MAWAR BERDURI

MAWAR BERDURI
Menyerang tempat Raditya


__ADS_3

Waktu yang dinanti-nanti Akhirnya datang juga geral d bersama seluruh anak buahnya terus mencari informasi mengenai keberadaan Sofia. setelah beberapa hari kemudian akhirnya penantian itu terjawab juga, Gerald mendapatkan keberadaan sang istri pria itu benar-benar sangat bahagia. dia ingin segera membawa istri dan anak yang ada di kandungan istrinya.


"Kalian harus langsung menyerang tempat itu bagaimanapun caranya." perintah Gerald.


"Baik Tuan." jawab anak buah Gerald.


Dengan segera akhirnya Gerald dan Patricio menyerang ke tempat Raditya, serangan yang begitu tiba-tiba membuat seluruh anak buah patricio sangat kewalahan.


DOR...


DOR..


suara tembakan terus menggema di ruangan tersebut, Raditya yang berada di ruang persembunyian untuk melakukan sesuatu seketika pria itu keluar dari kamarnya.


"ada apa?!" seru Raditya.


"Tiba-tiba ada sekelompok orang yang memasuki tempat kita, Tuan." jawab anak buah Raditya.


"Bagaimana bisa mereka tiba-tiba saja menyerang kita, cepat lakukan apa yang harus kalian lakukan?!" perintah Raditya.


Anak buah Raditya langsung berhamburan ketika Gerald dan anak buahnya menyerang secara membabi buta.


DOR..


DOR..


suara tembakan terus menggema, orang-orang yang ada di tempat itu harus mempertahankan tempat itu.


"Nyonya!!" seru pembantu wanita.


"Ada apa?" tanya Sofia.


"Nyonya, kita harus segera pergi dari tempat ini." ucap pembantu wanita.


"Ada apa?" tanya Sofia yang masih belum mengetahui kalau suaminya sudah berada di tempat Aditya dan menjemputnya.


"Kita harus pergi dari tempat ini, Nyonya." jawab pembantu wanita.


"Memangnya ada apa?" tanya Sofia kembali.


"Ada beberapa orang yang sudah menyerang tempat in." jawab pembantu wanita.

__ADS_1


Raditya yang berada di ruangan Lain.., pria itu melihat beberapa orang yang sudah masuk ke dalam tempatnya. tatapan menata beberapa orang yang begitu dia kenal.


"Jadi pria itu sudah menemukan keberadaan ku." ucap Raditya yang kemudian bergegas untuk membawa Sofia pergi dari rumah itu. tapi karena pembantu wanita sudah membawa Sofia keluar melalui pintu belakang, tentu saja Raditya terus mencari keberadaan wanita yang dia cinta itu..


Di sebuah tempat yang tidak akan mungkin diingat oleh Raditya, yaitu ruang bawah tanah tempat Clara berada.


"Alda, Alda!!" Raditya yang terus memanggil nama Sofia. tak ada sahutan di dalam kamar itu, Raditya benar-benar kebingungan dia harus segera membawa wanita yang dia cinta itu keluar dari rumahnya agar tidak ditemukan oleh Gerald.


"Ke mana dia pergi." ucap Raditya. tanpa berpikir lagi Raditya terus mencari keberadaan Sofia, dia berpikir kalau salah satu anak buahnya sudah membawa Sofia keluar dari rumahnya.


"Kalian hadang mereka jangan sampai mereka menyusul ku!" perintah Raditya.


"Baik tuan." jawab anak buah Raditya.


Dengan segera akhirnya Raditya pergi untuk mencari keberadaan Sofia, namun sayangnya saat Patricio dan Gerald memasuki tempat Raditya, di sana tidak ada perlawanan sama sekali. Gerald benar-benar tidak akan pernah memaafkan Raditya Apapun yang terjadi. pria itu harus segera menemukan keberadaan sang istri bagaimanapun caranya, langkah kaki Gerald memasuki setiap ruangan yang ada di tempat Raditya. Gerald seperti seorang pria gila yang terus mencari keberadaan sang istri.


"Patricio, cepat kamu cari keberadaan istriku." pinta Gerald.


"Kamu tenang saja, aku dan yang lainnya akan mencari keberadaan Sofia." jawab Patricio.


