
"Assalamualaikum sayang." Ucap Mark memulai pembicaraan di telfon pada siang itu.
"Wa'alaikum salam bee, ada apa?" Ucap Annisa.
"Apa kau sudah selesai kuliah?" Ucap Mark bertanya. "Hem, sudah selesai bee. Kenapa?" Ucap Annisa memberi jawaban.
"Baiklah tunggu, Aku akan segera ke sana." Ucap Mark pada istrinya.
"Kau yakin?" Ucap Annisa.
"Kalau kau sibuk, aku tak apa pulang sendiri di antar oleh pak ujang saja." Ucap Annisa.
Semenjak kejadian itu, Annisa lebih memilih untuk di antar jemput Pak Ujang saja. Daripada harus menganggu pekerjaan Mark hanya sekedar untuk menjemputnya.
"Aku tidak akan mengecewakan mu untuk kedua kalinya dengan alasan yang sama. Percayalah sayang." Ucap Mark meyakinkan. tau arah keraguan hati sang istri saat tidak ingin dirinya menjemputnya siang itu.
"Baiklah aku menunggumu. Assalamualaikum." Ucap Annisa menutup telfon nya.
"Waalaikum salam sayang." Ucap Mark tesenyum mengakhiri telfon pada waktu itu.
"Hito, ke kampus Annisa." Ucap Mark dengan nada memerintah Hito.
"Baik tuan."
π
Tak butuh waktu lama, mobil yang di kendarai Hito dan Mark sudah berada di halaman kampus milik Annisa.
"Apa perlu saya antar tuan." Ucap Hito menawarkan diri.
__ADS_1
"Tidak, kau tunggu disini." Ucap Mark.
Mark pun melangkah kan kakinya keluar mobil dan masuk kedalam kampus mencari sangat istri.
Tatapan memuja mahasiswa yang melihat Mark melangkah dengan gagah saat melewati nya.
Sungguh jiwa para mahasiswa memberontak untuk segera di nikahi oleh sang pemuda tampan.
Tatapan Mark tetap fokus mencari ke sana kemari, dimana kiranya istrinya berada.
Ini pertama kalinya Mark melangkah masuk kedalam kampus milik sang istri, biasanya ia hanya menunggu di area parkir yang cukup sepi atau didepan gedung saja.
"Sayang." Ucap Mark melingkarkan tangan nya pada pinggang sang istri dan mengecup singkat pipi sang istri.
*Bolehkah aku iri! aku sangat ingin di posisinya.
Ah, jiwa jomblo ku meronta-ronta*.
"Oh ya faiz, nanti kita bicarakan lain hari, aku harus segera pulang ya. suami ku sudah menjemput ku." Ucap Annisa pada Faiz dan berlalu pergi meninggalkan nya.
"Bee, kenapa kau tak menunggu di parkiran saja." Ucap Annisa setengah berbisik di telinga.
"Apa aku menganggu mu berbicara dan bertemu nya dengan laki-laki tadi?"
"Kau tau bukan? aku tak suka jika aku berbicara dengan laki-laki lain selain diriku?" Ucap Mark menatap tajam istrinya seakan meminta untuk jangan mengulanginya, aku tidak suka.
"Bee, jika tak ada hal yang penting aku tidak akan berbicara dengan nya, toh. aku juga berbicara di ruang terbuka? tidak berdua bukan?" Ucap Annisa memberikan pengertian.
"Hem." Gumam Mark.
__ADS_1
Dilirik nya kanan dan kiri tampak koridor kampus tersebut cukup sepi.
Dan
"Cup, jangan marah! nanti cepat tua." Ucap Annisa tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya menggoda Mark.
"Baby.... kenapa kau begitu menggemaskan. Aku suka di goda oleh mu." Ucap Mark mencubit gemas kedua pipi istrinya dengan penuh kasih sayang.
"Hem, oke-oke lepaskan." Ucap Annisa.
Kedua nya terus bergandeng tangan saat berjalan menuju ke tempat dimana mobilnya terparkir.
"Hito, kembalilah kekantor, Aku akan langsung pulang ke rumah." Ucap Mark pada Hito.
"Baik tuan." Ucap Hito berlalu pergi dengan membungkuk hormat.
Mark dan Annisa pulang menggunakan mobil yang di kendarai pak Ujang. Berjalan untuk segera pulang kerumah.
πππ
Happy Reading guysβ€
Semoga kalian suka yaπ
Jangan lupa like, komen dan voteππ
Author sayang kalian pembaca setiaku.
Jangan lupa jam 4 sore stay tune di cerita author ini yaπππ
__ADS_1
Terimakasih β€β€β€β€π€π€π€π€π€π€