Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
Kebahagiaan (S2)


__ADS_3

Peduli apa, Rama langsung berdiri dan melangkah kan kakinya kearah sang istri.


"Mau kemana! Kembali ke tempatmu!" Goda Tasya.


"Tasya!!!!!" Ucap Rama menatap tajam namun dengan nada suara yang pelan di tahan.


"Santai kak! Oke-oke Tasya pindah! Dah keponakan gembul onty!" Ucapnya mencium pipi gembul Baby Reyhan yang ada di pangkuan Kirana.


"Maaf!" Ucapnya terbata kala manik mata itu bertatapan dengan wanita yang selalu di rindukan nya.


"Sudahlah, duduk terlebih dahulu!" Ucap Kirana tersenyum menepuk bangku di sebelah nya, tanpa pikir panjang ia pun duduk di samping sang istri, langsung memeluk erat. Menghirup aroma yang membuatnya jatuh cinta dan memabukkan ini.


Jika ini mimpi, maka biarkan aku tetap terlelap jangan membangunkan aku Tuhan, ini mimpi yang sangat indah dan selalu aku rindukan.


"Papa jangan menangis! nanti Reyhan juga ikut sedih!" Ucap Kirana bak anak kecil, tangan Baby Reyhan di kulurkan untuk mengusap lembut rambut sang Ayah.


"Dia?" Ucap Rama terbata, ia mengangkat kepalanya setelah mendengar ucapan sang istri.


"Kau tak lihat dia? Inilah versi mini mu! Bahkan tak ada satupun wajah ku yang mirip dengan nya, padahal aku yang mengandung nya sembilan bulan" Kekeh Kirana.


"Boleh aku memangku nya?"


"Tentu!" Ucap Kirana tersenyum.


Setelah baby Reyhan berpindah ke pangkuan Sang Papa, tangan kecilnya itu bermain menarik dasi dan kemeja yang dikenakan oleh Papa nya, ah sangat menggemaskan seolah ia tau bahwa sedang berhadapan dengan Papa nya.


"Sayang kau selema ini kemana dimana? aku mencari mu aku....


"Nanti aku jelaskan, kita jangan mengganggu dulu acara pernikahan Rafa, Oke!"


"Baiklah!" Ucap Rama tersenyum, ia juga memeluk sang istri, entahlah ia sangat takut wanita ini akan pergi dan meninggalkan nya kembali.


RAFA POV


Rasa gugup menjalar si seluruh tubuh ku, Aku sudah sampai terlebih dahulu dan duduk di dampingi oleh Papa di meja kursi dimana aku akan mengucapkan janji suci pernikahan.


Jantungku kian bertalu lebih cepat kala melihat sosok Citra yang datang di dampingi kedua orang tuanya, balutan kebaya putih dan elegan sangat memancarkan aura kecantikan nya.


Saat perempuan itu duduk di kursi yang telah di siapkan, nafas ku kian memburu.


Hingga suara penghulu mengintruksikan ku untuk menjabat tangan Uncle Hito untuk mengucap janji.

__ADS_1


Dengan sekali tarikan nafas, aku sudah resmi menjadikan Citra istri ku, kala instruksi penghulu untuk mencium kening Citra, air mata yang telah ku tahan, akhirnya mengalir tanpa di minta.


Tuhan, terimakasih kau telah menghadirkan wanita yang sangat sempurna di hidup ku, dia hadir dengan sejuta luka yang ku dapat, tawa dan semua kepribadian nya membuat ku penasaran untuk masuk dan mencintainya, dan sekarang dia benar-benar menjadi wanitaku, milikku. Entah bagaimana keadaan nya aku akan menjaga dan mencintainya selalu.


Tangan lembut itu perlahan mengusap air mata yang mengalir di pelupuk mataku! Hingga membuat ku tak tahan ingin langsung memeluk nya.


Hap!


Kala dia sudah masuk kedalam pelukan ku, ku bisikan kata terimakasih telah mau menerima laki-laki seperti ku, dan kedepan nya aku akan selalu berusaha melindungi dan membahagiakan mu.


RAFA POV END


🎶


"Selamat ya Citra, terimakasih telah menjaga ku selama ini." Ucap Kirana memberikan selamat kepada pengantin yang tengah berbahagia.