Beberapa anak buah Gerald yang lain tentu saja harus segera menyelesaikan tugas mereka untuk menumpas seluruh anak buah Raditya. di tempat lain terlihat Sofia sudah berada di ruang bawah tanah, sedangkan pembantu wanita mengunci ruang bawah tanah itu dari dalam dengan begitu tidak akan ada orang yang bisa membukanya dari luar.


"Tiba-tiba tempat ini diserang." jawab pembantu wanita.


"Bagaimana mungkin, Lalu siapa yang berani menyerang pria itu?" tanya Clara.


"Saya tidak tahu Nyonya, karena itu saya membawa Nyonya Alda kemari. saya takut jika terjadi sesuatu dengan kandungannya." jawab pembantu wanita.


"Siapa mereka? Kenapa mereka tiba-tiba saja menyerang tempat ini?" tanya Sofia.


"Hanya ada dua kemungkinan, satu musuh-musuh dari pria itu yang kedua kemungkinan besar adalah keluargamu yang sudah menemukan keberadaanmu." jawab Clara yang membuat Sofia sedikit mengerutkan keningnya.


"Keluargaku?" tanya Sofia.


"Kemungkinan besar mereka adalah keluargamu, kalau tidak orang yang tempat ini adalah suamimu yang sebenarnya." jawab Clara.


Sofia benar-benar kehilangan kata, jika yang menyerang tempat ini adalah suaminya.., itu berarti Raditya adalah seorang pembohong.


"Kamu harus percaya kalau pria itu bukanlah suamimu karena dia adalah suamiku. tidak mungkin bagi pria itu untuk menikahimu dalam kondisi seperti ini, jikalaupun pria itu sudah menikah kembali aku akan tahu mengenai pernikahannya." ucap Clara.


"Lalu, apa yang akan terjadi dengan kita?" tanya Sofia.

__ADS_1


"Kita tidak akan tahu karena kita tidak ada di luar." jawab Clara.


Terlihat tiga wanita itu diam tanpa mengatakan sesuatu, sedangkan di luar gudang terbengkalai suara tembakan terus terdengar. seluruh anak buah Gerald dan tim elit milik Sofia berhasil membekuk anak buah Raditya, namun sayangnya Gerald masih belum menemukan keberadaan pria itu.


"Aku harus menemukan keberadaan pria itu, aku yakin dia masih berada di tempat ini." ucap Gerald.


"Tenang saja, kita akan menemukannya tapi kita harus menemukan keberadaan Sofia dahulu. beberapa hari lagi kemungkinan besar wanita itu akan melahirkan." ucap Patricio.


"Kau benar, sebentar lagi istriku akan melahirkan. Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengannya dan bayi yang ada di kandungannya." jawab Gerald yang kemudian meminta seluruh anak buahnya untuk berpencar.


Tak ada yang bisa dilakukan oleh Patricio ataupun yang lainnya, yang bisa mereka lakukan adalah berusaha untuk mencari keberadaan Sofia.


"Katakan di mana wanita yang dibawa oleh bosmu itu?!" seru Gerald kepada anak buah Raditya.


Tak ada suara yang keluar, sesaat kemudian emosi Gerald sudah mulai memuncak.


DOR...


DOR...


dua tembakan sudah terlepas, terlihat Gerald menatap seorang pria yang sudah sekarat tersebut.


"Katakan di mana istriku!!" seru Gerald.


Seluruh anak buah Raditya benar-benar sangat kebingungan, jika mereka tidak menjawabnya nyawa juga nyawa mereka juga akan melayang.


"Kami tidak tahu, Tuan." jawab anak buah Gerald.


"Kalau kalian menjawab tidak tahu berarti nyawa kalian akan segera kembali kepada sang pencipta." jawab Gerald yang kemudian mengisi pistolnya dengan peluru.


Tatapan mata seluruh anak buah Raditya nampak menatap Gerald yang sudah mengarahkan pistolnya ke arah mereka.


"Kami tidak tahu dimana keberadaan wanita itu, Tuan. karena kami hanya menghalau agar kalian tidak memasuki tempat ini, kami tidak tahu di mana keberadaan istri anda ataupun Tuan Raditya." jawab Salah satu anak buah Gerald. kalau begitu kalian akan segera kehilangan nyawa." ucap Raditya.


Sesaat kemudian salah satu anak buah Raditya nampak mengeluarkan sepatah kata,


"Salah satu pembantu wanita yang ada di sini membawa istri Anda, tuan." ucap anak buah Raditya yang membuat Gerald langsung menoleh.


** BERSAMBUNG **


mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊

__ADS_1


__ADS_2