Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah

Mr. Mafia Vs Gadis Muslimah
menemukan mu


__ADS_3

Alex duduk di samping ranjang Annisa. Dipandangi wajah yang begitu menenangkan itu.


Diraihnya tangan Annisa lalu Alex pun ingin mencium tangan Annisa.


Brak.


Sebelum bibir Alex menyentuh telapak tangan Annisa , Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dengan begitu kasar.


Mark berdiri dengan wajah penuh kilatan amarah, apalagi sorot matanya ingin membunuh Alex seketika itu juga.


"Bedebah, singkirkan tangan sialan mu itu." Ucap Mark penuh penekanan dan mendekat ke arah mereka.


Flasback On


4 menit


3 menit


2 menit


Derrt


Derrt


Derrt


Handphone milik Hito pun bergetar, tanda ada panggilan masuk dilayar Handphone mewah miliknya.


Hito pun segera mengangkat, ada sudut bibirnya terangkat tersenyum.


Diakhiri nya dengan segera panggilan itu.


"Kau masih berani mengangkat telfon disaat seperti ini." Ucap Mark dingin saat melihat bawahan nya itu tengah asyik mengobrol di saat genting seperti ini.


Glek, Hito susah payah menelan air liur nya sendiri.


"Maaf king, jika saya lancang." Ucap Hito memohon.


"batas waktumu sudah hampir habis." Ucap Mark dengan nada memojokkan.


"Nona Annisa di rumah sakit tuan, ada seseorang yang membawanya ke sana, karena nona Annisa pingsan ditengah jalan." Ucap Hito lirih menjelaskan dengan penuh kegugupan.

__ADS_1


"Apa? Annisa pingsan." Teriak Mark memekikkan telinga.


"segera ke sana." Ucap Mark lagi.


"Baik King." Ucap Hito kesusahan.


"Kenapa kau mengendarai mobil ini lama sekali! seperti siput. Apa kau sudah lupa caranya menyetir." Ucap Mark yang menganggap mobilnya melaju sangat pelan.


Berbagai umpatan pun di layangkan oleh Mark kepada Hito.


Kenapa kau begitu bodoh King. Jujur aku ingin memaki mu saat ini. Mobil ini sudah melaju sangat kencang bahkan sudah di atas rata-rata. Semua Gumaman itu hanya tertahan didalam hati Hito.


Sesampainya di rumah sakit, Mark bergerak keluar dari Mobil tanpa memperdulikan bawahan nya itu.


"Dimana ruang rawat Annisa." Ucap Mark dingin pada suster yang menjaga loket itu


"Sebentar tuan. " Ucap Suster.


"Nama lengkapnya siapa tuan." Ucap Suster itu lagi.


"Annisa Hilya Nafisah, Cih Kau lama sekali. cepat katakan." Ucap Mark dingin.


Sungguh suster tersebut juga kaget dengan pertanyaan mark yang mendadak dengan umpatan yang dikeluarkan.


Hito pun segera menghampiri Tuan nya, dan membisikan ruang rawat inap nona Annisa.


Tanpa menunggu jawaban ari Suster itu, Mark pun melangkahkan kakinya mencapai ruangan Annisa sesuai intruksi dari Hito.


Flashback Off


Brug


Mark langsung menarik merah Alex dan memukul perut Alex.


Pukulan itu di dapat Alex dan membuat tubuhnya ambruk ke lantai.


Tak cukup dengan satu pukulan. Mark pun ingin mendekat ke arah Alex lagi.


Dilayangkan tangan itu untuk menonjol wajah Alex, namun seketika terhenti.....


"Mark....." Ucap Annisa yang tersadar dengan lirih.

__ADS_1


Dihempaskan tubuh Alex ke lantai, lalu Mark pun mendekat ke arah Annisa.


Disentuhnya pipi Annisa dengan wajah yang masih pucat.


"Kau tak apa-apa.?" Tanda Mark dengan nada lembut nya pada Annisa.


Sungguh, nona Annisa hanya kau yang mampu meredam kan kemarahan iblis yang ada di diri tuan Mark. Gumam Hito melihat sikap Mark yang seketika itu berubah 180 derajat.


Annisa merespon dengan celengan kepala.


"Apa dia melukaimu... Jika.... " Ucapan terhenti saat Annisa berucap.


"Tidak Mark, pasti dia yang membantuku." Ucap Annisa lirih.


"Alex makasih, dan maaf atas sikap Mark kepadamu." Ucap Annisa tersenyum berterima kasih pada Alex.


"Sayang, kau tak perlu meminta maaf padanya. Dan senyum itu hanya milikku." Ucap Mark posesif.


Cukup King, kau ketua dalam dunia hitam, Jangan tunjukkan ke konyolan mu. Gumam Hito lagi.


Lagi dan lagi semua kalimat itu hanya tertahan didalam hati itu.


"Tidak apa-apa Annisa, aku pergi dulu. Lekas sembuh." Ucap Alex dengan tersenyum


Mark menatap sinis ke arah Alex yang tersenyum pada Annisa.


"Sudah, kau harus berterimakasih padanya. karena jika dia tidak menolongku mungkin aku..... " Ucap Annisa tertahan dengan jari telunjuk Mark yang berada di bibir Annisa.


"Jangan lanjutkan. selama aku masih bernafas tidak akan ada yang berani menyakitimu bahkan menyentuhmu." Ucap Mark lirih pada Annisa.


Dan Annisa pun tersenyum mendengar ucapan dari Mark.


Alexpun melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ruangan itu.


🌱🌱🌱


Maafin Author ya teman-teman kalau baru bisa Up sekarang🤗


Happy Reading😙


Jangan lupa like, komen dan Vote nya juga dong🤗

__ADS_1


maaf jika masih ada yang typo ya teman"💙💙💙


__ADS_2