenatan hidup..


sedikit informasi mengenai Catherine, sekarang Catherine sudah mendapatkan sebuah hukuman yang sangat luar biasa. Catherine menderita lumpuh total, saraf tubuhnya sudah tidak berfungsi sama sekali.


"Nyonya, saya akan mengisi bensin dahulu." ucap si supir.


"Baiklah pak." jawab Sofia.


Di salah satu tempat yang ada di sekitaran kota terlihat mobil Sofia berhenti, sopir kepercayaan dari Sofia meminta ijin untuk mengisi bahan bakar karena bahan bakar yang ada di mobilnya sedikit tidak cukup.


"Apakah perlu saya belikan minuman atau yang lain, nyonya?" tanya si sopir kepada Sofia.


"Tidak usah Pak, aku akan keluar sendiri untuk mencari makanan di tempat itu." jawab Sofia yang kemudian keluar dari mobil untuk mencari makanan ringan untuk . memang ibu hamil sering sekali merasakan lapar ketika mereka tidak melakukan apapun.


Tatapan mata seorang pria nampak menatap Sofia yang sedang berjalan menuju salah satu toko, langkah kaki Sofia mendekati toko itu, namun tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang berhenti di depannya. sopir pribadi Sofia nampak menatap sebuah mobil yang sedang berhenti di depan majikannya, sesaat kemudian tiba-tiba saja orang-orang yang ada di mobil itu langsung memberhentikan mobilnya dan menarik Sophia masuk ke dalam mobil itu. tentu saja Sopir itu langsung panik, Ia berlari mengejar mobil yang sudah mengambil Sofia.


"Berhenti, berhenti!!" seru supir pribadi Sofia. dengan segera supir menelpon Gerald dan memberitahu mengenai seseorang yang sudah menculik majikan wanita itu.


"Apa maksudmu?!" seru Gerald.


"Ada mobil yang tiba-tiba berhenti, tuan.. mobil itu sudah menculik Nyonya." jawab Supir.


Seketika Gerald membeku, pria itu langsung menelpon seluruh anak buahnya dan meminta mereka untuk segera mencari keberadaan istrinya itu.


Entah berapa lama waktu yang diperlukan, terlihat Gerald mulai mencari keberadaan sang istri. Gerald tidak akan membiarkan siapapun mengambil wanita yang begitu dia cintai.


Di lain tempat terlihat Raditya sudah menjalankan rencananya, Raditya yang notabene adalah seorang dokter. Tentu saja dia sangat tahu bagaimana caranya membuat Sofia Kehilangan semua ingatannya, dengan segera Raditya membawa Sofia ke salah satu tempat persembunyiannya.


"Kalian harus ingat, kalian tidak boleh mengatakan apapun kepada wanita itu." ancam Raditya kepada anak buahnya.


"Baik bos, tenang saja." jawab anak buah Raditya.

__ADS_1


"Jika sampai kalian mengatakan apapun kepada wanita itu saat dia sudah siuman maka kalian benar-benar akan menerima hukuman!!" seru Raditya yang diangguki oleh anak buahnya.


Dengan begitu cepat akhirnya Raditya sudah memulai rencananya, rencana yang sudah dia buat lumayan lama. "Mulai hari ini kau akan Melupakan segalanya, kau akan melupakan pria yang sudah menikahmu, kau akan melupakan sosok pria yang sudah menjadi tambatan hatimu." ucap Raditya yang terlihat menyentuh wajah Sofia.


Pria itu sudah mempersiapkan semua rencan, sekitar 2 hari kemudian Sofia sudah terbangun dari tidurnya. wanita itu membuka matanya, pikirannya benar-benar kosong, dia tidak ingat dengan apa yang terjadi dengan dirinya.


"Kamu sudah bangun, sayang?" tanya Raditya.


Sofia menatap seorang pria yang ada di depannya, dia benar-benar bingung dengan sosok pria itu.


"Siapa kamu?" tanya Sofia.


Raditya tersenyum menatap Sofia saat wanita itu menanyakan mengenai dirimu, itu berarti obat yang diberikan oleh Raditya benar-benar sudah bereaksi.