"Ya tentu kak, karena kita sekarang adalah keluarga bukan?" Ucapnya tersenyum.


"Thanks ya Rafa atas semua pertolongan kamu selama ini, makasih juga udah mau jaga aku dan Baby Reyhan." Ucap Kirana berterima kasih.


"Apa! Jadi!" Ucap Rama kaget,


"Sudahlah sayang nanti akan aku jelaskan." Bisik Kirana pada telinga suaminya.


"Hem," Jawab Rama cuek.


"Yaelah, gue nikah nih! Hari bahagia gue ini, cuekin mulu. Baby Rayhan uluh-uluh gembul nya kalau gede jangan kayak Papa ya ambekan!" Godanya menoel pipi gembul Baby Rayhan yang ada di gendongan abangnya.


"Rafa!!!! Jangan mencubitnya! Dia kesakitan!" Ucap Rama protes dan segara menjauhkan putranya dari sang adik.


"Bhahahaha, siapa yang mencubitnya, kau ini... hanya mengusap! Tuh baby Rayhan aja senyum ke Om nya yang ganteng!" Ledek Rafa.


"Sudah-sudah, Selamat ya, kita permisi dulu!" Ucap Kirana menengahi perdebatan di antara kedua nya, jika tidak akan lama mereka saling mengejek dan berdebat.


...****...


"Sayang, ini Kenapa kok dia nangis gini!" Ucap Rama bingung.


"Jagoan Mama haus ya! cup cup cup" Ucap Kirana mengambil Baby Reyhan dalam gendongan Papa nya.


Kini keduanya tengah berada didalam kamar, acara akan di lanjutkan nanti sore hari hingga malam hari dimana resepsi pernikahan itu juga di adakan di hotel mewah ini.

__ADS_1


Kirana dengan telaten duduk dan memangku baby Rayhan, mengeluarkan sedikit dadanya agar Baby Reyhan bisa menyusu, dan benar saja Baby Rayhan tampak rakus meminum asi dari sang ibu.


"Sayang! Dia mengambil hakku!" Celetuk Rama.


"Maksudnya?"


"Itu... harusnya aku dulu yang meminum bukan dia!" Tunjuk Rama pada dada sang istri


"Aish kau ini! Dia juga putramu dan dia lebih membutuhkan itu!" Ucap Kirana menidurkan Baby Reyhan.


"Sayang maaf!" Ucap Rama memeluk Kirana dari belakang kala sang istri sudah menaruh Baby Reyhan yang tengah tertidur di dalam box bayi.


"Aku dan Nadia , dia tidak mengandung anakmu! Hanya kamu yang aku cintai!" Lirihnya lagi saat melihat sang istri tetap hening dan tak ingin menjawab.


"Sayang aku.... "


"Aku sudah tau semuanya, Rafa telah menjelaskan pada ku, Maaf telah meninggalkan mu, aku hanya butuh waktu untuk sendiri. Sudahlah yang lalu biarlah berlalu! Aku memaafkan mu!"


"Kau janji jangan meninggal kan aku lagi!"


"Iya aku janji tak kan meninggalkan Papa Reyhan lagi. Dan Papa Reyhan jangan mengulangi kesalahan yang sama ya!" Ucap Kirana tersenyum.


"Tidak akan! Aku mencintaimu!"


"Apa kau lapar? ingin makan?" Tanya Kirana pada suaminya, tubuh Rama tampak lebih kurus saat ini dibandingkan terakhir dia meninggalkan nya.


"Tidak! Aku hanya ingin tidur memeluk mu!"


"Kau yakin hanya tidur!"


"Ya! Aku hanya ingin tidur memelukmu! aku tak ingin membuat mu lelah dan tak bisa berjalan, acara masih berlanjut nanti sore bukan?" Goda Rama langsung mengangkat tubuh sang istri dan menaruhnya dengan pelan di atas ranjang.


"Kau semakin seksi sayang!" Ucap Rama langsung mendusel di dada Kirana.


"Rama! Jangan seperti itu! Segera tidur!" Ucap Kirana memperingati.


"Baiklah! Jangan pergi sebelum aku bangun!"


"Ya aku akan menemani mu tidur!" Ucap Kirana mengusap lembut kepala sang suami, menidurkan nya bak bayi besar.


🎶

__ADS_1


Happy Reading.


__ADS_2