
Adzan Ashar membangun kan Annisa dari mimpi nya,
Perlahan mata indah milik Annisa mulai terbuka, menyesuaikan pencahayaan di sekitar.
Di elus nya dengan lembut puncak kepala milik suaminya.
tubuh milik Mark perlahan menggeliat , bukan terbangun dari tidurnya.
Kepala Mark tampak bergerak ke sana kemari, dan ia mengeratkan pelukan nya ke tubuh Annisa.
Seolah tubuh istrinya adalah tempat ternyaman, dan sangat nyaman.
"Bee... . bangun..." Ucap Annisa lembut pada suaminya sambil mengusap lembut puncak kepala Mark.
"Sayang...." Ucap Mark merengek seakan ia tak ingin tidurnya di ganggu sore itu.
"Bee... Bangunlah... sudah adzan, sholat terlebih dahulu..." Ucap Annisa lembut pada suaminya.
Perlahan kedua kelopak mata milik Mark terbuka, mendongak ke atas menatap wajah cantik istrinya.
Di usap dengan lembut, kedua pipi milik Mark, dan Annisa pun tersenyum.
"Bangun." Ucap Annisa lagi.
"Baiklah." Ucap Mark melonggarkan pelukan nya.
Dan
Cup
Mark mengecup sekilas bibir Annisa, Kedua nya bangun dan mengambil air wudhu untuk menunaikan ibadah sholat.
Seusai sholat Mark melangkah kan kaki ke ruang kerja pribadi nya dengan Asisten Hito yang berjalan di belakang.
Untuk Annisa ia turun kebawah membuat sebuah roti bolu dan secangkir teh hangat untuk suaminya.
🌈 Dapur 🌈
__ADS_1
Annisa melangkah kakinya menuju dapur, ada beberapa pelayan yang membungkuk saat Annisa berjalan melewatinya.
Ada rasa canggung dalam diri Annisa, dan rasa kurang nyaman di perlakukan seperti itu.
"Ada yang bisa saya bantu nyonya." Ucap Bibi Inah, kepala pelayan yang ada di dapur.
"Tidak ada! Aku hanya ingin membuat roti untuk suami ku." Ucap Annisa lembut dan Ramah.
Beberapa pelayan menatap tak percaya istri majikan nya yang memiliki sifat rendah hati dan penuh kelembutan.
Ia mengira istri Tuan nya adalah sosok yang sombong dan tak mau bergaul ataupun berbicara dengan pelayan seperti mereka.
"Nyonya istirahat saja. Biarkan saya yang membuatnya." Ucap Bibi Inah ramah pada Annisa.
"Tak perlu Bibi, biarkan aku yang membuatnya sendiri. kalian bisa kerjakan yang lain." Ucap Annisa lembut menolak bantuan dari Bibi Inah.
Bibi Inah dan beberapa pelayan membiarkan Annisa membuat roti bolu nya.
Annisa begitu cekatan dan telaten dalam mengolah dan membuat kue tersebut.
Hanya 30 menit, roti tersebut sudah matang dengan sempurna.
"Sempurna." Ucap Annisa menatap senang hasil kue yang ia buat.
Ia kemudian melangkah kakinya masuk kedalam ruang kerja suaminya itu.
Tok
Tok
Tok
"Masuk." Ucap Mark
Clek! Pintu itu dibuka oleh Asisten Hito.
"Selamat sore Asisten Hito!" Ucap Annisa tersenyum pada Asisten itu.
__ADS_1
"Apa boleh saya masuk? apa saya mengganggu?" Ucap Annisa bertanya pada Asisten Hito.
"Silahkan nyonya, Tuan tidak akan terganggu dengan kehadiran Anda, justru Tuan akan tampak senang." Ucap Hito.
Perlahan Annisa melangkah kakinya masuk ke ruang kerja milik suaminya.
Ia meletakkan nampan yang berisi roti bolu dan secangkir teh tersebut di atas meja
Bau harum yang keluar dari roti tersebut mengalihkan pandangan Mark yang semula hanya menatap lurus ke arah laptop dan beberapa dokumen.
Mark menyinggung kan senyum bahagia perlahan ia mendekat ke arah Annisa.
Di peluknya tubuh mungil istrinya dari belakang dengan sayang.
"Bee... lepaskan, ada Asisten Hito di sini." Ucap Annisa berbisik pada Mark.
"Hito kau boleh keluar, pekerjaan hari ini cukup sampai disini." Ucap Mark dingin masih dengan memeluk Annisa secara posesif.
"Baik Tuan. saya permisi." Ucap Hito membungkukkan badan dan berlalu pergi meninggalkan ruang kerja milik bos nya.
"Kau ini. " Ucap Annisa.
"Apa kau membuatkan roti itu khusus untukku?" Ucap Mark pada Annisa.
"Iya, Duduklah bee.." Ucap Annisa lembut.
Mark pun melepas pelukan itu, dan duduk dengan nyaman di sofa yang ada.
Annisa memotong roti bolu tersebut dan menyuapi suami nya, Mark dengan senang hati memakan roti bolu tersebut.
"Enak." Ucap Mark setelah beberapa kali mengunyah kue bolu tersebut.
🌈🌈🌈
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa like, komen dan vote.
__ADS_1
Maaf kalau masih ada yang typo.
Untuk bab selanjutnya aku up nya malam ya🤗🤗