"Sayang, ada apa denganmu? kenapa kau melupakanku?" tanya Raditya.


"Siapa kamu? aku tidak mengenalmu." ucap Sofia.


Raditya hanya bisa tersenyum karena obat yang di. berikan obat. yang sudah dia berikan kepada Sofia benar-benar bereaksi.


"Apa yang kamu lakukan, sayang? ini aku suamimu. Apakah kau lupa?" tanya Raditya.


Raditya kembali tersenyum, wanita pria itu mendekati Sofia dengan tatapan mata yang begitu bercahaya. "Maafkan aku sayang, karena aku tidak bisa menjagamu." ucap Raditya yang mulai berakting.


Sofia menatap Raditya kembali, wanita itu mempunyai begitu banyak pertanyaan. "Siapa kamu?" tanya Sofia kembali.


"Aku adalah suamimu, aku benar-benar begitu terluka ketika mendengar kalau kau mengalami kecelakaan, sayang." jawab Raditya.


Sofia begitu kebingungan, sesaat kemudian dia melihat tangannya yang terluka karena sesuat.


"Apa yang terjadi denganku?" tanya Sofia.


"Kamu terluka karena kamu terjatuh, aku tidak mengira kalau kamu akan kehilangan ingatan seperti ini." jawab Raditya.


Tatapan mata Sofia, menatap kamar tempat dia berada. terlihat wanita itu menatap sebuah ruangan yang benar-benar asing di pikirannya. "Namaku siapa?" tanya Sofia kepada Radity.


Tentu saja Raditya harus mempersiapkan sebuah nama yang harus bisa Melupakan segalanya. "Ada apa denganmu, Sayang. apakah Kau juga melupakan namamu?" tanya Radity.

__ADS_1


Sofia kembali menatap wajah Raditya, wanita itu terlihat menganggukkan kepalanya.


"Namamu adalah Alda." jawab Raditya.


Nama yang begitu asing di pikiran Sofia, wanita itu mencoba untuk mengingat nama itulah. "Kenapa namanya begitu asing di telingak?" tanya Sofia.


"Tentu saja sayang, karena kamu hilang ingatan jadi kamu tidak ingat siapa namamu." jawab Raditya yang terus membuat Sofia semakin bingung. dia tidak Sofia mengingat semua kenangan masa lalunya, kenangan dengan suami atau siapapun di masa lalunya..


Tak berselang lama terlihat salah satu tangan Sofia bergerak, tiba-tiba wanita itu terkejut saat merasakan ada sesuatu di perutnya.


"Ada apa?" tanya Raditya.


Sofia menatap perutnya, kemudian wanita itu menatap Raditya yang seolah ingin menanyakan apa yang terjadi dengan dirinya.


"Ada apa, Sayan?" tanya Raditya kembali.


"Apa ini?" tanya Sofia.


Rditya tersenyum dan kemudian duduk di samping Sofia. "Ada apa denganmu, sayang. sekarang ini kan kamu sedang hamil." jawab Raditya yang membuat Sofia kembali menatap pria itu.


"Akku hamil?" tanya Sofia.


Raditya menganggukkan kepalanya,


"Benarkah?" tanya Sofia kembali.


Raditya kembali menganggukkan kepalanya.


"Lalu, kenapa aku tidak ingat?" tanya Sofia..


"Tentu saja sayang kamu tidak ingat kalau kamu itu sedang hamil, karena kamu tahu sendiri kan kecelakaan itu lumayan Parah. jadi kamu lupa kalau kamu itu sedang hamil." jawab Raditya yang menjelaskan semua situasi dengan perkataan begitu lembut.


Entah mengapa Sofia tetap saja merasa asing, Dia sangat asing dengan kondisi yang dia alami Sofia sekarang ini. sesaat kemudian terlihat Raditya keluar dari kamar itu, Sedangkan Sofia menatap kamar tempatnya berada.


"Kenapa aku merasa tempat ini sangat asin?" tanya Sofia.


Bagaimana tidak asing, karena tempat yang ditempati oleh Sofia bukanlah tempat melainkan tempat Raditya.

__ADS_1


** BERSAMBUNG **


mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊


__ADS_2